PWMJATENG.COM, JEPARA – Puskesmas Keling 1 membeberkan fakta mengejutkan mengenai kebiasaan merawat diri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di SMP Muhammadiyah Keling. Tenaga medis mengingatkan bahwa kebiasaan membersihkan telinga dengan korek kuping kapas justru memicu risiko medis yang serius bagi siswa.
Kepala Puskesmas Keling 1, Dr. Cosmas, hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026). Di hadapan puluhan siswa baru di ruang kelas VII, ia mengupas tuntas tema kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Materi ini spontan menarik perhatian peserta karena menyangkut kebiasaan yang selama ini dianggap sepele.
Memicu Kerusakan Gendang Telinga
Dr. Cosmas menjelaskan bahwa banyak orang keliru menganggap korek kapas sebagai alat pembersih terbaik. Sebaliknya, bahaya penggunaan cotton bud mengintai jika masyarakat menggunakannya terlalu sering, bahkan sampai dua kali sehari.
“Penggunaan kapas pembersih berulang kali justru mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam,” kata Dr. Cosmas di Jepara.
Dorongan mekanis tersebut membuat serumen menumpuk dan mengeras di dekat gendang telinga. Kondisi ini lambat laun menurunkan kualitas pendengaran siswa secara drastis.
Selain risiko penyumbatan, gesekan kapas pada dinding saluran kuping rentan memicu luka mikro. Luka kecil inilah yang menjadi pintu masuk bakteri dan jamur penyebab infeksi telinga luar atau otitis eksterna. Pada kasus yang lebih fatal, tusukan yang terlalu dalam dapat merobek gendang telinga secara permanen.
Sebenarnya, organ pendengaran manusia memiliki mekanisme pembersihan alami atau self-cleaning. Kotoran akan keluar dengan sendirinya berkat gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah makanan. Oleh karena itu, edukasi ini menekankan agar siswa menghindari bahaya penggunaan cotton bud demi menjaga kesehatan pendengaran jangka panjang.
Kolaborasi Edukasi Gaya Hidup Sehat
Pihak sekolah sengaja menggandeng tenaga medis lokal untuk menghadirkan MPLS yang lebih aplikatif dan berbobot. Panitia menilai kesiapan belajar siswa baru harus berjalan selaras dengan pemahaman mereka tentang kesehatan fisik.
Selain memaparkan cara membersihkan telinga yang benar, Dr. Cosmas juga mengajarkan prinsip kebersihan personal lainnya. Siswa mendapatkan panduan praktis mencuci tangan secara higienis dan tips membangun pola hidup bersih sejak dini.
Melalui program interaktif ini, SMP Muhammadiyah Keling berharap para peserta didik baru dapat menerapkan kebiasaan positif tersebut di rumah. Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak agen perubahan yang menularkan gaya hidup sehat ke lingkungan keluarga.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Al-Afasy
The post Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling appeared first on Muhammadiyah Jateng.



