PWMJATENG.COM, Doro – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan bergerak cepat memperkuat barisan garda pengaman organisasi. Melalui komando kesiapsiagaan KOKAM SAR dan Lingkungan Hidup, mereka resmi memulai Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) 2026. Agenda kaderisasi massal ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai 12–14 Juni 2026, mengambil lokasi di Lapangan Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Manajemen organisasi sengaja mengambil langkah taktis tersebut demi merespons tuntutan pemenuhan kuota personel di tingkat wilayah. Berdasarkan draf target internal, pimpinan wilayah Jawa Tengah memberi beban target besar kepada daerah untuk menyetor 500 personel KOKAM tangguh pada periode Muktamar ke-48. Alhasil, pengurus daerah langsung memobilisasi 104 kader dan simpatisan dari berbagai penjuru cabang guna mengikuti penggemblengan fisik.
Menariknya, elemen lintas profesi turut mewarnai sebaran peserta Diklatsar kali ini, bukan hanya dari kalangan aktivis kepemudaan saja. Sebaliknya, puluhan pegawai resmi dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti guru SMK Muhammadiyah, staf perbankan BTM, hingga tenaga medis RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan tampak kompak memakai sepatu laras. Kehadiran para pekerja ini mempertegas soliditas perserikatan dalam mempercepat pencapaian target kuota.
Asah Mental dan Ideologi Kader
Guna memastikan kualitas lulusan tetap prima, pihak panitia mendatangkan langsung tim instruktur dari Badan Pelaksana Operasi (BPO) KOKAM Jawa Tengah. Pelatih tingkat wilayah ini memberikan pengawasan serta asistensi ketat terhadap setiap materi latihan, mulai dari kedisiplinan hingga ketangkasan lapangan. Jajaran Forkopimcam Doro serta perwakilan organisasi kepemudaan tetangga juga turut menghadiri forum pembukaan ini untuk memberikan dukungan moril.
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi kerja keras panitia yang sukses menyusun draf kurikulum secara profesional,” ujar Sekretaris PDPM Kabupaten Pekalongan, Miftahuddin, S.E., M.M.
Dalam orasi semangatnya, Miftahuddin mengingatkan bahwa Diklatsar ini memiliki esensi yang jauh lebih luas daripada sekadar penguatan fisik taruna. Manajemen perserikatan mendesain agenda ini sebagai kawah candradimuka untuk mempertegas fondasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Lewat pemahaman ideologi yang matang, para pegawai AUM membawa pulang nilai-nilai loyalitas dan keikhlasan kerja ke unit masing-masing.
Akselerasi Jumlah Pengawal Perserikatan
Sinyal positif juga datang dari Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Muhammad Mirwan, M.Pd., saat membuka acara secara resmi. Beliau membeberkan fakta bahwa data personel aktif di daerah saat ini baru menyentuh angka sekitar 250 orang. Kondisi realitas tersebut yang memicu pimpinan daerah untuk terus menjalankan diklat kilat secara masif di tingkat kecamatan.
“Sebab, kami memiliki komitmen penuh untuk melunasi sisa kuota target Key Performance Indicator (KPI) dari wilayah,” tegas Mirwan blak-blakan.
Pihak manajemen optimis bahwa penambahan 104 lulusan baru dari Rogoselo ini akan mendongkrak kekuatan komando daerah secara signifikan. Melalui bekal tauhid yang kuat di dalam dada serta ilmu yang menerangi akal, para alumni siap mengawal aset organisasi. Langkah estafet inovatif ini sekaligus menjadi bukti kesiapan Pemuda Muhammadiyah dalam memperluas jangkauan dakwah Islam yang berkemajuan.
Kontributor: Sofa Ma
Editor: Ayma
The post Demi Penuhi Kuota Personel Wilayah, Pemuda Muhammadiyah Pekalongan Geber Diklatsar Massal di Doro appeared first on Muhammadiyah Jateng.



