• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Ketua PWA Jateng : Jangan Selalu Meminta, Tapi Bagaimana Kita Bisa Memberi!

    Sabet Medali Emas, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Rajai Tenis Meja Muhammadiyah Games 2026

    Sinergi Lintas Sektor, Lazismu Jepara Hadirkan Mobil Operasional Berbasis Infaq Sampah

    Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

    Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

    Post Title

    Post Title

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Ketua PWA Jateng : Jangan Selalu Meminta, Tapi Bagaimana Kita Bisa Memberi!

      Sabet Medali Emas, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Rajai Tenis Meja Muhammadiyah Games 2026

      Sinergi Lintas Sektor, Lazismu Jepara Hadirkan Mobil Operasional Berbasis Infaq Sampah

      Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

      Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

      Post Title

      Post Title

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Ketua PWA Jateng : Jangan Selalu Meminta, Tapi Bagaimana Kita Bisa Memberi!

          Sabet Medali Emas, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Rajai Tenis Meja Muhammadiyah Games 2026

          Sinergi Lintas Sektor, Lazismu Jepara Hadirkan Mobil Operasional Berbasis Infaq Sampah

          Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

          Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

          Post Title

          Post Title

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Ketua PWA Jateng : Jangan Selalu Meminta, Tapi Bagaimana Kita Bisa Memberi!

            Sabet Medali Emas, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Rajai Tenis Meja Muhammadiyah Games 2026

            Sinergi Lintas Sektor, Lazismu Jepara Hadirkan Mobil Operasional Berbasis Infaq Sampah

            Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian

            Konferensi dan Silatnas Ulama Aisyiyah: Teguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Keumatan

            Post Title

            Post Title

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Paradoks: Salah Kaprah Memaknai Glorifikasi dan Kesederhanaan

              by
              16/09/2024
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Oleh: Laskar Badar Muhammad

              “Tempat paling berbahaya adalah tempat yang paling aman.”

              WartaTerkait

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Kalimat di atas merupakan contoh sederhana untuk mengerti bagaimana atau apa itu paradoks. Secara deduktif, paradoks dapat diartikan sebagai dua kondisi yang saling bertentangan namun menyimpulkan kebenaran. Jika diartikan dalam sebuah kalimat atau pernyataan maka premis pertama bertentangan dengan premis kedua atau sebaliknya. Yang mana kesimpulan di antara dua premis yang bertentangan tersebut mengandung sebuah kebenaran.

              Dalam kajian ilmu filsafat setidaknya paradoks terbagi menjadi lima macam. Dari lima paradoks tersebut terdapat substansi yang sama yaitu sebuah pertentangan yang mengandung kebenaran di dalamnya. Terkadang dalam ranah teologis paradoks seringkali digunakan oleh orang-orang penganut rasionalisme untuk mengkritisi eksistensi Tuhan. Misalnya Omnipotence Paradox yang di dalamnya mempertanyakan kemahakuasaan Tuhan. Namun tulisan ini bukan hendak membahas perdebatan itu.

              Dalam praktik kehidupan sehari-hari bisa jadi seseorang tanpa disadari melakukan atau menyatakan sesuatu yang paradoks. Misalnya dalam dunia sepak bola. Seringkali kita mendengar sebuah pernyataan dari para pundit bola, “pertahanan yang terbaik adalah menyerang.” Meskipun bertentangan namun pernyataan tersebut mengandung sebuah kebenaran. Misalnya lagi jika kita pernah mendengar pernyataan, “orang itu meskipun kaya tapi dia sederhana.”

              Memang dalam sisi tertentu terkadang kebenaran atas kesimpulan paradoks bersifat probabilitas. Artinya benar atau tidaknya kesimpulan paradoks tersebut tergantung bagaimana fakta berbicara. Namun perlu diingat bahwa sejarah keilmuan telah mencatat paradoks berguna untuk melatih berpikir kritis demi terungkapnya kebenaran yang sebenar-benarnya. Dengan kata lain paradoks adalah seni dalam menyampaikan atau menyimpulkan sebuah kebenaran.

              Paradoks Kesederhanaan

              Baru-baru ini Indonesia kedatangan tamu agung. Tamu itu adalah Yang Teramat Mulia Paus Franciscus. Bahkan pra-kedatangan Paus ke Indonesia saja media massa Indonesia sudah beramai-ramai membuat berbagai macam berita maupun opini yang isinya bersuka cita dan menyambut baik kedatangan Paus.

              Selama berada di Indonesia, Paus dengan beberapa agendanya seolah menyihir segenap masyarakat Indonesia. Efek sihir itu setidaknya bisa diketahui ketika kementrian agama menghimbau agar azan Maghrib di televisi seluruh Indonesia diganti dengan running text. Itu dikarenakan bertepatan dengan Misa Agung di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

              Efek sihir itu juga menimpa kalangan analisis dan cendekiawan. Mereka seperti sibuk memberikan puja-puji setinggi langit atas kedatangan Paus tersebut. Kedatangan Paus ke Indonesia seperti menebar berkah kepada seluruh bangsa Indonesia.

              Tak terkecuali salah satu yang menjadi headline adalah soal kesederhanaan Paus. Tak henti-hentinya kesederhanaan Paus ini dibicarakan oleh para analisis dan cendekiawan baik itu berupa tulisan maupun acara talk show di televisi. Seolah-olah memuji betapa sederhananya Paus Franciscus adalah respon yang paling tepat dan tak akan ada, atau tak boleh, atau tak pantas menentang pujian itu.

              Di tengah mayoritas pendapat mainstream itu rupanya terdapat pendapat anti-mainstream yang dikemukakan oleh A.S. Laksana. Dalam tulisannya A.S. Laksana menjelaskan ada paradoks kesederhanaan yang terjadi antara masyarakat Indonesia dengan kedatangan Paus. Bisa jadi pernyataan, “meskipun seorang Paus tapi dia sangat sederhana,” ini benar. Tapi ada paradoks dalam pernyataan itu.

              Paradoks itu diungkapkan oleh A.S. Laksana dalam tulisannya yang membahas soal penerbangan Paus. Tulisan itu menanggapi berita berjudul “Teladan Kesederhanaan” yang di dalamnya menceritakan kesederhanaan Paus. Hal itu tercermin dari pesawat yang digunakan oleh Paus dan rombongannya. Meskipun menggunakan pesawat komersial namun penerbangan itu disewa khusus oleh Paus dan rombongannya. Dengan kata lain penerbangan itu tetap istimewa dan tidak sama dengan penerbangan reguler biasa. Dari situlah bisa dipahami mengapa A.S. Laksana memberi judul pada tulisannya “Indonesia: Sebuah Bangsa yang Gila pada Kata Sederhana.”

              Tentu saja bukan tidak boleh kita memberikan pujian kepada Paus. Namun pujian buta pada seorang tokoh atau fenomena tertentu dapat mematikan daya kritis dan menempatkan diri pada lubang kekultusan. Yang terjadi setelahnya adalah fanatisme yang itu merupakan pangkal dari kebodohan berpikir. Sudah banyak contohnya, apalagi di Indonesia. Mustinya Indonesia mulai belajar agar tak lagi tertipu oleh figur yang menghiasi dirinya dengan kata sederhana, merakyat, wong cilik dan sebagainya. Maka paradoks diperlukan sebagai salah satu sarana untuk belajar.

              Paradoks Glorifikasi

              Tidak berbeda jauh, praktik yang sama juga sering dijumpai dalam persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai organisasi yang besar dan kaya, bukan tidak mungkin yang demikian itu menciptakan sihir bagi para warga persyarikatan. Dengan pola yang hampir sama, warga persyarikatan seolah tersihir dengan kebesaran organisasi Muhammadiyah. Efek sihir itu lambat laun mulai bergeser ke arah kultus individu yaitu kepada para pimpinan Muhammadiyah. Sehingga pernyataan apapun yang keluar dari mimbar pimpinan maka akan diterima bulat-bulat tanpa ada yang boleh menyelisihinya.

              Saat daya kritis itu mulai menipis di kalangan kader-kader Muhammadiyah maka yang ada dan terjadi setelahnya hanyalah sebaliknya yaitu puja-puji buta atau glorifikasi. Padahal berpikir kritis adalah indikator dari kemajuan yang mana itu adalah jargon agung bagi orang Muhammadiyah. Jika yang terjadi adalah menjunjung tinggi glorifikasi dan mengubur dalam-dalam kritisisme, maka kemajuan itu hanyalah semu dan tidak akan pernah sampai pada ranah kualitatif.

              Jika diamati lebih dalam, glorifikasi itu nyata-nyata mengandung paradoks. Saat hampir semua warga Muhammadiyah memuji organisasinya dengan berbagai macam pujian setinggi langit, di saat yang bersamaan masih banyak guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah “terjajah” oleh kata-kata “ikhlas ber-Muhammadiyah.” Masih banyak para pengasuh panti-panti asuhan Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang nasibnya sama sekali tak mencerminkan glorifikasi itu. Penulis adalah pengasuh panti asuhan ‘Aisyiyah, penulis sangat merasakan disparitas antara glorifikasi dan fakta lapangan yang begitu menganga tersebut.

              Disparitas yang terjadi itu kemudian seperti memisahkan antara dunia elit dan dunia akar rumput. Seolah dua entitas itu sama sekali tak ada kaitan dan hubungannya. Yang di atas tetap mengerjakan kegiatan elitisnya sedang yang di bawah tetap dengan segala keprihatinannya. Keduanya seperti jalan sendiri-sendiri dan saling membelakangi.

              Glorifikasi ini baiknya segera dikurangi syukur-syukur dihentikan. Lebih baik energi yang tadinya sibuk untuk menghadirkan puja-puji itu dialokasikan untuk fokus pada nasib guru-guru dan pengasuh-pengasuh di Muhammadiyah serta profesi-profesi lainnya yang masih minim perhatian dari pimpinan. Maka tak perlu lagi ada glorifikasi, jika kesejahteraan itu terpenuhi, itulah sejatinya keluhuran dan kemuliaan (glory) an sich. Begitu pula dengan apa yang disebut oleh A.S. Laksana soal kegilaan terhadap kata sederhana. Kegilaan itu juga perlu segera disudahi.

              Belakangan terungkap pula maksud dan tujuan yang sebenarnya dari kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Hal itu tak lepas dari propaganda barat yang terus-menerus melakukan penetrasi terhadap umat muslim global lewat Islamphobia-nya. Meskipun ini bukan hal baru dan sudah pernah ada di era George Bush, namun seiring berkembangnya zaman propaganda itu juga berkembang dan berubah menjadi propaganda gaya baru yang lebih halus dan lebih canggih tentunya.

              Maka bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika pikiran kritis umat muslim ditimbun begitu saja dan hilang terkena sihir propaganda terselubung tersebut. Belum lagi jika kita membahas soal betapa inferiornya bangsa kita baik dalam beragama maupun berbangsa. Mau sampai kapan sindrom-sindrom laten itu terus bercokol dalam hati dan pikiran kita? Sekali lagi mari segera kita sudahi semua itu.

              Jika tidak disudahi atau tak mau menyudahi maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua paradoks tersebut di atas memang sengaja diciptakan dan dipelihara untuk “menyihir?” Hati hati! Yang demikian itu bisa menjerumuskan kita pada sifat hipokrit yang mana menurut hadis Nabi SAW ciri-cirinya adalah apabila berkata berdusta, berjanji tapi mengingkari, dan suka berkhianat. Nauzubillah min dzalik.

              Tulisan dimuat sebelumnya oleh https://ibtimes.id/

              The post Paradoks: Salah Kaprah Memaknai Glorifikasi dan Kesederhanaan appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Persib Bandung vs PSIS

              Next Post

              Wow! PCM Bojongsari Tambah Anggota Pimpinan, Apa Dampaknya?

              InfoLain

              Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              26/04/2026
              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Next Post

              Wow! PCM Bojongsari Tambah Anggota Pimpinan, Apa Dampaknya?

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Melalui Beasiswa Atlet, Pemain Timnas Futsal Kuliah di UMSURA

                20/05/2026

                Koperasi Desa Merah Putih Harus Berbasis Partisipasi Aktif Anggota

                20/05/2026

                Haedar Nashir Tekankan Moderasi dan Multiperspektif dalam Riset PTMA

                20/05/2026

                Konferensi Nasional ‘Aisyiyah Dorong Lahirnya Ulama Perempuan Berkemajuan

                20/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,147)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,702)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Melalui Beasiswa Atlet, Pemain Timnas Futsal Kuliah di UMSURA

                20/05/2026

                Koperasi Desa Merah Putih Harus Berbasis Partisipasi Aktif Anggota

                20/05/2026

                Haedar Nashir Tekankan Moderasi dan Multiperspektif dalam Riset PTMA

                20/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In