PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Masjid Al Ashr Kalisat, kompleks RS PKU Muhammadiyah Temanggung, menjadi saksi bisu kuatnya ikatan ukhuwah lintas benua pada Kamis (5/3). Dalam rangkaian Safari Dakwah yang menggugah jiwa, ulama asal Palestina, Syekh Ahmad Al Mukhallalaty, hadir menyapa jamaah untuk berbagi kisah keteguhan dan perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah suci.
Kegiatan ini merupakan sinergi antara Lazismu Daerah Temanggung, Lazismu Kantor Layanan (KL) RS PKU Temanggung, pihak manajemen rumah sakit, serta Takmir Masjid Al Ashr Kalisat.
Kajian yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut berlangsung khidmat. Syekh Ahmad menyampaikan bahwa penderitaan yang dialami warga Palestina adalah ujian bagi seluruh umat Islam untuk membuktikan sejauh mana kepedulian mereka terhadap sesama.
“Dukungan dan doa dari kaum muslimin di Indonesia, khususnya di Temanggung, adalah kekuatan moral yang sangat berarti bagi saudara-saudara kami di Palestina,” tutur Syekh Ahmad dalam tausiyahnya yang penuh haru.
Tidak hanya sekadar lisan, kepedulian jamaah dan manajemen rumah sakit diwujudkan dalam aksi nyata. Dalam kesempatan tersebut, Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Temanggung secara simbolis menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp5.000.000.
Bantuan tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk solidaritas konkret untuk meringankan beban rakyat Palestina yang masih berada dalam krisis kemanusiaan. “Donasi ini adalah wujud cinta dan kontribusi nyata umat Islam di Temanggung. Kami berharap ini bisa sedikit membantu perjuangan mereka di sana,” ungkap perwakilan Lazismu KL RS PKU.
Safari Dakwah ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat Temanggung untuk tidak melupakan nasib saudara seiman di belahan dunia lain. Di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini, semangat berbagi dan mendoakan Palestina diharapkan terus mengalir dari bumi Temanggung menuju tanah merdeka yang dicita-citakan.
Editor: Al-Afasy
The post Haru Biru di Masjid Al Ashr: Syekh Palestina Sampaikan Pesan Keteguhan untuk Warga Temanggung appeared first on Muhammadiyah Jateng.







