PWMJATENG.COM, JEPARA — Kedisiplinan dan kejujuran tidak boleh berhenti seiring berlalunya bulan Ramadan. Pesan itu disampaikan Ust. Imanullah Noor Amala saat menyampaikan khutbah Idulfitri di Alun-Alun RS Rehatta Kelet, Jepara, Jumat (20/3/2026 M/1 Syawal 1447 H).
Dalam khutbahnya, Imanullah menegaskan bahwa kejujuran merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan pribadi dan sosial. Tanpa integritas, nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan akan mudah luntur setelah Idulfitri.
“Sebenarnya kejujuran menunjukkan kebenaran, dan kebenaran menunjukkan ke surga. Sebaliknya, kebohongan menunjukkan pada kedustaan yang besar,” ujarnya saat mengutip sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Al-Bukhari di hadapan jamaah.
Lima Pesan Moral Ramadan
Pesan tentang kejujuran itu menjadi bagian dari lima nilai utama yang, menurut khatib, harus dibawa oleh setiap alumni Ramadan. Selain kejujuran, ia menekankan pentingnya keikhlasan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kesabaran.
Kelima nilai tersebut, kata dia, menjadi modal moral untuk mencegah berbagai bentuk kemungkaran di tengah masyarakat.
Imanullah menjelaskan bahwa puasa merupakan latihan kejujuran yang sangat mendalam karena ibadah itu hanya diketahui secara pasti oleh Allah dan pelakunya. Karena itu, ia berharap nilai-nilai Ramadan tidak berhenti sebagai pengalaman spiritual sesaat, tetapi berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Harapan kita, dunia akan terhindar dari kemungkaran jika nilai-nilai ini terjaga,” tambahnya.
Sabar Sebelum, Saat, dan Sesudah Ujian
Selain kejujuran, Imanullah juga menjelaskan makna sabar sebagaimana termaktub dalam QS Luqman: 17. Menurutnya, sabar tidak hanya dibutuhkan ketika seseorang menghadapi ujian, tetapi juga sebelum, saat, dan setelah menjalani amal ibadah maupun cobaan hidup.
“Sabar itu harus ada sebelum, saat, dan setelah melakukan amal ibadah maupun menghadapi cobaan,” tegasnya.
Menurut dia, pemahaman tentang sabar yang utuh akan membantu seorang Muslim tetap istiqamah dan tidak mudah terjebak dalam kesombongan setelah meraih keberhasilan.
Salat Idulfitri yang berlangsung khidmat di Alun-Alun RS Rehatta ini ditutup dengan doa bersama. Jamaah berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam khutbah Idul Fitri PCM Keling dapat menjadi kompas moral dalam menjalani sisa tahun 1447 Hijriah.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Al-Afasy
The post Khutbah Idul Fitri PCM Keling: Puasa Madrasah Kejujuran dan Kedisiplinan appeared first on Muhammadiyah Jateng.









