PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama ini menghadirkan skema pendidikan Kuliah Farmasi UMP yang berjenjang serta terintegrasi.
Program inovatif tersebut memberikan jalan bagi mahasiswa untuk menempuh alur pembelajaran yang saling terhubung. Mahasiswa dapat merencanakan studi dari jenjang Sarjana ke Magister (S1–S2) maupun Magister ke Doktor (S2–S3) secara lebih efisien.
Pihak kampus menamakan program ini sebagai Jalur Kerjasama Sarjana Magister (JKSM) dan Jalur Kerjasama Magister-Doktor (JKMD) UMP-ITB. Oleh karena itu, skema ini menjadi terobosan besar bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Keunggulan Jalur JKSM dan JKMD UMP-ITB
Kolaborasi ini memperkuat posisi Kuliah Farmasi UMP dalam peta pendidikan nasional. Skema tersebut sejalan dengan kebijakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) yang menekankan fleksibilitas pembelajaran mahasiswa.
Melalui sistem akademik yang terintegrasi, mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengakses fasilitas riset unggulan di ITB. Selain itu, program ini juga membuka akses terhadap berbagai peluang pendanaan pendidikan atau beasiswa.
Mahasiswa akan merasakan atmosfer akademik internasional melalui jejaring luas yang dimiliki kedua institusi. Hal ini tentu meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja atau industri farmasi global.
Baca Juga: Empat Mahasiswa Farmasi UMP Ikuti Student Mobility Program di Malaysia
Sistem Pembimbingan Bersama (Joint Supervision)
Salah satu keunggulan utama dalam program ini adalah penerapan sistem pembimbingan bersama atau joint supervision. Mahasiswa akan mendapatkan arahan langsung dari dosen pakar asal UMP dan ITB sekaligus.
Pendekatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kualitas penelitian mahasiswa secara signifikan. Selain itu, sistem ini juga mendorong lahirnya berbagai karya ilmiah kolaboratif yang berkualitas tinggi.
Kerja sama riset ini memperluas kapasitas akademik dosen maupun mahasiswa. Alhasil, mereka mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan industri farmasi yang terus berubah dengan cepat.
Visi Dekan Farmasi UMP untuk Masa Depan
Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini memperkuat ekosistem akademik. Mahasiswa mendapatkan manfaat besar dari lingkungan riset yang lebih luas.
“Kolaborasi dengan ITB ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat dalam lingkungan riset berkualitas. Pembimbingan bersama membuat proses penelitian berlangsung lebih komprehensif,” ujar Binar di Purwokerto, Kamis (30/4).
Ia menambahkan bahwa skema Kuliah Farmasi UMP ini mendukung kebutuhan sektor kesehatan terhadap lulusan berkompetensi tinggi. Lulusan diharapkan siap berkontribusi pada pengembangan praktik kefarmasian di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui pendidikan yang berkesinambungan, Farmasi UMP dan ITB berkomitmen mencetak tenaga ahli yang adaptif. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen kedua kampus terhadap kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy
The post UMP dan ITB Berkolaborasi! Mahasiswa Kini Bisa Nikmati Jalur Cepat Kuliah Farmasi hingga Doktor. appeared first on Muhammadiyah Jateng.



