PWMJATENG.COM, MAKASAR — Sebanyak 300 santri dari Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah dan Darul Arqam Muhammadiyah Gombara resmi menyandang gelar hafidz Al-Qur’an dalam prosesi kelulusan serentak di Makassar, Sulawesi Selatan, akhir Mei 2026. Alhasil, lulusan yang didominasi anak-anak mantan aktivis IMM dan IPM era 90-an ini langsung mengemban misi besar. Organisasi memproyeksikan mereka untuk menjadi penggerak utama dakwah Islam berkemajuan di berbagai daerah.
Untuk mengawal proses kaderisasi ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) terus memperkuat komitmennya. Momentum kelulusan ratusan santri tersebut sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan estafet ideologis yang terencana. Berkat pencapaian emosional ini, persyarikatan juga berhasil memastikan bahwa mereka tidak akan kekurangan figur pemimpin di masa depan.
“Berada di tengah ratusan santri penghafal Al-Qur’an menghadirkan rasa haru sekaligus kebahagiaan tersendiri. Saya melihat lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga dipersiapkan menjadi kader Muhammadiyah yang memiliki integritas, semangat dakwah, dan kepedulian sosial,” ujar Wakil Ketua LP2M PWM Sulsel, Haidir Fitra Siagian.
Kepercayaan Lintas Generasi di Darul Arqam Gombara
Sementara itu, fenomena menarik terlihat jelas di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar. Sejumlah santri yang lulus ternyata merupakan anak kandung dari para mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) era akhir 1990-an. Kenyataan berharga tersebut membuktikan bahwa kepercayaan keluarga besar persyarikatan terhadap sistem pendidikan internal tetap berada di level tertinggi.
Oleh karena itu, para alumni aktivis tersebut kini mempercayakan penuh pendidikan anak-anak mereka ke lembaga terafiliasi. Pola integrasi yang kuat ini akhirnya menciptakan siklus regenerasi yang kokoh dan berkelanjutan. Berawal dari rahim organisasi, kini tumbuh tunas-tunas baru yang siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah orang tua mereka di tengah masyarakat.
“Hal ini memperlihatkan bahwa proses kaderisasi Muhammadiyah berjalan secara berkelanjutan lintas generasi. Anak-anak para aktivis dakwah kini tumbuh menjadi generasi baru penghafal Al-Qur’an yang siap melanjutkan perjuangan orang tua mereka di tengah masyarakat,” kata Haidir Fitra Siagian yang juga merupakan Dosen FDK UIN Alauddin Makassar.
Melatih Ulama Perempuan Berkemajuan di Ummul Mukminin
Langkah taktis yang serupa juga berlangsung di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan. Sejak lama, lembaga pendidikan ini secara konsisten memfokuskan programnya untuk menempa santriwati menjadi proyeksi ulama perempuan masa depan. Menariknya, salah satu wisudawati yang sukses menamatkan pendidikan adalah Salwa Humairah Lubis, santri asal Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kehadiran santri dari luar pulau tersebut mengonfirmasi bahwa daya tarik dan reputasi akademik pesantren ini telah menembus batas wilayah. Selain itu, institusi ini tidak hanya menekankan aspek hafalan teks ritual keagamaan semata. Pengelola sengaja merancang kurikulum modern agar para santriwati mampu menjawab tantangan zaman dan menguasai literasi umum secara seimbang.
Aset Strategis dan Penggerak Islam Berkemajuan
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 30 pesantren Muhammadiyah dan Aisyiyah di Sulawesi Selatan yang melangsungkan penamatan santri pada periode ini. Demi menyambut masa depan, LP2M PWM Sulsel kini terus mengarahkan pengembangan klaster pesantren tahfiz quran agar terintegrasi erat dengan ilmu umum. Selanjutnya, organisasi menyiapkan ratusan lulusan baru tersebut untuk mengisi posisi strategis di berbagai amal usaha.
Langkah strategis ini akan menyuplai kebutuhan tenaga pendidik dan pembimbing rohani di jaringan Muhammadiyah Boarding School (MBS). Di samping itu, persyarikatan memproyeksikan mereka untuk menjadi penggerak utama Majelis Tarjih dan Tajdid dalam merumuskan pandangan keagamaan yang progresif. Lewat strategi integrasi ilmu agama dan sains, para alumni kini siap membawa cahaya Al-Qur’an untuk membangun peradaban dunia.
Kontributor : Haidir Fitra Siagian
Editor: Al-Afasy
The post Lahir dari Rahim Aktivis 90-an, Ratusan Kader Muhammadiyah di Sulsel Siap Cetak Sejarah Baru appeared first on Muhammadiyah Jateng.



