Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan (2008: 7).
Pendapat tersebut juga didukung oleh Sabarti Akhadiah yang menegaskan bahwa membaca adalah aktivitas memahami makna yang terkandung dalam tulisan.
Membaca dalam Perspektif Islam
Urgensi membaca tidak dapat dilepaskan dari kehidupan umat Islam. Hal ini karena Allah Swt. telah memerintahkan manusia untuk membaca sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang diawali dengan perintah “Iqra” atau bacalah.
Perintah ini menunjukkan bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan membangun peradaban.
Pergeseran Budaya Membaca di Era Digital
Namun, di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat, aktivitas membaca mulai mengalami pergeseran. Kehadiran konten cepat seperti video berdurasi singkat di platform TikTok dan Instagram tanpa disadari telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat.
Informasi kini disajikan secara instan, singkat, dan sering kali dangkal.
Jika melihat data, kebiasaan membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Hanya sekitar 20,7% masyarakat yang membaca buku setiap hari, sementara rata-rata hanya menyelesaikan 4–5 bacaan dalam tiga bulan.
Sebaliknya, penggunaan media sosial jauh lebih dominan, dengan sekitar 73,7% populasi aktif dan rata-rata penggunaan mencapai lebih dari tiga jam per hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa budaya “scrolling” kini lebih mendominasi dibandingkan budaya membaca, yang berpotensi memengaruhi kemampuan fokus dan pemahaman masyarakat.
Krisis Literasi di Era Konten Cepat
Akibatnya, kecermatan, kedalaman berpikir, serta kemampuan memahami informasi secara komprehensif cenderung menurun. Banyak individu merasa telah memahami suatu hal, padahal hanya mengetahui permukaannya saja.
Fenomena ini menunjukkan adanya krisis literasi di era konten cepat.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengantisipasi kondisi ini dengan kembali membiasakan budaya membaca. Membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga merupakan kebutuhan intelektual dan spiritual yang harus dijaga, terutama bagi umat Islam yang telah diperintahkan secara langsung untuk menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan.
Membaca sebagai Kebutuhan Intelektual dan Spiritual
Dalam era modern, kemampuan seperti keterampilan, kecerdasan, ketajaman berpikir, dan kreativitas tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan, yang salah satunya diperoleh melalui membaca.
Seseorang akan kesulitan memecahkan masalah apabila lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas yang kurang produktif, seperti penggunaan gawai secara berlebihan tanpa tujuan yang jelas. Hal ini pada akhirnya dapat berdampak pada menurunnya kualitas hidup.
Selain itu, paparan konten negatif yang dikonsumsi secara terus-menerus juga berpotensi memengaruhi pola pikir dan karakter seseorang. Oleh sebab itu, penting bagi generasi saat ini untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi serta meningkatkan budaya literasi.
Menjadikan Membaca sebagai Gaya Hidup
Dengan membiasakan membaca hal-hal yang bermanfaat, seseorang tidak hanya mampu memperluas wawasan, tetapi juga dapat menyelesaikan berbagai persoalan dengan pendekatan yang lebih rasional dan bijaksana.
Tantangan literasi pada generasi muda memang nyata, namun hal tersebut dapat diatasi melalui kesadaran diri dan upaya yang konsisten untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.
Penutup
Jadi, harapan penulis adalah mengajak pembaca untuk lebih produktif dalam membaca. Melalui ilmu pengetahuan, berbagai masalah dapat diselesaikan dengan lebih bijak dan terarah.
Oleh karena itu, penting untuk mengurangi aktivitas yang kurang produktif dan mulai mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan demikian, kualitas hidup akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya wawasan dan kedewasaan dalam berpikir.
Kontributor: Ihsan Alwan maulana
Editor: Al-Afasy
The post Ketika ‘Iqra’ Mulai Terlupakan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



