PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah kini menyusun peta jalan pendampingan mutu. PWM Jateng menargetkan kehadiran Sekolah Premium Muhammadiyah di setiap wilayah menjelang musim PPDB 2026 Jateng. Agenda konsolidasi ini berpusat dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dikdasmen-PNF Jateng di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Kamis (21/5/2026).
Majelis Dikdasmen-PNF PWM Jawa Tengah merancang langkah strategis untuk menyamakan persepsi dengan 84 sekolah unggul Muhammadiyah. Melalui sinergi masif ini, pihak majelis memacu lompatan besar dalam peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Jawa Tengah.
“Kami berharap percepatan transformasi menuju sekolah mandiri dan unggul segera terwujud melalui kegiatan ini,” ujar Sekretaris Majelis Dikdasmen-PNF PWM Jateng, Rohmat Suprapto, S. Ag., M.SI saat memberikan keterangan di UNIMUS, Kamis (21/5/2026).
Menghadirkan Sekolah Premium Muhammadiyah di Setiap Daerah
Pengelola terus mengembangkan kualitas pendidikan dengan membentuk ekosistem yang merata di seluruh wilayah. Majelis pun mengonstruksikan indikator jelas agar lembaga pendidikan di bawah naungan persyarikatan ini mampu bersaing di level atas.
Selaras dengan visi tersebut, pengelola menargetkan setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki Sekolah Premium Muhammadiyah. Tim pengelola akan mendesain fasilitas dan mutu pembelajaran secara khusus guna memenuhi ekspektasi tinggi masyarakat modern.
“Sekolah harus menjadi pilihan utama masyarakat, memiliki jumlah peserta didik yang terus meningkat, berakreditasi unggul, serta memiliki berbagai kompetensi transformasi dan prestasi juara,” kata Rohmat Suprapto menjelaskan indikator mutu tersebut.
Peta Jalan Pendampingan dan Target PPDB 2026
Guna mencapai standar tersebut, pengurus wilayah segera menyiapkan langkah konkret pasca-pertemuan. Majelis langsung menyusun peta jalan pendampingan sekolah yang komprehensif. Selain itu, tim ahli akan mengawal langsung institusi yang membutuhkan penguatan manajemen maupun akademik secara intensif.
Langkah pendampingan ketat ini akan meningkatkan kepercayaan publik pada momentum PPDB 2026 Jateng. Penguatan internal yang matang juga bakal mengerek angka keterisian bangku sekolah pada tahun ajaran baru mendatang.
“Kami akan mendampingi sekolah-sekolah yang memerlukan penguatan secara intensif agar institusi pendidikan tersebut mampu meningkatkan jumlah penerimaan murid baru,” tutur Rohmat Suprapto dengan optimistis.
Bagi jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, majelis mematok target kenaikan sebesar 5% pada PPDB 2026–2027. Sementara itu, untuk tingkat SMK, pengelola bahkan menargetkan lonjakan hingga 10%.
Sebagai penutup, Rohmat menegaskan bahwa seluruh elemen pendidikan harus bergerak simultan demi merealisasikan target penerimaan siswa. Akhirnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah berharap komitmen bersama ini membawa keberkahan dan mengabulkan seluruh ikhtiar peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di Jawa Tengah.
Kontributor : Medkom PWM Jateng
Editor: Al-Afasy
The post Jelang PPDB 2026, Dikdasmen PWM Jateng Pacu Akselerasi Sekolah Premium Muhammadiyah appeared first on Muhammadiyah Jateng.




