• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

    Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

    PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

    Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

    UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

    Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

      Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

      PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

      Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

      UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

      Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

        Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

          Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

          PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

          Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

          UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

          Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

            Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

            PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

            Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

            UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

            Korupsi Massal Pejabat Sumut: 13 Kadis Terjerat Hukum, Pengamat Sentil Budaya Setoran

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

              Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

              admin by admin
              20/08/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

              Oleh : Ustadz Fauzan Muhammadi, Lc., LL.M., Ph.D.

              Kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Data mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan bahwa rumah, yang semestinya menjadi tempat paling aman, dalam sejumlah kasus justru berubah menjadi ruang yang menimbulkan penderitaan. Keadaan ini menuntut perenungan mendalam, terutama bagi masyarakat Indonesia yang menempatkan agama sebagai salah satu landasan kehidupan. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memberi tuntunan tentang cara membangun keluarga yang bermartabat, penuh kasih sayang, dan terbebas dari kekerasan.

              WartaTerkait

              Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

              PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

              Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

              UMSU: Memimpin untuk Bermanfaat, Tumbuh dari Generasi ke Generasi

              Secara prinsip, setiap bentuk kekerasan yang merugikan orang lain ataupun diri sendiri tidak dapat dibenarkan dalam Islam. Kekerasan terhadap pasangan maupun anak bertentangan dengan tujuan pembentukan keluarga. Rumah tangga merupakan organisasi sosial paling kecil, tetapi memiliki peran yang sangat besar. Di dalam keluargalah manusia dibina, karakter ditumbuhkan, dan generasi yang kelak membangun masyarakat dipersiapkan. Karena itu, keluarga tidak boleh menjadi tempat berseminya ketakutan, penghinaan, dan tindakan sewenang-wenang. Keluarga harus menjadi ruang pendidikan, perlindungan, serta pertumbuhan bersama.

              Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sesungguhnya perlu dimulai sebelum seseorang memasuki pernikahan. Keputusan untuk menikah tidak semestinya lahir dari sikap coba-coba, dorongan sesaat, atau anggapan bahwa perkawinan hanyalah tahapan hidup yang dapat dijalani tanpa persiapan. Pernikahan dimulai dengan akad yang kukuh dan sarat tanggung jawab. Oleh sebab itu, ucapan penerimaan dalam akad nikah bukanlah kata-kata sederhana, melainkan pernyataan kesiapan untuk memikul amanah kehidupan bersama.

              Pendidikan pranikah menjadi salah satu ikhtiar penting untuk mencegah konflik yang kelak berkembang menjadi kekerasan. Calon suami dan istri perlu memahami tujuan perkawinan, hak dan kewajiban masing-masing, cara berkomunikasi, pengelolaan emosi, pembagian peran, serta penyelesaian konflik. Jika sebuah usaha saja memerlukan perencanaan yang matang, kehidupan pernikahan yang diharapkan berlangsung sebagai ibadah sepanjang hayat tentu lebih membutuhkan persiapan lahir dan batin.

              Maraknya pemberitaan mengenai kekerasan dalam rumah tangga dapat menimbulkan ketakutan untuk menikah. Ketakutan itu perlu disikapi secara bijak. Pernikahan bukan sesuatu yang harus dijauhi hanya karena terdapat berbagai kasus buruk di dalam masyarakat. Laki-laki dan perempuan pada dasarnya saling membutuhkan dan dapat saling melengkapi. Yang diperlukan bukan membangun rumah tangga di atas kecemasan, melainkan memasuki pernikahan dengan pengetahuan, kesiapan, kesadaran, dan niat untuk berjalan bersama. Kekurangan pasangan dilengkapi, sedangkan persoalan yang muncul dihadapi sebagai tanggung jawab bersama.

              Memperlakukan Pasangan Secara Patut

              Landasan penting hubungan suami istri ditegaskan Allah dalam Surah al-Nisā’ ayat 19:

              وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

              “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS. al-Nisā’ [4]: 19)

              Perintah untuk bergaul secara makruf menuntut hadirnya sikap baik, adil, santun, dan menghormati martabat pasangan. Kepemimpinan laki-laki dalam keluarga tidak boleh dipakai sebagai pembenaran untuk melakukan kekerasan. Tanggung jawab seorang suami justru mengharuskannya menjadi pelindung, pemberi rasa aman, dan pihak yang paling sungguh-sungguh menjaga keluarganya.

              Keteladanan Nabi Muhammad saw. memperlihatkan bahwa keluhuran seorang suami tidak diukur dari kemampuannya menguasai atau menundukkan anggota keluarga, melainkan dari akhlaknya dalam memperlakukan mereka. Apabila Rasulullah saw. tidak menjadikan kekerasan sebagai cara membina keluarga, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk merasa berhak melampaui keteladanan beliau. Kekuasaan dalam rumah tangga bukanlah hak untuk menyakiti, melainkan amanah untuk melindungi dan membimbing.

              Komunikasi dan Kesediaan untuk Saling Memahami

              Setelah menikah, suami dan istri akan mengenal sisi-sisi pasangan yang sebelumnya mungkin belum terlihat. Kehidupan bersama membuat kebiasaan, kelemahan, harapan, dan cara berpikir masing-masing semakin terbuka. Perbedaan yang muncul tidak seharusnya dijadikan alasan untuk merendahkan pasangan. Perbedaan perlu disikapi dengan komunikasi dan kesediaan untuk saling memahami.

              Komunikasi yang baik tidak selalu diwujudkan melalui pembicaraan yang rumit. Kesediaan suami membantu pekerjaan istri, perhatian istri ketika suami pulang bekerja, senyum, sapaan yang lembut, dan sikap tidak gengsi untuk meminta maaf dapat menurunkan ketegangan. Tindakan sederhana semacam itu merupakan bagian dari pemeliharaan hubungan. Sebaliknya, sikap saling menuntut, menutup diri, dan merasa paling benar dapat memperbesar persoalan yang sebenarnya masih dapat diselesaikan.

              Rumah tangga bukan keadaan yang langsung selesai setelah akad. Ia merupakan proses pertumbuhan. Suami dan istri sama-sama belajar menjadi pasangan, kemudian belajar menjadi orang tua. Anak-anak pun tumbuh dengan belajar menghormati orang tua dan anggota keluarga lainnya. Proses tersebut memerlukan hubungan timbal balik. Setiap anggota keluarga perlu memperoleh kesempatan untuk berbicara, didengarkan, dipahami, dan diperbaiki tanpa kekerasan.

              Mengelola Tekanan Ekonomi dan Perubahan Kehidupan

              Kekerasan dalam rumah tangga dapat dipicu oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang kerap terlihat ialah tekanan ekonomi. Kesulitan memperoleh pekerjaan, pendapatan yang terbatas, ketimpangan penghasilan antara suami dan istri, atau beban kebutuhan keluarga dapat meningkatkan ketegangan. Namun, persoalan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan. Tekanan tersebut harus dihadapi melalui keterbukaan, musyawarah, pengendalian diri, serta pembagian tanggung jawab yang disepakati bersama.

              Suami dan istri perlu melihat ikhtiar masing-masing secara adil. Ketika seorang suami telah berusaha mencari nafkah, tetapi penghasilannya belum mencukupi, keadaan itu memerlukan dukungan dan pencarian jalan keluar bersama. Demikian pula ketika istri ikut bekerja atau memperoleh penghasilan lebih besar, keadaan tersebut tidak semestinya menjadi sumber penghinaan maupun persaingan. Rezeki keluarga harus dipandang sebagai amanah yang dikelola bersama, bukan alat untuk menguasai pasangan.

              Selain tekanan ekonomi, perubahan fisik juga dapat menguji kehidupan rumah tangga. Daya tarik jasmani yang kuat pada awal pernikahan tidak selalu bertahan dalam bentuk yang sama. Usia, penyakit, kelelahan, kehamilan, dan berbagai perubahan kehidupan dapat memengaruhi penampilan seseorang. Pada titik inilah cinta perlu bertumbuh dari ketertarikan fisik menuju kasih sayang yang lebih matang.

              Keluarga Muslim diarahkan untuk membangun kehidupan yang sakinah, mawaddah, dan raḥmah. Mawaddah dapat tampak melalui cinta dan ketertarikan yang kuat, sedangkan raḥmah menghadirkan kasih sayang yang tetap hidup ketika keadaan fisik, ekonomi, dan kemampuan pasangan berubah. Pada tahap ini, hubungan tidak lagi hanya bertumpu pada rupa atau kesenangan, tetapi pada hati, akhlak, adab, kesetiaan, dan kepedulian. Karena itulah agama ditempatkan sebagai pertimbangan utama dalam memilih pasangan: kualitas keberagamaan diharapkan melahirkan tanggung jawab moral ketika kehidupan tidak lagi berjalan sesuai bayangan awal.

              Keluarga sebagai Ruang Belajar Sepanjang Hayat

              Upaya mencegah kekerasan membutuhkan kemauan untuk terus belajar. Suami perlu belajar memahami istri dan anak-anak. Istri perlu belajar memahami suami dan perkembangan anak-anak. Orang tua perlu mengajarkan penghormatan kepada anak tanpa merendahkan martabat mereka. Belajar dalam keluarga bukan hanya mengikuti pendidikan formal, melainkan kesediaan mengevaluasi perilaku, memperbaiki komunikasi, mengendalikan amarah, dan mencari pertolongan ketika masalah tidak dapat diselesaikan sendiri.

              Bagi mereka yang belum menikah, edukasi pranikah hendaknya dicari tanpa rasa malu. Kehidupan pernikahan tidak hanya berisi keindahan, tetapi juga amanah, tantangan, dan persoalan yang membutuhkan kecakapan. Bagi mereka yang telah berkeluarga, proses belajar tidak boleh berhenti. Konsultasi kepada orang yang kompeten, pendampingan keluarga, serta keterbukaan menerima nasihat dapat menjadi jalan untuk mencegah konflik berkembang menjadi kekerasan.

              Pada akhirnya, rumah tangga yang terbebas dari kekerasan tidak lahir hanya dari harapan. Ia dibangun melalui niat yang benar, kesiapan sebelum menikah, pergaulan yang makruf, komunikasi yang sehat, pengelolaan tekanan hidup, dan kesediaan bertumbuh bersama. Pernikahan bukan arena untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa, melainkan jalan panjang untuk saling menjaga dan menyempurnakan. Di dalam rumah yang demikian, pasangan memperoleh ketenteraman, anak-anak tumbuh dengan rasa aman, dan keluarga benar-benar menjalankan perannya sebagai fondasi masyarakat yang beradab. (tabligh)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

              Next Post

              Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

              20/08/2026
              BeritaMu

              PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

              20/08/2026
              BeritaMu

              Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

              20/08/2026
              Next Post

              Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

                20/08/2026

                Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

                20/08/2026

                PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

                20/08/2026

                Laporan Ungkap Separuh Lebih Warga Israel yang Eksodus Menolak Kembali

                20/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,151)
                • Hukum Islam (1,632)
                • Kabar PTMA (4,107)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Digitalisasi Muhammadiyah Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Transformasi Nalar

                20/08/2026

                Membangun Rumah Tangga Tanpa Kekerasan

                20/08/2026

                PP Muhammadiyah Beri Catatan Strategis atas Arah Pengembangan Majelis Tabligh 2027–2032

                20/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In