PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Muhammadiyah Purbalingga menyalurkan bantuan sarana air bersih bagi warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Sabtu (28/2/2026), setelah banjir menyebabkan sebagian sumber air warga mengalami kekeringan.
Bantuan tersebut disalurkan melalui sinergi Lazismu Purbalingga dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Penyerahan dilakukan langsung di Dusun Gunung Malang.
Bantuan berupa satu unit tangki air (toren) berkapasitas 5.500 liter serta pipa HDPE sepanjang 300 meter. Sarana ini dipasang untuk mengalirkan air dari sumber yang masih produktif menuju tempat penampungan warga.
Bantuan Air Bersih Desa Serang Hasil Sinergi Lazismu dan MDMC
Penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang dihimpun melalui Lazismu Purbalingga. Dalam pelaksanaannya, relawan Muhammadiyah bekerja sama dengan warga setempat untuk memastikan instalasi berjalan lancar.
Ketua LRB-MDMC Purbalingga, Suprapto, S.I.Kom., M.M., mengatakan koordinasi dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam pemasangan jaringan air.
Menurutnya, pengetahuan warga mengenai kondisi kontur tanah dan lokasi sumber air membantu relawan menentukan jalur pipa yang paling efektif.
“Kami hadir untuk memastikan amanah dari para donatur tersampaikan dengan baik. Fokus kami adalah memulihkan akses air bersih yang sempat terputus akibat rusaknya infrastruktur air pasca-banjir,” ujar Hj. Endang, relawan OMOR (One Muhammadiyah One Response).
Pipa High-Density Polyethylene (HDPE) dipilih karena memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan dan perubahan cuaca. Dengan demikian, instalasi air ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Proses Pemasangan Sarana Air Bersih
Kegiatan pemasangan dimulai sejak pagi dengan melibatkan puluhan relawan dan warga.
Relawan terlebih dahulu mengangkut tangki air berkapasitas 5.500 liter menuju titik strategis yang berada di area lebih tinggi. Penempatan ini bertujuan agar distribusi air ke rumah warga dapat memanfaatkan gaya gravitasi.
Setelah tangki ditempatkan pada fondasi yang kokoh, relawan bersama warga membentangkan pipa HDPE sepanjang 300 meter dari sumber air menuju toren penampungan.
Dengan adanya penampungan kolektif tersebut, warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih atau bergantung pada distribusi tangki air yang bersifat sementara.
Upaya Penguatan Ketahanan Masyarakat
Muhammadiyah Purbalingga menegaskan bahwa program ini tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan lingkungan, terutama pada masa pemulihan pasca-bencana.
Karena itu, warga diharapkan dapat merawat sarana yang telah dibangun secara bersama. Perawatan rutin terhadap pipa dan pembersihan tangki air secara berkala menjadi kunci agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Banjir memang meninggalkan kerusakan dan kesulitan bagi warga. Namun, kolaborasi antara relawan Muhammadiyah dan masyarakat Desa Serang menunjukkan bahwa semangat gotong royong mampu mempercepat proses pemulihan.
Kini, warga Dusun Gunung Malang dapat kembali memperoleh akses air bersih melalui instalasi pipa dan penampungan yang telah dibangun bersama.
Editor: Al-Afasy
The post Muhammadiyah Purbalingga Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Serang Pasca Banjir appeared first on Muhammadiyah Jateng.





