• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

    Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

    Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

    HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

    UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

    Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

      Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

      Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

      HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

      UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

      Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

          Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

          Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

          HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

          UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

          Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

            Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

            Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

            HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

            UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

            Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Khutbah Idul Fitri 1447H: Refleksi Idul Fitri dalam Dinamika Kehidupan Orang Beriman

              admin by admin
              19/03/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Khutbah Idul Fitri 1447H : REFLEKSI IDUL FITRI DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN ORANG BERIMAN

              Oleh : Talkisman Tanjung*

              WartaTerkait

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

              السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

              اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهم صل وسلم وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ باحسان اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

              اَمَّا بَعْدُ- فَيَاعِبَادَ اللهِ – اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

              قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ العزيز: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ  أتقوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

              Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Idul Fitri Yang berbahagia

              Tidak ada kata yang layak diucapkan kecuali penyampaian rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memperkenankan kita berjumpa dengan Ramadhan dan Idul fitri 1447 H. Hari ini adalah hari yang mulia, hari yang penuh berkah bagi  orang yang beriman. Bagi orang beriman, Idul Fitri adalah hari kemenangan, bukan hanya kemenangan menahan lapar dan dahaga, tetapi kemenangan sejati dalam mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan kualitas diri.  Semoga hari yang penuh berkah dan bahagia ini menjadi asas utama dalam mengarungi hidup kita di masa-masa yang akan datang.

              Sejak tadi malam di pelbagai belahan bumi dikumandangkan Takbir, Tasbih, Tahmid dan Tahlil sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT setelah menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sungguh nikmat rasanya kita melatih diri menjadi orang yang bersyukur. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Allah Subhanahu wata’ala:

              وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

              “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur ” (QS. Al-Baqarah: 185)

              Takbir dengan melafazkan Allahu Akbar adalah pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Di dalam Takbir harus kita sadari, bahwa selain Allah Yang Maha Kuasa semuanya kecil, kita semua kecil dihadapan Allah Subhanahu wata’ala. Segala pangkat, jabatan, kedudukan, kekayaan, serta kelebihan-kelebihan lain di dunia ini, semuanya kecil. Karena semua yang melekat pada kita adalah dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Jika Allah berkehendak untuk mengambilnya semua akan hilang dalam seketika. Karena itulah tidak pantas rasanya untuk kita bangga-banggakan, lebih-lebih kita menjadi Sombong, ‘Ujub, Takabbur, merasa besar dengan semua kelebihan itu.

              Kalimat Takbir diiringi Tasbih, dan Tahlil. Tasbih lafadh “Subhaanallah” yang artinya Maha Suci Allah. Allah maha Suci dari segala sifat-sifat lemah, cacat, dan kurang. Sementara Tahlil kita ulang-ulang untuk memperkokoh keimanan dan ketauhidan kita. Kalimat tahlil “laailaaha illa Allah” tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, hanya kepada-Nya kita beribadah, hanya kepada-Nya kita bergantung, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan dan perlindungan. Karena itulah kita ikrarkan selalu “

              اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

              “Hanya kepada Engkaulah (Ya Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan “.

              Lalu kita mengucapkan Tahmid, sebagai pujian untuk Allah yang mempunyai sifat Al-Rahman yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hamba-Nya dan ungkapan syukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita yang  sangat banyak sehingga sering kali tidak kita sadari.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

              Hari ini kita benar-benar berpisah dengan Ramadhan Mubarak 1447H, tentu bagi orang-orang yang beriman, tidak ada perpisahan yang lebih mengharukan dari pada perpisahan dengan bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah bagi kita yang telah menyelesaikan Ibadah Ramadhan sebulan penuh, mudah-mudahan ibadah dan amal shaleh yang kita kerjakan dengan penuh keikhlasan diridhai dan diterima oleh Allah SWT.

              Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, bulan yang penuh berkah. Bulan yang didalamnya tersedia segala fasilitas khusus, yang kesemuanya bermuara untuk memotivasi manusia agar menjadi manusia yang bertaqwa, manusia yang mulia. Memang manusia itu pada dasarnya tercipta sebagai makhluk yang dimulyakan oleh Allah. Di dalam Al-Qur’an Allah menyatakan:

              وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ

              “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam “. (QS. Al-Isra’: 70)

              Namun seiring dengan perjalanan waktu, kemulyaan itu lambat-laun sirna, terkikis oleh dosa-dosa, akibat perilakunya yang terdorong oleh hawa nafsu sehingga melanggar ketentuan Syari’at Allah. Hawa nafsu sering kali menggiring manusia untuk berbuat melampaui batas, mengambil hak orang lain yang bukan haknya, mendzolimi orang lain, bahkan mendzolimi diri sendiri, menyalahgunakan amanah, merusak lingkungan hidup dan menerjang larangan Allah dan Rasul-Nya.

              Hawa nafsu sering kali juga melahirkan akhlak tercela seperti Iri, Dengki atau Hasad, Namimah, Sombong, Egois, merasa paling benar, dan paling berjasa, mudah tersinggung, dan berat memaafkan orang lain. Bahkan hawa nafsu bisa mengotori kualitas ibadah kita karena diselimuti sifat Riya’, ‘Ujub, merasa paling baik dan meremehkan orang lain. Seolah-olah dialah yang menjadi panitia syurganya Allah SWT.

              Penyakit dengki dapat menjangkiti siapa saja, orang biasa, atau orang berkedudukan, bahkan yang menyandang kedudukan sebagai tokoh pun bisa dihinggapi penyakit dengki. Maka Rasulullah Saw mengingatkan:

              إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

              “Jauhilah hasad (dengki),karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar “.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

                          Jika kita merujuk kepada ayat yang mewajibkan kita untuk berpuasa, maka sasaran utamanya adalah agar kita bisa menjadi orang-orang yang bertaqwa.  Orang bertaqwa tidak hanya rajin ibadah, tidak hanya rutin tadarrus Al-Qur’an, tetapi lebih dari itu. Taqwa itu akan tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, ia akan tampil sangat tawadhdhu’,  mu’amalah duniawiyahnya bersih, hubungan dengan sesame (hablun min Allah) nya mulus dan seterusnya.

              Ramadhan adalah sebuah aplikasi kehidupan yang sengaja disiapkan Allah SWT untuk orang beriman agar menjadi muttaqin. Maka dengan berakhirnya Ramadhan tentu membuka kesempatan bagi kita untuk bermuhasabah, apakah Ramadhan yang telah kita lalui itu telah mampu merubah tatanan kehidupan kita dari kurang baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Sesuai makna Idul Fitri itu adalah “Meningkat”(Thabaqan ‘an thabaq), atau mungkin Ramadhan hanya sekedar rutinitas tahunan yang datang sekali setahun dalam kehidupan ummat. Ia hanya datang dan pergi tanpa meninggalkan perubahan yang berarti.

              Pada kesempatan yang mulia ini ada baiknya kita merenungi bunyi ayat Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133-135 :

              وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

              الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

              وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ

              يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

               

              “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui“

                          Pada ayat ini Allah SWT memaparkan tanda-tanda orang yang bertaqwa itu :

              Pertama, Memiliki hati yang suka berinfaq ( baik dalam kondisi lapang ataupun sempit).

              Ayat ini mendidik kita untuk menjadi hamba yang mudah memberi dan ringan berbagi. Tidak menunggu kaya baru bersedeqah, karena sedeqah itu bukan tentang banyak atau sedikitnya harta, tetapi tentang keikhlasan hati dan kepedulian  kepada sesama. Nah, Ramadhan telah melatih kita untuk bisa menjadi hamba yang dermawan, suka berbagi dan memberi meskipun hanya berupa takjil yang nilainya tidak seberapa. Dan hasil didikan Ramadhan akan mampu menjadikan diri kita orang yang benar-benar pemurah, pengertian dan suka berbagi kepada sesama.

              Kedua, Memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi. Orang bertaqwa bukanlah berarti orang yang tidak pernah marah atau emosi, tetapi ia mampu mengendalikan rasa marah atau emosinya tersebut. Rasulullah SAW pernah bersabda :

              “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan amarahnya”.

              Nah, kekuatan untuk mampu mengendalikan amarah atau emosi tersebut telah dilatih selama Ramadhan, artinya ketika Ramadhan berakhir, maka orang yang bertaqwa itu adalah orang yang mampu mengendalikan emosionalnya, dia tidak akan suka marah-marah lagi.

              Ketiga, Mempunyai sifat suka mema’afkan kesalahan orang lain. Ramadhan telah melatih kita menjadi orang yang suka  mema’afkan kesalahan orang lain. Ia tidak pendendam, tidak memelihara kebencian, apalagi permusuhan dengan orang lain. Namun, dalam kehidupan nyata kita melihat betapa mudahnya orang mengucapkan kata-kata ma’af. Dan didalam berbagai pelayananpun kata-kata ma’af ini sudah menjadi budaya, misalnya : Mesin ATM dengan sangat sopannya menuliskan kalimat : ma’af, saldo anda tidak mencukupi, demikian juga operator telepon seluler juga dengan ringan mengirim pesan : ma’af, pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan. Ketika kita masuk ke mini market, pelayannya atau pegawainya dengan sangat ramah berkata : ma’af, ada yang bisa kami bantu ? Di perbankan juga, para petugas dengan sangat mudah mengucapkan kata-kata ma’af kepada para nasabahnya, bahkan seorang pramugari pun di sebuah pesawat terbang dengan sangat anggunya mengatakan kepada para penumpang : mohon ma’af atas ketidaknyamanan ini. Dan karena saking terbiasanya kita mendengar kalimat-kalimat ma’af tersebut, kita tidak pernah keberatan atau komplein terhadap mesin ATM, Operator Seluler, Pelayan mini market, petugas bank dan pramugari di pesawat. Kita dengan mudah memahaminya dan memakluminya.

              Namun ironisnya, dalam hubungan yang paling dekat dengan kita, dalam rumah tangga misalnya, kata ma’af justru sangat berat untuk diucapkan. Antara suami dan istri, kadang yang muncul justru gengsi, ego dan keinginan untuk selalu merasa paling benar. Padahal seringkali masalah yang diperdebatkan hanya masalah yang kecil dan sepele. Tetapi karena tidak ada yang mau meminta ma’af dan tidak ada yang mau memberi ma’af,pertengkaran kecil itu bisa berubah menjadi luka yang Panjang.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

                          Keempat, Segera bertaubat. Selama Ramadhan kita dididik memanfaatkan waktu yang ada untuk istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT) serta bertaubat. Ramadhan adalah bulan ampunan, dan terbuka peluang yang sangat luas bagi kita untuk bertaubat. Lantas apa bedanya antara ampunan  (istighfar) dengan bertaubat ? Para ulama mencoba memberikan penjelasan bahwa, Istighfar itu adalah pengampunan. Allah akan mengampuni segala dosa-dosa hamba ketika ia memohon pengampunan, tetapi dosa-dosa itu masih tertulis pada buku catatannya masing-masing. Sedangkan Taubatan Nashuha, disamping segala kesalahan dan dosa itu diampuni, juga tidak ada lagi tertulis didalam buku catatan kita, semuanya sudah dihapus.

              Itulah empat hal yang menjadi karakter orang-orang bertaqwa yang akan dibentuk oleh Madrasah Ramadhan. Dan sesuai perintah ayat tersebut, hendaklah kita bersegera mengejarnya, karena Allah SWT telah menyiapkan hadiah yang luar biasa untuk orang yang bertaqwa itu, yaitu Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, hanya khusus untuk orang bertaqwa.

              Disamping itu bulan Ramadhan juga melatih orang beriman untuk tidak berdusta serta mengeluarkan kata-kata kotor/keji, sebab Rasulullah menegaskan bahwa tidak ada gunanya puasa tetapi masih berkata kotor, keji dan berbohong.

              مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )رواه البخاري

              “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, keji atau berbohong, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya”.

              Kita dibulan Ramadhan dilatih untuk menjadi orang jujur, karena jujur adalah pangkal kebaikan. Sebaliknya kita dilatih untuk tidak berdusta, karena dusta adalah pangkal keburukan. Banyak kejahatan yang ada saat ini modusnya adalah dusta. Orang hasad, bisa menjadi-jadi jika sudah berani berdusta. Sehingga menfitnah dan mengadu domba. Korupsi itu modusnya juga dusta yang diwujudkan dalam bentuk memalsu data/memanipulasi data karena kerakusan harta atau tamak.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

              Betapa besar fadhilah dan manfa’at  bulan Ramadhan bagi umat kita, karena itu pantas sekali aplikasi ini ditujukan kepada orang-orang beriman, sebab hanya orang berimanlah yang akan mampu menjalankan aplikasi Ramadhan ini sesuai tutorial yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Bagi orang-orang yang beriman, Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Bahkan sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

              لو يعلم الناس ما في هذا الشهر من الخيرات لتمنوا ان يكون رمضانُ السنة كلها

              “ Andai manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang dikandung di bulan Ramadhan ini, niscaya mereka akan selalu berharap agar sepanjang tahun menjadi Ramadhan semua ”.

              Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah,

              Makna terpenting yang lain dari  ibadah puasa Ramadhan itu ialah tumbuhnya rasa kemanusiaan sehingga inti puasa ialah menahan hawa nafsu yang harus diikuti aksi sosial profetik. Dan inilah inti dari kesadaran murni kemanusiaan sebagai perluasan hikmah penurunan Al-Quran di bulan Ramadhan. Hikmah yang demikian terlihat dari fungsi kitab suci itu sebagai pedoman manusia memecahkan segala persoalan kehidupan (Hudan linnaasi wabayyinaatin minal hudaa wal furqaan).

              Kesadaran murni kemanusiaan sebagai akar etika sosial perlu digali dan diwujudkan menjadi sebuah kekuatan diri, sehingga seseorang bisa bertindak lebih dari sekadar manusia. Penemuan kesadaran murni dan pemenuhan aksi sosial profetik merupakan tujuan utama ibadah puasa. Jika bisa dipenuhi, maka akan menempatkan seseorang pada maqam yang lebih tinggi dari malaikat. Itulah secara ilmiah makna dari Muttaqin.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

              Taqwa dimaknai sebagai realisasi kesadaran murni kemanusiaan dan etika sosial profetik bukan sekadar arti verbal ketakutan kepada Allah SWT, dan itu terlihat dari kesediaan manusia menempatkan hajat ruh di atas hajat tubuh (karena kita manusia terdiri dari ruh dan tubuh/fisik). Kemudian, maksud dari learning to be (belajar menjadi diri) sebagai salah satu pilar ilmu dalam gagasan pendidikan berbasis kompetensi ialah how to be human (bagaimana menjadi manusia) seperti makna ‘arafa nafsahu (kenal dan tahu diri) sebagai basis ‘arafa rabbahu (kenal Tuhan).

              Oleh sebab itulah ketika selesainya kita menjalankan ibadah puasa dan diakhir Ramadhan kita membayar zakat fitrah yang memiliki dua sasaran atau tujuan : pertama, Thuhratan lish-shaaim (membersihkan puasa orang yang berpuasa, dan yang kedua, Thu’matan lil masaakin (Memberi makan orang miskin).  Namun amat disayangkan bahwa hikmah kemanusiaan itu selama ini kurang mendapat perhatian ketika banyak orang lebih sibuk pada diri sendiri, hingga zakat fitrah kehilangan makna kemanusiaannya.

              Kini kita telah berada di hari Raya ‘Idul Fitri, yang bermakna hari raya fitrah. ‘Idul fitri juga bermakna kembali kepada fitrah, yakni kembalinya orang-orang yang berhasil menjalani madrasah pembersihan diri di bulan Ramadhan kepada fitrahnya yakni makhluq yang saleh dan mulia.

              Sehingga orang-orang yang berhasil melakukan pembersihan diri ini disebut al-‘aaiduun (orang-orang yang kembali ke fitrah kesuciannya) dan juga al-faaizuun (orang-orang yang beruntung atau orang-orang yang memperoleh kemenangan yakni iman dan taqwa). Itulah sebabnya  kita sering mengatakan min al-‘aaidiin al faaiziin.

              Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah

              Pasca  Ramadhan yang harus kita lakukan adalah melestarikan nilai-nilai mulia Ramadhan. Melestarikan nilai-nilai Ramadhan artinya memelihara ketaqwaan kita, menambah kukuh keimanan kita dan akhlak yang mulia yang tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Intinya adalah istiqamah memelihara akhlak terpuji, seperti jujur, sabar, tawakkal, empati, ikhlash, dan peduli. Yang semuanya telah diajarkan untuk kita selama Ramadhan. Hal yang tidak kalah penting adalah disiplin dalam mengelola waktu. Dibulan puasa kita selalu disipin dalam berbuka dan makan sahur, beribadah dan sebagainya. Aktivitas kita selalu rutin dan tertib. Nah, inilah yang perlu diteruskan. Kami mengajak umat Islam hari ini, agar bisa menjaga amal kita yang sudah mulai dibiasakan di bulan Ramadhan, seperti shalat lima waktu dan bangun malam yang biasa kita lakukan untuk qiyamul lail,  makan sahur, dan pasca Ramadhan kita juga tetap  bangun malam untuk bertahajjud. Semua itu sangat kita butuhkan di dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini, tantangan semakin dahsyat, apalagi bagi generasi-generasi kita yang masih sangat labil keimanannya. Pendidikan Agama generasi-generasi muslim adalah sesuatu yang sangat serius harus mendapatkan prioritas bagi setiap keluarga. Sebab Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an :

              يااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦

              “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

              Perintah ayat ini adalah untuk Kepala Keluarga (Orang Tua). Ketika di Ramadhan tidak hanya melatih dirinya, tetapi juga mengajak secara aktif seluruh anggota keluarganya, sehingga derajat muttaqiin itu tidak hanya diraih sendiri, namun juga ikut diraih oleh seluruh anggota keluarganya. Ketika anak tidak mengerti dan paham Agama, yang akan dituntut adalah orang tuanya. Demikian juga ketika anak jahat dan terjerumus kedalam kema’shiyatan, yang akan diproses oleh Allah SWT bukan pihak sekolahnya, tetapi kedua orang tuanya. Hadits Rasululullah menegaskan :

              “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi,Nasrani dan majusi”.

              Dan tanggungjawab orang tua ini dunia akhirat. Para orang tua, ibu bapa perlu waspada terhadap putra-putrinya jangan sampai terjebak oleh arus budaya yang merusak dan  membonceng pada arus global yang tidak sehat ini, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan sebagainya. Para orang tua perlu tahu dan memilihkan pendidikan yang baik pada putra-putrinya jangan sampai terpedaya oleh paham dan pemikiran yang sesat. Waspada dan hati-hati, menjadi kata kunci. Para orang tua juga harus teliti untuk menyerahkan anak gadisnya kepada seorang calon suami yang akan membimbingnya. Jangan sekali-kali orientasinya hanya materi dan status social, sebab jika diserahkan kepada seorang yang tidak beragama, sama halnya bapak ibu menyerahkan anaknya untuk menaiki sebuah pesawat yang pilot dan co-pilotnya tidak professional, tentu ujungnya akan celaka.

              الله أكْبَرُ الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ

              Akhirnya, semoga Allah Swt selalu membimbing kita, hidayah dan Tawfiq Nya untuk bisa memelihara semangat bulan suci Ramadhan 1447H di hari-hari kita yang akan datang, sebagai modal agar tidak tergerus oleh arus perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang bisa merusak tatanam kehidupan kita. Dan tetap istiqamah dijalan yang benar dan diridhai. Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT. :

                إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

              اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

              اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

              اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

              اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

              اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ

              يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

              اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

              رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ

               عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

              *** Penulis, Talkisman Tanjung, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mandailing Natal (Madina) tinggal di Batahan

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Lokasi dan Khatib Salat Idul Fitri Muhammadiyah Kota Pematang Siantar

              Next Post

              Khutbah Idulfitri 1447 H: Jihad Memperkokoh Nilai Keadaban Bangsa

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              01/05/2026
              BeritaMu

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              01/05/2026
              BeritaMu

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              30/04/2026
              Next Post

              Khutbah Idulfitri 1447 H: Jihad Memperkokoh Nilai Keadaban Bangsa

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026

                Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

                01/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,941)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,594)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In