LazisMu Sumatera Utara Silaturahmi ke PDM dan LazisMu Kota Tebing Tinggi
INFOMU.CO | Tebing Tinggi — Silaturahmi menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam menjalankan amanah persyarikatan. Hal itulah yang dilakukan LazisMu Wilayah Sumatera Utara dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan LazisMu Kota Tebing Tinggi, Rabu malam Kamis, 7 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, Jalan Sisingamangaraja XII No. 47, Bandar Sono, Kota Tebing Tinggi.
Rombongan LazisMu Sumatera Utara dipimpin oleh Ketua LazisMu Sumatera Utara, Putrama Al Khair, bersama Ustadz Muhammad Irsyad, MA., Hendra Gunawan dan Taufik Chaniago.
Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Ketua PDM Kota Tebing Tinggi, Jufri, S.Pd.I., M.I.Kom., didampingi Wakil Ketua PDM Aidil, S.E., M.Si., Khairul Saleh Harahap, S.E., serta Ketua LazisMu Kota Tebing Tinggi Hamzah, S.H. dan Sekretaris LazisMu Kota Tebing Tinggi Fajru.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan menyamakan persepsi mengenai penguatan peran LazisMu di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, LazisMu Sumatera Utara menyampaikan sejumlah program kerja yang akan terus dilaksanakan, termasuk persiapan dalam menyambut sekaligus ikut menyemarakkan dan menyukseskan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-49 tahun 2027 di Sumatera Utara.
Muhammadiyah sejak awal juga dikenal sebagai gerakan filantropi, sebuah gerakan yang tidak hanya berbicara tentang dakwah dalam pengertian verbal, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial dalam bentuk nyata. Semangat memberi, membantu, memberdayakan dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan panjang Muhammadiyah.
Dalam konteks itulah LazisMu memiliki posisi yang strategis. Zakat, infak dan sedekah bukan sekadar dana yang dihimpun, tetapi merupakan amanah umat yang harus dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Muktamar bukan hanya agenda organisasi lima tahunan. Ia juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bagaimana Muhammadiyah hadir memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam konteks inilah LazisMu memiliki ruang pengabdian yang sangat strategis, terutama melalui pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang profesional, amanah dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam silaturahmi tersebut, semua pihak sepakat untuk terus meningkatkan peran LazisMu dalam membantu warga dan masyarakat yang membutuhkan. Zakat, infak dan sedekah tidak cukup hanya dipahami sebagai aktivitas penghimpunan dana, tetapi harus dikelola menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan kemanfaatan dan pemberdayaan.
Karena itu, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama. LazisMu harus terus menjaga amanah, transparansi, akuntabilitas dan profesionalitas dalam setiap proses penghimpunan maupun pendistribusian dana umat.
Di sisi lain, penguatan komunikasi antara LazisMu Wilayah dan LazisMu Daerah juga menjadi bagian penting dari hasil silaturahmi tersebut. Komunikasi yang baik akan membuat program tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling menguatkan antara wilayah, daerah dan pimpinan persyarikatan.
Bagi Muhammadiyah, kekuatan organisasi bukan hanya terletak pada struktur, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi, kolaborasi dan sinergi. Sebab, sebesar apa pun program yang dirancang, tanpa komunikasi yang baik akan sulit memberikan dampak yang maksimal.
LazisMu sebagai salah satu instrumen filantropi Muhammadiyah tentu memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar. Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, LazisMu dituntut untuk hadir bukan hanya ketika terjadi musibah, tetapi juga dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Silaturahmi di Tebing Tinggi ini menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar tersebut. Dari daerah, komunikasi diperkuat. Dari wilayah, program disinergikan. Dari persyarikatan, dukungan terus diberikan.
Pada akhirnya, zakat, infak dan sedekah bukan sekadar angka yang terkumpul, tetapi amanah yang harus kembali kepada umat dalam bentuk kemanfaatan. Di sinilah semangat filantropi Muhammadiyah menemukan maknanya: mengubah kepedulian menjadi gerakan dan mengubah gerakan menjadi kebermanfaatan.
Semoga komunikasi dan sinergi antara LazisMu Wilayah Sumatera Utara, LazisMu Kota Tebing Tinggi dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi semakin kuat. Apalagi menjelang Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027, semangatnya bukan sekadar menyukseskan sebuah agenda besar, tetapi bagaimana Muhammadiyah semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. (juf)




