SMA Muhammadiyah 1 Medan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim serta Kaum Dhuafa
INFOMU.CO | Medan – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447H, SMA Muhammadiyah 1 Medan melalui Badan Silaturahim dan Sosial (BASIS) menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial warga sekolah terhadap masyarakat sekitar, sekaligus menguatkan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di lingkungan sekolah.
Acara diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua BASIS, Jimmi S.Pd., M.Si. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan hasil dari kontribusi para donatur yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dengan total nilai mencapai jutaan rupiah, yang diperuntukkan bagi anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah Ivansyah Aly, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menghidupkan semangat Gerakan Al-Ma’un dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, khususnya tentang kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ali Nurdin Guci, MA selaku Ketua Majelis Dikdasmen-PNF Kota Medan. Dalam tausyiahnya, beliau memberikan motivasi serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan dan silaturahim seperti ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Al-Ma’un yang menjadi salah satu ruh gerakan Muhammadiyah.
Melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan ini, diharapkan dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama. (***)







