PWMJATENG.COM, Boyolali — Hari Tasyrik terakhir menjadi momentum berharga bagi ratusan siswa di Boyolali untuk belajar melatih kepedulian sosial. SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono memanfaatkan momen ini untuk memperkuat pendidikan karakter anak melalui penyembelihan lima ekor kambing kurban di lingkungan sekolah.
Kegiatan edukatif tersebut berlangsung meriah sekaligus khusyuk. Pihak sekolah sengaja melibatkan para murid secara langsung agar mereka dapat memahami esensi berbagi dan nilai keikhlasan secara nyata sejak usia belia.
Kolaborasi Latihan Kurban Siswa dan Mahasiswa
Ketua Panitia Kurban, Habibi Nur Rahman, S.Pd., menjelaskan detail asal seluruh hewan kurban tersebut. Sebanyak empat ekor kambing merupakan hasil patungan latihan kurban siswa yang dikumpulkan secara sukarela. Sementara itu, satu ekor kambing lainnya merupakan donasi dari salah satu wali murid sekolah setempat.
Penyelenggaraan kegiatan tahun ini juga terasa semakin istimewa berkat kehadiran elemen eksternal kampus. Sebanyak 12 mahasiswa PPL dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terjun langsung membantu panitia. Para mahasiswa ini mendampingi anak-anak mulai dari proses penyembelihan, penimbangan, hingga pendistribusian daging kepada masyarakat.
“Semoga ibadah ini menjadi sarana pendidikan karakter anak yang sukses menanamkan sifat empati dalam diri mereka,” ujar Habibi saat mengawasi jalannya pemotongan daging.
Belajar Makna Idul Adha Lewat Lomba Edukatif
Tidak sekadar menonton proses penyembelihan, para siswa juga mengasah kreativitas mereka melalui berbagai agenda menarik lainnya. Panitia telah menyiapkan serangkaian perlombaan Islami yang bernilai edukasi tinggi di dalam kelas.
Siswa kelas rendah hingga kelas tinggi tampak antusias mengikuti lomba membuat kaligrafi serta menyusun puzzle edukatif bertema haji. Melalui aneka permainan ini, para guru dapat menyisipkan pemahaman tentang makna Idul Adha dengan cara yang menyenangkan. Pola pendekatan visual tersebut terbukti efektif membuat anak lebih cepat menyerap nilai-nilai keagamaan.
Membangun Nilai-Nilai Keimanan Sejak Dini
Kepala SD Muh PK Banyudono, Pujiono, menegaskan bahwa ibadah kurban di sekolah memiliki esensi filosofis yang sangat dalam. Kegiatan ini menjadi instrumen penting bagi guru untuk menanamkan nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Pihak sekolah ingin anak-anak meneladani ketulusan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah agama. Melalui aksi berbagi daging ini, sekolah berharap kompetensi sosial murid dapat tumbuh seimbang dengan kompetensi spiritualnya. Hasil akhir dari proses panjang ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang bertauhid kokoh serta peduli terhadap sesama manusia.
Kontributor: Pujiono
Editor: Ayma
The post Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini: Cara SD Muh PK Banyudono Tanamkan Jiwa Kurban Lewat Aksi Nyata appeared first on Muhammadiyah Jateng.



