Maminteh Sabalun Hanyuik: Sahabat Sejati Tidak Selalu Membenarkan
Oleh : Jufri
Dalam sebuah pepatah Minang ada ungkapan sederhana, “Maminteh sabalun hanyuik.” Artinya, menghalangi atau mencegah sebelum hanyut. Sebuah ungkapan yang mengandung pesan penting tentang kehati-hatian, kepedulian, dan tindakan pencegahan.
Dalam bahasa tindakan, kita mengenalnya sebagai langkah preventif. Mencegah sebelum sesuatu yang buruk terjadi tentu jauh lebih baik daripada sibuk mencari jalan keluar setelah semuanya terlanjur.
Prinsip ini sesungguhnya juga berlaku dalam persahabatan dan pertemanan. Sudah seharusnya orang-orang yang bersahabat saling mengingatkan. Jangan sampai persahabatan hanya menjadi ruang untuk saling membenarkan, memuji, dan mendukung semua tindakan, bahkan ketika sahabat sendiri sedang melakukan sesuatu yang keliru.
Apalagi ketika seorang sahabat sedang memegang kekuasaan atau jabatan. Justru pada saat seperti itulah keberanian untuk mengingatkan menjadi sangat penting. Sebab, kekuasaan sering kali menghadirkan banyak orang yang setuju, tetapi tidak selalu menghadirkan orang yang berani menyampaikan kebenaran.
Semua dipuji, semua dibenarkan, dan hampir tidak ada yang berani memberikan nasihat. Bukan karena semuanya benar, tetapi mungkin karena tidak semua orang memiliki keberanian mengambil risiko untuk berbeda pendapat.
Padahal, sahabat yang baik bukanlah mereka yang selalu membenarkan dan memuji. Sahabat yang baik adalah mereka yang tetap berani mengingatkan, bahkan mengkritisi, ketika melihat ada sesuatu yang tidak semestinya. Tentu saja kritik itu disampaikan dengan etika, adab, dan niat baik.
Ada hal yang juga perlu dipahami. Jika seseorang bersahabat, maka nasihat dan kritik sebaiknya disampaikan secara bijak di antara mereka, bukan dengan mempermalukan di hadapan umum. Begitu pula ketika kesalahan sudah terlanjur dilakukan, persahabatan seharusnya menjadi ruang untuk mencari jalan perbaikan, bukan justru memperbesar persoalan.
Namun, menjaga kehormatan sahabat bukan berarti menutupi kesalahan atau membenarkan sesuatu yang keliru. Ada perbedaan antara menjaga nama baik seseorang dan melindungi kesalahannya.
Kita perlu belajar bahwa loyalitas tidak sama dengan membenarkan segala sesuatu. Mengingatkan bukan berarti memusuhi, berbeda pendapat bukan berarti tidak setia, dan memberikan kritik bukan berarti merusak persahabatan.
Pada akhirnya, Maminteh sabalun hanyuik mengajarkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya ditunjukkan dengan kata-kata manis. Kepedulian juga membutuhkan keberanian untuk mencegah seseorang terjerumus lebih jauh.
Sebab, jangan sampai ketika sahabat kita mulai hanyut, kita justru sibuk memuji keindahan aliran airnya.
Sahabat sejati bukan hanya yang menemani ketika kita berada di puncak, tetapi juga yang berani mengingatkan ketika kita mulai melangkah ke arah yang salah.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni






