WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menjajaki kolaborasi riset dan akademik bersama Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang.
Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan akademik delegasi KIT yang dipimpin Prof. Dr. Shin-Ichi Miyazato ke Kampus Unismuh Makassar, Rabu (1/7/2026), yang dikemas dalam kuliah tamu dan diskusi strategis.
Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kemitraan internasional yang berdampak nyata bagi sivitas akademika.
“Kehadiran delegasi dari Kanazawa Institute of Technology merupakan peluang berharga untuk belajar dari pengalaman global, terutama dalam bidang teknologi, pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara Unismuh Makassar dan KIT Jepang telah memiliki fondasi yang kuat melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 2023 yang berlaku hingga 2028. Sejak saat itu, kolaborasi kedua institusi terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik.
Ia menyebut, kemitraan tersebut telah menghadirkan kuliah tamu internasional, diskusi riset, hingga keterlibatan mahasiswa dalam program global seperti Sakura Science Program.
“Kerja sama ini harus terus dikembangkan agar memberikan dampak langsung, terutama bagi mahasiswa dan dosen dalam memperoleh pengalaman akademik lintas negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rakhim menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu prioritas strategis Unismuh Makassar dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi bereputasi internasional, Unismuh berupaya mendorong penguatan riset bersama, publikasi ilmiah, mobilitas akademik, hingga program pertukaran dosen dan mahasiswa.
“Kami percaya, kemitraan ini bukan hanya kunjungan, tetapi tonggak penting dalam membangun kerja sama jangka panjang yang produktif,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Shin-Ichi Miyazato memperkenalkan model pendidikan yang dikembangkan di KIT Jepang yang menekankan pendekatan engineering design. Menurutnya, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi masalah nyata dan merancang solusi yang aplikatif melalui proses pembelajaran berbasis proyek.
Ia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk riset bersama dan pengembangan program akademik lintas negara.
“Kami ingin berkolaborasi, bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam penelitian yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Selain itu, diskusi juga mengemuka terkait peluang pengembangan program double degree dan skema mobilitas akademik, seperti model pembelajaran lintas negara.
Unismuh Makassar juga menawarkan penguatan kerja sama dalam bidang bahasa Jepang sebagai bagian dari persiapan mahasiswa untuk studi dan magang internasional.
Di sisi lain, isu lingkungan turut menjadi perhatian bersama. Kedua institusi melihat peluang kolaborasi dalam riset dan pengabdian terkait pengelolaan lingkungan, perubahan perilaku, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Bagi Unismuh Makassar, pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperluas jejaring global sekaligus menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Kerja sama yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berkembang menjadi program konkret yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Internasionalisasi yang berlandaskan kolaborasi dan kebermanfaatan tersebut menjadi langkah penting bagi Unismuh Makassar untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
The post Unismuh Makassar Perkuat Internasionalisasi, Jajaki Kolaborasi Riset dengan Kampus Jepang appeared first on Warta PTM.




