PWMJATENG.COM, Pedan — Warga Maliman, Keden, Pedan, menggelar acara Halal Bihalal dalam Keberagaman pada Sabtu (28/3/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu menjadi ruang bersama untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan lintas iman di tengah masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dengan agenda ikrar halal bihalal yang diikuti seluruh warga dari berbagai latar belakang keyakinan. Momentum ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun kebersamaan dan kerukunan sosial.
Pesan Pemaafan yang Universal
Kajian utama disampaikan oleh Ust. Muhammad Farhan Al Yuflih, alumni Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah. Kehadirannya diterima hangat oleh warga karena dikenal memiliki pola dakwah yang menyejukkan dan terbuka.
Dalam materinya, ia menekankan bahwa semangat pemaafan dalam Islam bersifat universal. Menurutnya, memaafkan tidak dibatasi hanya kepada sesama Muslim, tetapi kepada seluruh manusia.
“Allah tidak mengatakan memaafkan sesama Muslim saja, tapi memaafkan manusia secara keseluruhan atau al-‘afina ‘anin-nas. Inilah kemanusiaan yang sangat luas,” ujarnya di hadapan warga.
Membersihkan “Jendela Kaca” Hati
Ustaz Farhan mengibaratkan hati manusia seperti jendela kaca. Dalam perjalanan waktu, jendela itu bisa tertutup debu kesalahpahaman dan percikan lumpur amarah.
Menurut dia, halal bihalal menjadi saat yang tepat untuk membersihkan kembali hati agar cahaya kasih sayang masuk ke ruang persaudaraan. Dengan begitu, hubungan antarwarga dapat kembali hangat dan penuh keikhlasan.
“Memaafkan bukan karena orang lain pantas mendapatkannya, melainkan karena kita ingin menjaga kualitas batin kita sendiri. Maaf adalah hadiah untuk diri kita sendiri agar bisa melangkah lebih ringan,” tambahnya.
Kerukunan Diibaratkan Taman Bunga
Pesan kerukunan warga Pedan juga dipertegas melalui analogi taman bunga. Perbedaan suku dan agama diibaratkan seperti beragam bunga yang tumbuh bersama dan justru menghadirkan keindahan.
Melalui analogi tersebut, warga diajak memahami bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan sosial yang perlu dirawat bersama. Keharmonisan akan tumbuh ketika setiap orang memberi ruang, saling menghormati, dan menjaga kasih sayang.
Spirit halal bihalal lintas iman ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial. Warga Maliman diajak menjadikan momen itu sebagai titik awal untuk membangun lingkungan yang aman, tenteram, dan penuh persaudaraan.
Editor: Al-Afasy
The post Halal Bihalal Lintas Iman di Pedan, Warga Maliman Rajut Persaudaraan dalam Keberagaman appeared first on Muhammadiyah Jateng.






