Bedah Buku di UMSU, Prof. Syamsul Arifin Kupas Etos Muhammadiyah di Era Digital
INFOMU.CO | Medan – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar bedah buku Muhammadiyah dan Gerakan Berkemajuan: Etos “Dinamis Berprinsip” di Era Digital karya Guru Besar Sosiologi Agama di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., di Auditorium, Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3, Medan, Sabtu (31/10).
Acara dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd diwakili Wakil Rektor bidang Sumber Daya dan Keuangan (SDK). Buku dibedah oleh dua narasumber yaitu Dekan FAI Assoc. Prof. Zailani, M.A., dan Ketua MUI Kota Medan Assoc. Prof. Dr. Hasan Matsum.
Wakil SDK Prof. Qorib menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran penulis Prof. Syamsul Arifin salah satu sosok akademisi yang telah memberikan pengaruh dalam perjalanan intelektualnya sejak menempuh pendidikan di Fakultas Ushuluddin pada 1995.
“Dalam beberapa bagian buku ini, terdapat kajian-kajian yang sangat luar biasa dan akan disampaikan oleh penulis. Semoga kegiatan ini sukses dan dapat memberikan inspirasi kepada kita semua.,” ujarnya.
Pada kesempatan ini. WR SDK juga menyampaikan sejumlah capaian UMSU dalam pemeringkatan perguruan tinggi, termasuk peringkat 445 berdasarkan pemeringkatan dari Jerman, serta predikat sebagai salah satu universitas Islam terbaik di dunia selama dua tahun berturut-turut.
Selain capaian akademik, UMSU terus melakukan pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Salah satunya melalui pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, termasuk program sarjana Farmasi, Keperawatan, dan Kebidanan.
Pengembangan tersebut juga didukung melalui akuisisi STIKes Indah yang selanjutnya akan ditransformasikan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan UMSU.
Ke depan, universitas juga mempersiapkan pengembangan rumah sakit pendidikan serta rumah sakit Muhammadiyah di kawasan Mandala Bypass.
Kemudian, Sang penulis Guru Besar Sosiologi Agama di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Syamsul emberikan apresiasi terhadap perkembangan UMSU yang dinilainya telah melampaui ekspektasi.
“Capaian UMSU, ada beberapa capaian yang sudah beyond, bahkan melampaui UMM dan kampus-kampus yang lain. Beyond of my expectations. Terima kasih, luar biasa,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa konsep dinamis berprinsip merupakan konstruksi pemikiran untuk menerangkan kemampuan Muhammadiyah dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai dasarnya, sekaligus merespons dinamika perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Menurutnya, Muhammadiyah mempunyai kemampuan adaptasi yang kuat tanpa harus melepaskan prinsip-prinsip normatif, etik, dan moral yang menjadi landasan gerakannya.
“Etos dinamis berprinsip merupakan sebuah konstruksi untuk menjelaskan kebertahanan dan dinamika Muhammadiyah,” ungkap Prof. Syamsul.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa Muhammadiyah memiliki daya tahan atau resilience dalam menghadapi berbagai perubahan. Kemampuan tersebut memungkinkan organisasi ini terus berkembang dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Menurutnya ada lima hal menarik yang menjadi bagian penting dari buku tersebut yaitu dari sisi proses kepenulisan, tema-tema kajian yang dihimpun dalam buku berpusat pada Muhammadiyah dan gerakan berkemajuan, buku tersebut merupakan refleksi perjalanan intelektual dan keagamaan penulis, konsep etos dinamis berprinsip menjadi gagasan utama dan proses penerbitan yang menggambarkan perjalanan sebuah naskah hingga akhirnya menjadi sebuah buku.
Sebelumnya, Wakil Dekan I FAI UMSU Assoc. Prof. Dr. Rizka Harfiani, M.Psi menyampaikan kegiatan ini digelar untuk membahas isi sebuah karya tulis sebagai ruang intelektual dalam membangun tradisi akademik, memperkuat literasi dan berpikir kritis khususnya dalam Kemuhammadiyahaan.
“Ini karya yang relevan untuk kita diskusikan. Kehadiran dua pembedah diharapkan memberikan gagasan kritis. Semoga buku ini dapat menjadi refrenshi bagi akademisi, aktivis dan mahasiswa,” ujarnya. (hms)






