PWMJATENG.COM, KLATEN – Delapan kelompok remaja masjid beradu kreativitas menggunakan properti dan busana bernuansa alam pada malam takbiran di Lapangan Belangwetan, Klaten, Selasa malam (26/5/2026). Perlombaan takbir kreatif bertajuk TRIADH 1447 H besutan AMM Gading tersebut sukses menyedot perhatian ratusan warga yang memadati lokasi acara hingga larut malam.
Ratusan warga dan pemuda masjid memadati lapangan pemukiman Belangwetan sejak sore hari. Mereka sangat antusias menyaksikan langsung persiapan hingga penampilan utama dari delapan kelompok peserta. Atmosfer religius yang meriah langsung terasa begitu acara resmi dimulai.
Setiap kelompok menghadirkan kreativitas berbasis lingkungan yang sangat atraktif namun tetap sarat nilai religius. Peserta tampil memukau dengan properti sederhana, busana bernuansa alam, hingga koreografi yang rapi. Mereka memadukan gema takbir dengan tabuhan rebana, perkusi, serta aransemen musik islami yang dinamis.
Karakter Pemuda Berbasis Lingkungan
Ketua pelaksana, Tri Oktanto, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi antarmasjid. Pihak panitia sengaja merancang acara ini sebagai ruang pembinaan karakter pemuda masjid. Langkah tersebut menjadi sarana efektif untuk menghadirkan dakwah yang kreatif dan menyenangkan bagi generasi muda.
“TRIADH kami harapkan menjadi media bagi pemuda untuk aktif di masjid sekaligus menghidupkan syiar Islam dengan cara yang kreatif dan membahagiakan,” ujar Tri Oktanto.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah setempat yang melihat dampak positif kegiatan ini. Sinergi antara pemuda dan masyarakat terbukti mampu memperkuat kebersamaan di tingkat ranting. Acara ini berhasil membuktikan bahwa syiar agama bisa berjalan selaras dengan kepedulian lingkungan.
“TRIADH menjadi sarana penting dalam memperkuat syiar Idul Adha sekaligus menumbuhkan kreativitas generasi muda,” ujar Perwakilan Pemerintah Desa Belangwetan, Slamet Mulyono.
Perebutan Juara dan Hadiah Kambing
Setelah seluruh kelompok menampilkan performa terbaiknya, dewan juri langsung melakukan penilaian yang ketat. Tim juri terdiri dari Mawardi (Dosen UMKLA), Gunawan Wahid Hasyim (Ketua LSBO PDM Klaten), dan Andri (praktisi marching band). Mereka menilai peserta berdasarkan kekompakan, kreativitas aransemen takbir, penghayatan, serta kesesuaian dengan tema alam.
Sorakan dukungan dari para penonton kembali membahana saat panitia mengumumkan para pemenang. Puncak acara malam itu menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi para peserta. Panitia menyerahkan penghargaan berupa kambing, piala bergilir, trofi, serta uang pembinaan kepada kelompok terbaik.
Kegiatan kreatif ini resmi berakhir dengan doa bersama tepat pada pukul 23.00 WIB. Acara tahunan ini sukses meninggalkan kesan mendalam sebagai ruang syiar dan kebersamaan masyarakat Gading. Angkatan Muda Muhammadiyah berharap kegiatan ini terus menjadi agenda rutin yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.
Kontributor : Azzahra
Editor: Al-Afasy
The post Unik dan Kreatif! Pemuda di Klaten Gelar Lomba Takbir Idul Adha Pakai Kostum Tema Alam appeared first on Muhammadiyah Jateng.








