Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginisiasi penyatuan seluruh media yang bernaung di bawah persyarikatan melalui program bertajuk “Wujudkan Newsroom MPI”.
Tujuan utama dari gagasan ini adalah menyatukan seluruh kekuatan media afiliasi Muhammadiyah di Indonesia agar bisa berkolaborasi secara rapi dalam satu wadah keredaksian yang sama.
Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Ismail Fahmi, Ph.D., memaparkan rencana tersebut di hadapan peserta Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah #3.
Acara tersebut diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada hari Rabu (12/8/2026).
Pemaparan ini didasari oleh kebiasaan lama di mana ratusan situs berita daerah, media pendidikan seperti sekolah dan kampus (PTMA), serta lembaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) masih bekerja masing-masing.
Keadaan yang tidak menyatu ini membuat kekayaan informasi milik Muhammadiyah menjadi terpecah. Imbasnya, informasi tersebut kesulitan bersaing di tingkat nasional dan kurang terbaca oleh sistem kecerdasan buatan (AI).
Dalam penjelasannya, Ismail Fahmi menyoroti kekuatan besar yang tersebar di banyak wilayah namun belum terhubung dengan baik. Menurutnya, kehadiran Newsroom MPI akan mengumpulkan seluruh potensi keredaksian tersebut.
Ia meyakini bahwa lewat ruang redaksi bersama ini, setiap tulisan lokal dapat diramu dengan standar mutu yang tinggi dan disebarluaskan dengan jangkauan yang jauh lebih luas ke seluruh penjuru jaringan.
Lebih lanjut, sistem keredaksian gabungan ini nantinya akan berpusat pada tiga tugas pokok:
- Pengumpulan dan Penyaluran Tulisan secara Bersamaan: Berita, tulisan bernilai ilmu, serta kajian agama yang dibuat di berbagai wilayah akan didata secara otomatis dan langsung disebarkan lewat sebuah pusat berita tingkat nasional.
- Penyediaan Data untuk Teknologi AI: Ruang redaksi gabungan ini dirancang sebagai penyedia pasokan data dengan sasaran 700.000 artikel. Langkah ini diambil agar pandangan mengenai Islam Berkemajuan dapat dikenali dan dijadikan pedoman utama oleh berbagai mesin cerdas, seperti ChatGPT, Perplexity, maupun Google AI.
- Penjagaan Mutu dan Pemeriksaan Kebenaran Berita: Guna memastikan bahwa seluruh karya penulisan dapat dipercaya dan tepat kebenar



