PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan Penerimaan Murid Baru (PMB) SD UMS Global Citizen Labschool FKIP UMS. Peluncuran sekolah untuk Tahun Ajaran 2026/2027 ini berlangsung pada Senin (11/5) di Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Langkah strategis ini memperkuat posisi UMS dalam menghadirkan pendidikan dasar yang berorientasi global dan berkemajuan.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir langsung memimpin prosesi peluncuran tersebut. Selain itu, Ketua BPH UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si., dan Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., turut mendampingi jajaran pimpinan lainnya. Para calon wali murid juga tampak antusias mengikuti rangkaian acara di sekolah internasional tersebut.
Visi Internasional dan Karakter Unggul
Harun Joko Prayitno menegaskan bahwa SD UMS Global Citizen harus memiliki identitas kelas dunia. Oleh karena itu, sekolah ini wajib menerapkan kualitas pembelajaran dan budaya sekolah yang bervisi internasional. Ia mengharapkan SD baru ini mampu menjadi pionir pendidikan dasar di Sukoharjo dan sekitarnya.
Selanjutnya, Rektor menekankan empat karakter utama sebagai identitas sekolah, yakni champion, different, unique, dan progressive. Karakter ini akan membedakan SD UMS Global Citizen dengan sekolah dasar lainnya. “Jika ingin mendesain kelas global, maka cita rasa, mimpi, dan idenya harus global,” ujar Harun di hadapan tamu undangan.
Fasilitas Megah dan Kurikulum Bahasa
Ketua BPH UMS, Marpuji Ali, menyebutkan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan komitmen panjang Muhammadiyah. Saat ini, SD UMS Global Citizen sudah memiliki modal kuat berupa fasilitas gedung yang sangat megah. Ia menargetkan sekolah ini segera menjadi lembaga pendidikan teladan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sementara itu, Dekan FKIP UMS, Anam Sutopo, menjelaskan keunggulan kurikulum pada SD UMS Global Citizen. Sekolah ini akan menonjolkan penguasaan bahasa asing secara intensif, mulai dari bahasa Arab, Inggris, hingga Mandarin. Selain bahasa, penguatan teknologi digital dan nilai religius tetap menjadi fondasi utama bagi para siswa.
Baca Juga: Bukan Sekadar Skripsi, PGSD UMS Bekali Mahasiswa Strategi Publikasi Internasional
Prioritas Kualitas Dibanding Kuantitas
Pada tahun pertama ini, pihak pengelola hanya membuka satu rombongan belajar saja. Kuota terbatas antara 10 hingga 15 siswa ini bertujuan untuk menjaga kualitas pendampingan belajar secara maksimal. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan segera mendaftarkan putra-putrinya melalui jalur PMB yang tersedia.
Selain pengembangan siswa, UMS juga fokus meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Anam menambahkan bahwa pihaknya menargetkan seluruh guru berkualifikasi doktor dalam kurun waktu sepuluh tahun. Komitmen ini membuktikan bahwa SD UMS Global Citizen benar-benar serius dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas tinggi.
Kontributor : Yusuf
Editor: Al-Afasy
The post UMS Resmikan SD UMS Global Citizen: Sekolah Dasar Berkonsep Internasional di Kartasura appeared first on Muhammadiyah Jateng.



