Pengajian Ramadan PDM Asahan 1447 H: Perkuat Ideologi Muhammadiyah dan Sosialisasi Program SATUMU
ASAHAN, INFOMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan menggelar Pengajian Ramadan 1447 H yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis (BIMTEK) sosialisasi dan implementasi program SATUMU (Satu Data Muhammadiyah), pada Ahad, 15 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ideologi serta tata kelola organisasi di lingkungan Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Asahan.
Adapun Pengajian Ramadan kali ini digelar di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kisaran yang berada di Jl. Husni Thamrin (Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kisaran). Pengajian ini menghadirkan Muhammad Qorib sebagai penceramah yang merupakan Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan Muhammadiyah, antara lain Drs. Mutholib, MM (Wakil Sekretaris PWM Sumut), Syaiful Hadi (Ketua MPI PWM Sumut), Drs. Muhammad Akhiar MA (Ketua PDM Asahan), Sumiati MA (Ketua PD Aisyiyah Asahan), Prianda Pebri, S.Pd., M.Pd (Rektor UMMAS), Para Ketua Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Asahan serta Tim dari Bank Danamon Syariah.
Dalam ceramahnya, Muhammad Qorib yang akrab disapa Mas Qorib menyampaikan pentingnya membangun ideologi Muhammadiyah yang berkemajuan dan menggembirakan.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Pimpinan Daerah Muhammadiyah Asahan dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Asahan dalam merespons perkembangan tata kelola organisasi, khususnya melalui sosialisasi program SATUMU (Satu Data Muhammadiyah).
Menurutnya, kegiatan ini menjadi yang pertama dilaksanakan di tingkat daerah setelah arahan dari PWM Sumatera Utara.
“Ideologi Muhammadiyah merupakan ruh atau spirit gerakan. Seluruh pimpinan, mulai dari wilayah, daerah, cabang hingga ranting, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah, harus memahami jati diri organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap naskah-naskah ideologis Muhammadiyah sangat penting agar setiap kader memahami arah perjuangan organisasi.
“Dengan memahami ideologi, kita tahu dari mana berasal, di mana posisi kita, dan ke mana arah gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah ke depan,” tambahnya.
Setelah mengikuti pengajian, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama dan melaksanakan salat Maghrib berjamaah, yang semakin mempererat ukhuwah di antara warga persyarikatan. (Syaifulh/Bess)







