WARTAPTM.ID, MALANG — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menjadi wirausaha muda yang tangguh, mandiri, dan beretika dalam menghadapi dinamika dunia usaha.
Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum pada rangkaian Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI PTMA), Jumat (17/7/2026), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kuliah umum ini diikuti dengan antusias oleh para studentpreneur yang membawa 49 unit usaha dalam tujuh kategori, mulai dari kuliner siap saji, kuliner kemasan, fashion, craft, jasa digital, jasa non-digital, hingga budidaya.
Dalam pemaparannya, Amran menyoroti mentalitas wirausaha pemula yang kerap dihantui rasa takut rugi serta kecenderungan mengandalkan harapan tanpa diiringi kerja keras.
“Usaha itu adalah ikhtiar. Jangan hanya berharap dari doa tanpa kerja keras. Jangan takut rugi, karena itu bagian dari proses menjadi pengusaha yang tangguh,” tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa untuk membangun kemandirian sejak dini, termasuk berani merintis usaha untuk menopang biaya pendidikan. Menurutnya, mental meminta harus diubah menjadi mental produktif.
“Jangan biasakan membuat proposal untuk meminta dana. Bekerjalah dan hasilkan. Banyak orang sukses bukan karena latar belakang pendidikan tinggi, tetapi karena ketangguhan dan keuletannya,” ujarnya.
Lebih jauh, Amran mengibaratkan proses menjadi pengusaha seperti seorang prajurit yang ditempa melalui latihan panjang dan penuh tantangan.
Seorang prajurit, katanya, harus berlatih berkali-kali, menghabiskan ribuan peluru, serta melewati berbagai simulasi berat hingga memiliki insting yang tajam. Hal serupa juga berlaku dalam dunia usaha.
“Kalau Anda terbiasa terlatih rugi lima tahun, sepuluh tahun, begitu untung, itu Anda untung sampai anak cucumu. Dan guru terbaikmu adalah rugi,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan yang dibangun melalui proses panjang akan menghasilkan fondasi usaha yang jauh lebih kuat dibandingkan keuntungan instan. Pengalaman menghadapi kerugian justru menjadi ruang belajar untuk membaca pasar, mengelola risiko, membangun jejaring, hingga menjaga keberlanjutan bisnis.
Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian Studentpreneur Bootcamp 2026 yang mengusung tema “Entrepreneurial Mindset & Business Networking: Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”, yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di UMM dan Taman Rekreasi Sengkaling, Malang.
Ketua MCEBI PTMA, Endang Rudiatin, menegaskan bahwa bootcamp ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus penguatan kapasitas bisnis mahasiswa.
“Melalui tagline Becoming Muslimtechnopreneur, kami ingin membekali mahasiswa dengan sense of business yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menilai pesan yang disampaikan Menteri Pertanian sejalan dengan visi kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berdaya saing.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausahawan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya juang tinggi untuk menjawab tantangan di sektor strategis, terutama ketahanan pangan dan energi.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses inkubasi bisnis yang terus dikembangkan UMM bersama MCEBI PTMA.
“Ini akan menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus menanamkan tekad kuat dalam melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru bagi bangsa melalui program inkubasi,” ujarnya.
Melalui Studentpreneur Bootcamp, Muhammadiyah terus meneguhkan perannya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi, beretika, dan berkemajuan dalam bingkai dakwah Islam.
The post Mentan RI Dorong Mahasiswa PTMA Jadi Wirausaha Tangguh dan Beretika appeared first on Warta PTM.





