• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

    Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

    Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

    25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

    Salat Ashar Perdana Tandai Babak Baru Masjid Batak Dalihan Na Tolu Sulawesi Selatan di Maros

    Tauhid Harus Melahirkan Kesalehan Individual, Sosial, dan Publik

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

      Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

      Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

      25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

      Salat Ashar Perdana Tandai Babak Baru Masjid Batak Dalihan Na Tolu Sulawesi Selatan di Maros

      Tauhid Harus Melahirkan Kesalehan Individual, Sosial, dan Publik

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

          Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

          Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

          25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

          Salat Ashar Perdana Tandai Babak Baru Masjid Batak Dalihan Na Tolu Sulawesi Selatan di Maros

          Tauhid Harus Melahirkan Kesalehan Individual, Sosial, dan Publik

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

            Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

            Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

            25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

            Salat Ashar Perdana Tandai Babak Baru Masjid Batak Dalihan Na Tolu Sulawesi Selatan di Maros

            Tauhid Harus Melahirkan Kesalehan Individual, Sosial, dan Publik

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Panic Buying dan Konsumerisme dalam Masyarakat Modern

              admin by admin
              11/03/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Panic Buying dan Konsumerisme dalam Masyarakat Modern

              Oleh : Padian Adi S. Siregar – Ketua PCM Kampung Durian)

              WartaTerkait

              Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

              Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

              Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

              25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

              Dalam kehidupan masyarakat modern, aktivitas konsumsi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia melakukan berbagai tindakan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian hingga kebutuhan lain yang berkaitan dengan kenyamanan dan gaya hidup. Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem ekonomi, serta industri pemasaran, pola konsumsi masyarakat juga mengalami perubahan yang signifikan. Konsumsi tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sering kali berkaitan dengan keinginan, status sosial, dan identitas individu. Dalam konteks inilah muncul berbagai fenomena perilaku konsumsi yang menarik untuk dikaji, salah satunya adalah fenomena panic buying yang sering kali berkaitan dengan budaya konsumerisme dalam masyarakat modern.

              Panic buying merupakan perilaku membeli barang dalam jumlah besar secara tiba-tiba karena adanya rasa takut terhadap kemungkinan kelangkaan barang di masa depan. Fenomena ini biasanya muncul ketika masyarakat menghadapi situasi yang dianggap tidak pasti, seperti krisis ekonomi, bencana alam, konflik sosial, atau wabah penyakit. Dalam kondisi tersebut, banyak orang merasa khawatir bahwa barang-barang tertentu akan sulit diperoleh. Akibatnya, mereka berusaha membeli barang sebanyak mungkin sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

              Salah satu contoh yang cukup jelas dari fenomena ini terjadi pada masa pandemi COVID-19. Pada awal pandemi, masyarakat di berbagai negara secara serentak membeli berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah besar, seperti masker, hand sanitizer, tisu, serta bahan makanan. Rak-rak di supermarket banyak yang kosong dalam waktu singkat karena lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Perilaku ini tidak hanya terjadi di satu wilayah tertentu, tetapi menjadi fenomena global yang menunjukkan bagaimana ketidakpastian dapat memengaruhi pola konsumsi manusia secara luas.

              Secara psikologis, panic buying dapat dipahami sebagai respons manusia terhadap rasa takut dan ketidakpastian. Ketika seseorang merasa bahwa situasi di sekitarnya tidak stabil, ia cenderung berusaha mencari rasa aman melalui cara-cara yang dianggap dapat memberikan kontrol terhadap keadaan tersebut. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan menimbun barang. Dengan memiliki persediaan barang yang cukup, seseorang merasa lebih tenang karena yakin bahwa kebutuhannya akan tetap terpenuhi meskipun terjadi gangguan dalam distribusi atau ketersediaan barang di pasar.

              Namun demikian, perilaku panic buying sering kali menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Ketika banyak orang melakukan pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan, persediaan barang di pasar dapat berkurang dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan kelangkaan barang serta kenaikan harga yang signifikan. Dalam situasi seperti ini, masyarakat yang tidak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup justru menjadi pihak yang paling dirugikan karena mereka kesulitan memperoleh barang yang sebenarnya merupakan kebutuhan dasar.

              Di sisi lain, fenomena panic buying juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan budaya konsumerisme yang semakin kuat dalam masyarakat modern. Konsumerisme merupakan suatu pola kehidupan yang menempatkan konsumsi barang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial manusia. Dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh konsumerisme, kepemilikan barang sering kali dianggap sebagai simbol keberhasilan, kenyamanan, bahkan prestise sosial. Oleh karena itu, aktivitas membeli tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan praktis, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun citra diri di tengah masyarakat.

              Perkembangan media massa dan industri periklanan turut memperkuat budaya konsumerisme tersebut. Berbagai produk dipromosikan dengan cara yang menarik sehingga mendorong masyarakat untuk terus membeli barang baru. Iklan tidak hanya menampilkan fungsi produk, tetapi juga sering mengaitkannya dengan kebahagiaan, kesuksesan, dan gaya hidup modern. Akibatnya, masyarakat menjadi semakin terbiasa dengan aktivitas konsumsi yang intensif, bahkan dalam banyak kasus melampaui kebutuhan yang sebenarnya.

              Dalam kondisi seperti ini, batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi semakin kabur. Banyak orang membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkan, tetapi karena tertarik pada tren atau ingin merasakan kepuasan emosional tertentu. Konsumsi akhirnya menjadi sarana untuk memenuhi berbagai dorongan psikologis, seperti keinginan untuk merasa dihargai, diterima dalam lingkungan sosial, atau sekadar mengikuti perkembangan zaman.

              Keterkaitan antara panic buying dan konsumerisme dapat dilihat dari cara masyarakat memandang barang sebagai sumber rasa aman. Ketika budaya konsumsi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, manusia cenderung mengaitkan stabilitas hidup dengan ketersediaan barang. Oleh karena itu, ketika muncul ancaman terhadap distribusi atau ketersediaan barang, respons yang muncul sering kali berupa pembelian secara berlebihan. Dalam konteks ini, panic buying dapat dipahami sebagai bentuk ekstrem dari pola konsumsi yang telah terbentuk sebelumnya.

              Fenomena ini juga menunjukkan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Ketika seseorang melihat orang lain membeli barang dalam jumlah besar, ia mungkin merasa terdorong untuk melakukan hal yang sama. Rasa takut tertinggal atau tidak memperoleh barang yang dibutuhkan dapat memicu efek domino dalam masyarakat. Akibatnya, tindakan individu dapat dengan cepat berkembang menjadi perilaku kolektif yang memengaruhi dinamika pasar secara luas.

              Meskipun demikian, fenomena panic buying dan konsumerisme juga memberikan pelajaran penting tentang perlunya kesadaran dalam mengelola pola konsumsi. Konsumsi yang berlebihan tidak hanya berpotensi menimbulkan pemborosan, tetapi juga dapat memperburuk ketimpangan dalam distribusi sumber daya. Dalam situasi tertentu, tindakan sebagian orang yang membeli barang secara berlebihan dapat menyebabkan kelompok lain kehilangan akses terhadap kebutuhan yang sama.

              Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk membangun kesadaran yang lebih kritis terhadap perilaku konsumsi. Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan merupakan langkah awal yang penting dalam menciptakan pola konsumsi yang lebih sehat dan seimbang. Manusia tentu memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupannya, tetapi tidak semua keinginan harus dipenuhi secara berlebihan. Kemampuan untuk mengendalikan dorongan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan sosial.

              Pada akhirnya, fenomena panic buying dan konsumerisme merupakan cerminan dari dinamika kehidupan masyarakat modern yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Kedua fenomena tersebut menunjukkan bagaimana perilaku manusia sering kali dipengaruhi oleh rasa takut, tekanan sosial, serta budaya konsumsi yang berkembang di sekitarnya. Oleh karena itu, membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya konsumsi yang bijak menjadi langkah penting agar masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih rasional, adil, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

              Padian Adi S. Siregar (Ketua PC Muhammadiyah Kampung Durian)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              PC Aisyiyah Tanjung Sari Berbagi Berlangsung 15 Hari, Ditutup Hari ini

              Next Post

              Jadikan Al-Qur’an sebagai Panglima Kehidupan

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

              08/06/2026
              BeritaMu

              Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

              08/06/2026
              BeritaMu

              Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

              08/06/2026
              Next Post

              Jadikan Al-Qur’an sebagai Panglima Kehidupan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

                08/06/2026

                Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

                08/06/2026

                Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

                08/06/2026

                25 Tahun Mengabdi, Kisah Inspiratif Guru TK ABA di Kebumen yang Dapatkan Penghargaan

                08/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,351)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,770)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Perluas Dakwah ke Pelosok, Muhammadiyah Bumijawa Kukuhkan 4 Ranting Baru di Lereng Slamet

                08/06/2026

                Ingin Membangun Keluarga Sakinah? ‘Aisyiyah Pekalongan Ungkap Rahasia Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan

                08/06/2026

                Sering Dianggap Sepele, Ini 5 Cara Mencegah Perundungan Anak Usia Dini yang Harus Diketahui Orang Tua

                08/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In