• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

    Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

    Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

    Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

    Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

    Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

    Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

    Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

      Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

      Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

      Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

      Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

      Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

      Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

      Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

          Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

          Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

          Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

          Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

          Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

          Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

          Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

            Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

            Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

            Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

            Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

            Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

            Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

            Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Ekonomi Indonesia dan Jebakan Pengangguran: Membaca Ulang Ibnu Khaldun

              admin by admin
              14/10/2026
              in BeritaMu
              0
              Ekonomi Indonesia dan Jebakan Pengangguran: Membaca Ulang Ibnu Khaldun
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

               

              EKONOMI INDONESIA DAN JEBAKAN PENGANGGURAN: MEMBACA ULANG IBNU KHALDUN

              WartaTerkait

              PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

              Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

              Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

              Affan Al Quddus
              Affan Al Quddus

              Oleh: Affan Al Quddus, S.Sos., M.Si

              Data BPS 5 Mei 2026 seharusnya membuat kita lega. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke 4,68% (7,24 juta orang), ekonomi tumbuh 5,61% di Triwulan I-2026. Jumlah orang bekerja naik 1,9 juta menjadi 147,67 juta.

              Tapi ada angka lain yang tidak boleh kita lewatkan: 87,74 juta orang atau 59,4% pekerja Indonesia adalah pekerja informal. Hanya 59,93 juta yang formal. Artinya, pertumbuhan ekonomi kita belum menerjemahkan kesejahteraan.

              Fenomena ini sudah dijelaskan 600 tahun lalu oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah.

              Indonesia Terjebak di Antara Dua Umran.

              Ibnu Khaldun membagi peradaban menjadi “Umran Badawi” (masyarakat sederhana, bertani, subsisten) dan “Umran Hadari” (masyarakat maju, kota, industri, spesialisasi kerja).

              Indonesia hari ini berada di persimpangan itu. Secara statistik, penyerap tenaga kerja terbesar masih pertanian 28,78%, disusul perdagangan eceran 17,95 juta dan industri hanya 13,57 juta. Kita ingin menjadi negara industri Hadari dengan hilirisasi nikel dan ekonomi digital, tapi struktur tenaga kerja kita masih Badawi.

              Akibatnya, pengangguran terdidik meningkat di kota. Generasi muda tidak mau kembali ke desa, tapi industri manufaktur nasional kontribusinya turun dari 27% ke 18% terhadap PDB dalam 20 tahun terakhir, ini gejala deindustrialisasi dini.

              Ibnu Khaldun memandang: bahwa “Kemakmuran sebuah negara ditentukan oleh pembagian kerja (taqsim al-a’mal). Semakin maju pembagian kerja, semakin banyak lapangan kerja tercipta.”

              Ketika pembagian kerja kita mandek pabrik tidak tumbuh, jasa formal tidak tumbuh maka 87 juta orang terpaksa menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal.

              Melemahnya Asabiyah Ekonomi.

              Konsep inti Khaldun adalah “Asabiyah” solidaritas, kepercayaan, dan kohesi sosial yang mengikat masyarakat dengan negara.

              Mengapa 6 dari 10 pekerja Indonesia memilih informal? Karena Asabiyah ekonomi formal kita melemah.

              Pekerja tidak percaya perusahaan akan memberikan kontrak panjang. Pengusaha tidak percaya regulasi negara yang tumpang tindih. Rakyat tidak percaya skill mereka dihargai.

              Maka mereka keluar dari sistem. Khaldun sudah memperingatkan:
              “Apabila negara membebani rakyatnya dengan pajak dan peraturan yang memberatkan, maka semangat untuk bekerja akan hilang, dan mereka akan mencari penghidupan di luar jangkauan negara.”
              Sektor informal yang membengkak dari 86,58 juta (Feb 2025) menjadi 87,74 juta (Feb 2026) adalah bukti nyata dari hilangnya Asabiyah itu. Mereka bekerja, tapi di luar negara.

              Kurva Pajak Ibnu Khaldun: 600 Tahun Sebelum Laffer.

              Jauh sebelum ekonom modern menemukan Kurva Laffer, Ibnu Khaldun sudah menulis teori pajak:
              “Di awal kejayaan dinasti, tarif pajak rendah, tapi total penerimaan besar karena rakyat semangat bekerja. Di akhir dinasti, tarif pajak tinggi, tapi penerimaan kecil karena rakyat malas dan lari.”

              Ini relevan dengan APBN Indonesia hari ini. Rasio pajak kita masih 10,3% PDB, salah satu terendah di ASEAN. Pemerintah menaikkan tarif dan mengejar pajak, tapi jika lapangan kerja formal tidak tumbuh, basis pajak tidak akan pernah melebar.

              Penurunan TPT menjadi 4,68% juga perlu dibaca hati-hati. Penurunan itu sebagian besar ditopang program padat karya dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap tenaga dapur dan logistik bukan karena industri yang tumbuh permanen. Jika program berhenti, TPT bisa kembali naik.

              Jalan Keluar Ala Ibnu Khaldun untuk Indonesia: Pertama, Percepat Umran Hadari: Negara harus investasi besar pada sana’i (industri baru). Bukan hanya hilirisasi nikel di smelter, tapi hilirisasi skill. Anggaran bansos yang besar harus dialihkan 30% untuk BLK vokasi berbasis industri teknisi baterai, logistik cold chain, coder. Ini cara mengubah masyarakat Badawi menjadi Hadari.
              Kedua, Bangun Ulang Asabiyah: Pemerintah harus menjadi pemersatu, bukan pembebani. Bentuk dewan tripartit nasional yang permanen: Negara – Pengusaha, Pekerja. Permudah izin UMKM dari 11 hari menjadi 1 hari, beri insentif BPJS Ketenagakerjaan gratis 6 bulan bagi pekerja informal yang mau daftar formal. Jika kepercayaan pulih, orang akan mau masuk formal.
              Ketiga, Pajak Rendah, Pelayanan Tinggi: Ikuti rumus Khaldun. Jangan kejar tarif tinggi, tapi perluas basis wajib pajak dengan formalisasi 87 juta pekerja informal. Satu pekerja informal yang menjadi formal dengan upah Rp 3,5 juta akan memberikan kontribusi pajak dan BPJS jauh lebih besar daripada 10 kali razia pajak.

              Penutup:

              Ibnu Khaldun mengingatkan bahwa sebuah dinasti (Negara & Rezim Pemerintahan) runtuh bukan karena diserang musuh dari luar, tapi karena Asabiyah di dalamnya rapuh dan Umran-nya berhenti berkembang.
              Indonesia dengan pertumbuhan 5,61% sedang di puncak kejayaan dinasti. Apakah kita akan terus naik menjadi negara Hadari yang sejahtera dengan pekerjaan formal berkualitas, atau turun karena membiarkan 87 juta rakyatnya bekerja tanpa kepastian?

              Pengangguran 7,24 juta bukan sekadar statistik BPS. Dalam bahasa Khaldun, itu adalah cermin retaknya Asabiyah antara negara dan rakyatnya.

              *** Penulis: Dosen Fisip UMSU, Pemerhati Kebijakan Publik & Pemberdayaan Masyarakat.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Kabut Asap Selimuti Seluruh Wilayah Sumatera Utara

              Next Post

              Dosen UMSU, Cut Novita Menduniakan Bahasa Indonesia ke Warga USA

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

              14/10/2026
              BeritaMu

              Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

              14/10/2026
              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah
              BeritaMu

              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

              14/10/2026
              Next Post
              Dosen UMSU, Cut Novita Menduniakan Bahasa Indonesia ke Warga USA

              Dosen UMSU, Cut Novita Menduniakan Bahasa Indonesia ke Warga USA

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

                14/10/2026

                Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

                14/10/2026

                Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

                14/10/2026
                Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

                Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

                14/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,810)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,321)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

                14/10/2026

                Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

                14/10/2026

                Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

                14/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In