WARTAPTM.ID, BANDUNG – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Arief Permadi, mengingatkan pentingnya peran pers mahasiswa untuk tidak hanya terjebak pada liputan kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan karya jurnalistik yang bernilai, mendalam, dan mencerahkan.
Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan kepada pengurus baru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bewara di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Selasa (30/06/2026).
Menurut Arief, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap jurnalistik secara signifikan. Berbagai platform media sosial kini menjadi ruang baru dalam penyebaran informasi, mulai dari video pendek, infografis, hingga konten multimedia yang disajikan melalui TikTok, Instagram, YouTube, dan platform lainnya.
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pers mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menyajikan informasi yang menarik dan relevan,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa inovasi dalam penyajian tidak boleh mengabaikan prinsip dasar jurnalistik. Baginya, jurnalisme tetap berakar pada komitmen untuk menyampaikan kebenaran dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Prinsip jurnalistik adalah mengabarkan kebenaran. Informasi yang benar semestinya membawa kebaikan. Jika justru menimbulkan persoalan, berarti ada yang keliru dalam prosesnya,” tegasnya.

Arief juga menyoroti kecenderungan karya pers mahasiswa yang masih didominasi oleh liputan kegiatan seremonial. Ia menilai, pola tersebut perlu diubah agar pers mahasiswa tidak hanya menjadi dokumentator kegiatan, tetapi juga mampu menggali isu, menemukan sudut pandang, dan menghadirkan informasi yang memiliki nilai berita.
Menurutnya, kepekaan terhadap isu dan kemampuan mengolah sudut pandang menjadi kunci agar karya jurnalistik dapat memberikan edukasi sekaligus manfaat bagi pembaca.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa perkembangan media digital telah menghapus batas antara media besar dan media kecil. Semua media kini berada dalam ruang kompetisi yang sama, sehingga kualitas konten menjadi penentu utama kepercayaan publik.
“Siapa pun bisa memproduksi informasi, tetapi tidak semua mampu menghadirkan kualitas. Di sinilah pentingnya profesionalisme dan integritas,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, ia mendorong LPM Bewara untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, menurutnya, dapat dilakukan melalui pelatihan jurnalistik, diskusi, bedah karya, hingga evaluasi rutin.
Ia menegaskan bahwa proses belajar yang konsisten akan membentuk pers mahasiswa yang adaptif, kritis, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menutup arahannya, Arief menyampaikan harapan agar kepengurusan baru LPM Bewara dapat membawa organisasi tersebut menjadi media kampus yang lebih profesional, kreatif, dan berintegritas.
“Pers mahasiswa harus mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, beretika, dan memberi dampak positif, tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
The post Pers Mahasiswa Jangan Sekadar Meliput Seremonial, Harus Hadirkan Nilai dan Kebenaran appeared first on Warta PTM.




