PWMJATENG.COM, Surakarta — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berinovasi dalam menyambut era kedokteran gigi modern. Mereka membekali para mahasiswa dan dosen dengan teknologi mutakhir melalui Kuliah Umum bertajuk “Digital Smile Design: Integrasi Estetika, Fungsi, dan Teknologi”.
Langkah edukatif yang berlangsung secara daring ini bertujuan mempersiapkan calon dokter gigi agar adaptif terhadap perkembangan zaman. Pihak kampus menilai integrasi teknologi digital menjadi kunci utama untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang presisi dan berpusat pada kenyamanan pasien.
Mengubah Cara Berpikir Lewat Filosofi DSD
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan spesialis konservasi gigi, drg. Erlian Septiana Sari, Sp.KG, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Erlian menjelaskan bahwa Digital Smile Design (DSD) bukan sekadar perangkat lunak visual biasa. Sistem canggih ini merupakan sebuah filosofi perawatan komprehensif dalam kedokteran gigi modern.
Melalui perangkat digital ini, para dokter dapat memproyeksikan hasil rekonstruksi secara lebih terukur dan prediktif. Pendekatan tersebut mengubah metode konvensional yang cenderung spekulatif saat menyusun rencana perawatan. Alhasil, komunikasi antara dokter dan pasien terjalin jauh lebih efektif karena visualisasi target akhir sudah terlihat sejak awal.
“Digital Smile Design adalah cara berpikir baru yang menggunakan data digital agar perawatan estetika gigi berjalan lebih komunikatif,” ujar Erlian.
Analisis Wajah untuk Harmoni Estetika Gigi
Narasumber juga memaparkan prinsip dasar DSD yang mengusung metode Facially Driven Treatment. Pendekatan klinis ini memosisikan karakteristik wajah pasien sebagai referensi utama sebelum melakukan tindakan pada gigi. Dokter akan menganalisis garis tengah wajah, proporsi vertikal, hingga simetri profil bibir pasien secara mendetail.
Melalui pemanfaatan analisis digital tersebut, pelaku medis dapat memahami hubungan harmonis antara struktur gigi, gusi, dan bibir. Langkah ini memastikan hasil perbaikan estetika gigi tetap selaras dengan anatomi wajah pasien secara keseluruhan. Oleh karena itu, hasil akhir perawatan tidak akan terlihat kaku atau tidak proporsional.
Menjawab Tantangan Kedokteran Gigi Modern
Lebih lanjut, Erlian mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi estetik tidak boleh mengorbankan fungsi pengunyahan. Kedokteran gigi modern wajib menyatukan unsur ilmu pengetahuan, seni, dan analisis digital secara seimbang. Kuliah umum ini pun memicu diskusi interaktif dari mahasiswa mengenai tantangan dunia digital dentistry di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FKG UMS membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul. Penguasaan teknologi DSD ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan klinis para alumni di masa depan. Langkah nyata tersebut sekaligus mengukuhkan posisi UMS sebagai pusat pendidikan yang visioner di bidang kedokteran gigi modern.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma
The post Era Baru Kedokteran Gigi Modern: FKG UMS Kenalkan Teknologi Digital Smile Design untuk Desain Senyum Ideal appeared first on Muhammadiyah Jateng.



