PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Tiga organisasi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FAI UMP) sukses menggelar acara puncak lomba video kreatif pada Ahad (21/5/2026). Rangkaian acara di Gedung Prof. Baedhowi ini membedah tuntas strategi anak muda menguasai ruang digital. Kolaborasi apik ini melibatkan PK IMM Buya HAMKA, BEM FAI, dan HMPS PAI UMP.
Selain mengumumkan pemenang lomba, panitia juga menggelar talkshow interaktif tentang dunia kreatif. Acara tersebut menghadirkan pegiat dakwah digital, Yusuf Susanto, sebagai pembicara utama. Yusuf membagikan panduan taktis bagi Gen Z yang ingin merintis karier sebagai konten kreator.
Memahami Algoritma Media Sosial
Yusuf membeberkan langkah pertama untuk memulai langkah di dunia digital. Kreator pemula wajib memahami cara kerja algoritma media sosial. Sistem digital platform saat ini selalu menguji konten baru kepada sebagian kecil pengikut terlebih dahulu.
Apabila respons audiens awal tersebut bagus, sistem akan menyebarkan video lebih luas. Respons positif ini berupa durasi tonton, suka, komentar, bagikan, dan simpan. Setelah interaksi meningkat, konten Anda otomatis masuk ke laman For You Page (FYP) atau Explore.
Oleh karena itu, konsistensi unggah menjadi kunci utama. Yusuf menyarankan pemula untuk mengunggah satu video setiap hari. Langkah berikutnya adalah mengevaluasi data performa (insight) guna menemukan jenis video terbaik Anda.
Menentukan Target dan Nilai Konten
Langkah krusial berikutnya bagi konten kreator adalah menentukan posisi akun (positioning). Anda harus memilih topik spesifik yang akan dibahas secara mendalam. Tentukan juga target audiens secara jelas, misalnya kelompok remaja atau mahasiswa.
Setelah itu, buatlah video yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi penonton. Video tersebut harus relevan dengan kehidupan sehari-hari, ringkas, dan menyentuh emosi audiens. Jangan hanya asal mengikuti tren yang sedang viral tanpa arah.
Trik Memikat Audiens Muda
Yusuf juga membagikan formula komunikasi yang efektif untuk merangkul Gen Z. Pembuat konten sebaiknya menggunakan bahasa santai dan tulus. Gaya penyampaian yang bercerita (storytelling) jauh lebih disukai daripada terkesan menggurui.
Setiap video juga wajib memiliki pemikat yang kuat (hook) pada tiga detik pertama. Pemula bisa menerapkan metode ATM, yaitu amati, tiru, dan modifikasi konten yang sudah sukses. Tambahkan teknik pengisi suara (voice over) yang menarik agar video lebih hidup.
Melalui strategi tersebut, karya kreatif ini sekaligus menjadi sarana dakwah digital yang positif. Ruang publik digital saat ini membutuhkan lebih banyak narasi kebaikan dari generasi muda.
Apresiasi Jawara Kreatif UMP
Pada akhir acara, dewan juri mengumumkan para pemenang lomba video pendek ini. Muchammad Agung Setyo Widodo sukses meraih juara pertama. Sementara itu, Safina Yasmin Elfausta dan Amar Hamzah Al-Ma’sum mengamankan posisi kedua dan ketiga.
Ketua Pelaksana, Muhammad Lutfi Syarif, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia berharap kompetisi ini melahirkan banyak konten kreator muda berbakat dari UMP. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyediakan wadah kreativitas positif bagi generasi muda.
Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Alafasy
The post Cara Menjadi Konten Kreator Gen Z: Tips Kuasai Algoritma Media Sosial ala Mahasiswa UMP appeared first on Muhammadiyah Jateng.




