• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juni 22, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

    Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

    Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

    Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

    PRM Silimakuta Wisuda Lulusan Taman Pendidikan Quran

    Gagal Penuhi Target, Seluruh Anggota Kabinet Mengundurkan Diri

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

      Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

      Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

      Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

      PRM Silimakuta Wisuda Lulusan Taman Pendidikan Quran

      Gagal Penuhi Target, Seluruh Anggota Kabinet Mengundurkan Diri

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

        Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

        Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

        Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

        Stay Online Casino steps and methods for Australian players

        Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

          Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

          Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

          Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

          PRM Silimakuta Wisuda Lulusan Taman Pendidikan Quran

          Gagal Penuhi Target, Seluruh Anggota Kabinet Mengundurkan Diri

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

            Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

            Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

            Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

            PRM Silimakuta Wisuda Lulusan Taman Pendidikan Quran

            Gagal Penuhi Target, Seluruh Anggota Kabinet Mengundurkan Diri

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

              Stay Online Casino steps and methods for Australian players

              Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              4 Hal yang Membuat IMM Tidak Berdaya

              by
              27/08/2022
              in BeritaMu
              0
              4 Hal yang Membuat IMM Tidak Berdaya
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              4 Hal yang Membuat IMM Tidak Berdaya

              WartaTerkait

              Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

              Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

              Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

              Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

              Hari ini kita hidup pada zaman yang sangat berkarut akut. Problematika yang hidup dalam lingkaran masyarakat sangatlah kompleks. Saking kompleksnya, kita hampir tidak bisa menyadari setiap problematika yang ada dalam realitas ini. Realitas sosial, politik, ekonomi, budaya, dan akademik yang berselingkuh dengan percepatan teknologi telah menghipnotis kita, sehingga menutup celah-celah kesadaran. Kondisi seperti inilah yang disebut oleh para ahli sebagai era-disruptif.

              Krisis kesadaran dalam lingkaran setan era disruptif bisa dilihat dari pandangan Gramsci terkait hegemoni kultural. Menurut Gramsci, otoritas dominasi melakukan hegemoni dalam dua bentuk, yaitu kultural dan struktural. Hegemoni struktural dilanggengkan dalam bentuk fisik, terlihat, jelas, dan terang benderang. Sedangkan, hegemoni kulturual dilanggengkan secara sembunyi-sembunyi, tertutup, dan tidak kasat mata melalui pembiasaan, pembudayaan, dan manipulasi kesadaran.

              IMM di Era Disruptif

              Rupanya, kondisi ini belum mampu memberikan gambaran bagi IMM secara kolektif untuk membawa perubahan. Kendatipun, beberapa kader mampu melihat realitas ini, tapi itu kadangkala hanya berhenti pada pembacaan semata. Nyatanya, kesadaran individu belum mampu membentuk kesadaran kolektif dalam lingkar ikatan.

              IMM di era disruptif juga menjadi permasalahan kompleks, simpang siur, dan berkarut. Kesadaran untuk melakukan perubahan di era disruptif seperti sebuah malapetaka baru yang susah untuk dipecahkan. IMM seolah terjangkit gejala kekerasan sistemik. Menurut Zizek, kekerasan sistemik adalah kekerasan objektif yang irrasional, tidak tampak, dan bahkan yang tertindas tidak hanya kehilangan kesadaran saja, tapi juga terbelenggu dalam iming-iming kebaikan (Indah, 2018).

              Kekerasan sistemik yang terjadi membuat IMM buta dan buntu dalam memaksimalkan peran dan fungsinya. IMM seolah masih berada dalam khittah perjuangannya. Tapi nyatanya, terjebak dalam kekerasan sistemik yang melanda. Kekerasan sistemik yang melanda ikatan menjadi gejala baru, sukar dideteksi, dan rumit diselesaikan. Baik oleh individu kader, maupun kolektif IMM.

              Disorientasi IMM di Era-Disruptif

              Gejala kekerasan sistemik yang terjadi di tubuh IMM pada akhirnya membuat langkah perjuangan IMM kehilangan arah dan tidak memiliki dampak. Orientasi perjuangan IMM bukan lagi ibarat “jauh panggang dari api”, melainkan sudah ibarat “padi ditanam tumbuh ilalang”. Setidaknya gejala kekerasan sistemik yang melanda IMM terindikasi dari beberapa hal berikut.

              Pertama. Formalitas Perkaderan. Formalitas dalam perkaderan adalah sebuah ancaman yang bisa kapan saja membunuh IMM secara perlahan. Sebab, perkaderan dalam IMM adalah sebuah keniscayaan yang harus diformulasikan dengan sebaik dan semapan mungkin serta berorientasi jangka panjang.

              Perkaderan sebagai sebuah proses transformasi ideologi Muhammadiyah sekaligus internalisasi ideologi IMM itu sendiri harus mampu menyentuh alam bawah sadar setiap kadernya. Sebab, berbicara tentang ideologi adalah berbicara tentang keberpihakan pada nilai idealitas-universal yang diyakini adanya.

              Tampaknya, ideologi dalam tubuh IMM -secara umum-  belum mampu menyentuh alam bawah sadar setiap kadernya. Kesadaran ideologi di IMM hanya seperti menghadirkan kesadaran ilusi yang menarik diri dari realitas pada nilai yang diyakini. Harusnya ideologi mampu menghadirkan sisi fantasi dalam setiap kadernya. Fantasi yang dimaksud, kemudian mampu menarik diri dan realitas pada nilai yang diyakini itu.

              Kesadaran fantasi terhadap ideologi mampu diwujudkan dengan adanya perkaderan pendukung dan pemetaan minat bakat kader berdasarkan realitas masa kini serta apa yang menjadi tujuan IMM. Sebab, kaderisasi IMM dituntut untuk dapat menjadikan kader berdaya dalam setiap potensi yang dimilikinya. Hari ini, kesadaran fantasi mungkin mulai dibaca oleh sebagian kecil IMM di Indonesia. Entah bagaimana di sebagian besar IMM lainnya?

              Kedua. Mistifikasi Gerakan Sosial. IMM ditengah era-disruptif mengalami kemandegan dalam gerakan sosial yang dilakukan. Lihatlah bagaimana realitas masa kini, demokrasi liberal, politik oligarki, dan ekonomi kapitalis seolah membuat IMM kehabisan akal.

              Aksi-aksi kemanusiaan, demonstrasi, dan audiensi yang digelar hanya menyisakan penat yang tidak membawakan manfaat. Gerakan mahasiswa tidak mampu memposisikan dirinya sebagai oposan yang benar-benar berangkat dari keresahan rakyat.

              Bahkan lucunya, aksi-aksi yang katanya mengatasnakaman kepentingan rakyat itu membuat rakyat bebal dan tidak jarang jengkel. Indikasinya ada dua, pesimisme masyarakat terhadap gerakan mahasiswa yang menjilat dan rentannya gerakan mahasiswa dipolitisir untuk kepentingan beberapa pihak.

              Realitas ini perlu kita baca sebagai bentuk skeptisisme masyarakyat terhadap gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa harus benar-benar dari rakyat dan perlu mengubah kesadaran skeptis masyarakat menuju kesadaran optimis terhadap gerakan mahasiswa itu sendiri.

              Melihat hari ini teknologi sangat menjadi teman baik masyarakat. Maka, IMM sangat perlu mengformulasikan digitalisasi gerakan untuk menggugah kesadaran rakyat dan membangkitkan optimismenya. Dan tentunya, gerakan IMM harus tetap berada dalam koridor poin 6 yang termaktub di dalam 6 Penegasan IMM/Dekobar Solo, “Menegaskan bahwa amal IMM adalah lilahita’ala dan senantiasa diabadikan untuk kepentingan rakyat.” Disamping itu, gerakan sosial pemberdayaan perlu dilanggengkan untuk membangun kesadaran masyarakat secara natural.

              Ketiga. Mandulnya Gerakan Intelektual. Beberapa waktu belakangan, muncul satire dari beberapa tulisan kader IMM tentang kematian IMM dalam perspektif keilmuan. Tentu saja, topik ini perlu diangkat sebab IMM adalah organisasi keilmuan. “Ilmu adalah Amaliah dan Amal adalah Ilmiah,” begitulah narasi yang tertulis dalam poin ke 5 enam penegasan IMM.

              Selain itu, dalam tujuan IMM. “Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah,” menyiratkan bahwa idealitas yang diinginkan IMM adalah masyarakat ilmu.

              Kendatipun wacana-wacana gerakan intelektual IMM terus didengungkan ditengah keterpurukannya itu, tapi penulis berasumsi bahwa gerakan itu sedang mengalami kemandulan. Kemandulan itu terindikasi dari reproduksi wacana intelektual terus bergulir namun tidak memiliki ‘anak’ yang benar-benar memberi dampak pada IMM itu sendiri.

              Wacana-wacana intelektual IMM hanya berangkat dari kesadaran untuk penerjemahan ideologi kedalam realitas. Disamping itu, upaya untuk melakukan cross check terhadap ideologi atau radikalisasi ideologi IMM belum menjadi bagian dari agenda utama intelektulitas IMM.

              Akibatnya terjadi disorientasi gerakan IMM disebabkan produk intelektual dalam rangka merumuskan gerakan yang kurang menelusuri ideologi secara lebih dalam. Padahal, radikalisasi ideologi IMM perlu diagendakan melalui jalur intelektual. Radikalisasi ideologi kemudian membuka titik terang dalam merumuskan gerakan IMM melalui konsep metodologis yang jelas. Dalam hal ini, para ideolog dan intelek dalam tubuh IMM perlu bersinergi.

              Keempat, Desakralisasi Ikatan. IMM hari ini mengalami desakralisasi ikatan akibat relasi semu yang terbentuk dalam antar individu kader. Relasi semu yang terbentuk pada akhirnya mecopot jubah sakralitas IMM itu sebagai organisasi perkaderan, gerakan sosial, dan intelektual.

              Relasi semu menghilangkan dinamika dalam tubuh IMM sehingga IMM tidak mampu berkembang. Setidanya ada beberapa faktor yang menyebanbkan desakralisasi tersebut, yaitu relasi mitra kerja, relasi over-emotional, dan relasi sofis.

              Relasi mitra kerja adalah ketika hubungan yang dibangun adalah berdasarkan relasi kuasa dan sistem pekerjaan. Relasi over-emotional adalah kedekatan yang amat sangat sehingga melewati batas-batas profesionalitas kader dalam berorganisasi. Relasi sofis adalah relasi menjilat dan juga mengelabui untuk kepentingan individu.

              Pada akhirnya, relasi semu inilah yang merusak IMM itu dengan sendirinya. Padahal, relasi yang diharapkan adalah relasi kolektif-kolegial yang mampu untuk menghidupkan dan mensakralisasikan ikatan.

              Dalam bagian ini, kita perlu menyadari bahwa perkaderan, gerakan sosial, dan intelektual IMM haruslah terintegralisasi dalam mewujdukan perubahan sesuai yang dituju oleh IMM. Tentunya, integralisasi itu dapat diupayakan apabila IMM masih memiliki nilai sakralitasnya sendiri.

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Post Title

              Next Post

              Orkestra SMAMX Surabaya Dipuji Haedar Nashir

              InfoLain

              BeritaMu

              Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

              22/06/2026
              BeritaMu

              Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

              22/06/2026
              BeritaMu

              Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

              22/06/2026
              Next Post
              Orkestra SMAMX Surabaya Dipuji Haedar Nashir

              Orkestra SMAMX Surabaya Dipuji Haedar Nashir

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

                22/06/2026

                Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

                22/06/2026

                Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

                22/06/2026

                Mengabdi Tanpa Terbelah: Jalan Muhammadiyah Mencintai Indonesia

                22/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,505)
                • Hukum Islam (1,436)
                • Kabar PTMA (3,836)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Muhammadiyah Bangun Padepokan Tapak Suci sebagai Pusat Pembinaan Kader Bangsa

                22/06/2026

                Ratusan Warga Persyarikatan Gunungsitoli Hadiri Ceramah Abdul Mu’ti

                22/06/2026

                Ada 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

                22/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In