Oleh: Prof Dr. Masrukhi, M.Pd. (Guru Besar Unnes-Rektor Unimus Semarang)
Kata kata coffee shop pada judul di atas, hanyalah kata pemanis saja untuk membuat pembaca penasaran. Sudah tentu saya minta maaf dalam konteks ini. Coffee shop merupakan kedai kopi yang saat ini menjamur di berbagai tempat, dengan olahan tangan barista , sebutan untuk orang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi berkualitas. Air zam zam pun minuman yang berkualitas anugerah Allah swt. Di sekitar masjidil haram para jama’ah umroh ramadhan bergerombol di berbagai sudut mesjid, seolah menikmati sajian Allah ini yaitu minuman air zam zam.
Air zam-zam sungguh merupakan salah satu mukjizat Allah swt yang bisa kita rasakan sampai sekarang. Tidak asing dalam pengetahuan kita, munculmnya air zamzam ini berasal dari hentakan kaki bayi mungil Ismail as. Sebagai mata air, air zam zam terletak di sekitar ka’bah dan digunakan sebagai sumber kehidupan oleh masyarakat sekitar, bahkan jutaan jemaah di tengah berlangsungnya ibadah haji dan umroh.
Air zam zam (yang berarti air melimpah) tidak sebatas cairan penyegar dahaga semata, namun juga dapat digunakan sebagai media untuk melakukan penguatan terhadap sel tubuh manusia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang ilmuwan Jerman dan kepala pusat medis terbesar di Munich, Knut Pfeiffer. Dia menjelaskan, air zam zam dapat memperkuat sel-sel dalam tubuh manusia.
Tidak berhenti sampai di situ, air zam zam sangat kaya akan kandungan kalsium, yang sangat baik untuk memperkuat jaringan tulang dan gigi manusia. Bahkan air zam zam juga mengandung fluorida tingkat tinggi guna menyeimbangkan kadar kalsium dalam tubuh manusia untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Sumur Zamzam terletak sekitar 20 meter sebelah timur Ka’bah, di dalam Masjidil Haram, Makkah. Kedalamannya sekitar 30 meter, dan airnya berasal dari beberapa celah bebatuan yang berada di dasar sumur. Air Zamzam ditampung dan didistribusikan ke berbagai bagian Masjidil Haram dan juga dikemas untuk dibawa pulang oleh para jamaah haji dan umrah ke berbagai penjuru dunia.
Dikutip dari buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El-Fikri, sumur Zamzam tidak pernah kering. Selama ribuan tahun (lebih dari 14 abad) sumur Zamzam tidak pernah mengalami kekeringan. Airnya tidak pernah habis meskipun dipergunakan oleh lebih dari jutaan umat manusia setiap tahunnya.
Sumur Zamzam hanya memiliki luas permukaan selebar 3-4 meter dan panjang (kedalaman) sekitar 30 meter. Ukuran ini terbilang kecil untuk menghasilkan air dengan debit yang sangat besar. Dikutip dari buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El-Fikri, sumur Zamzam tidak pernah kering. Selama ribuan tahun (lebih dari 14 abad) sumur Zamzam tidak pernah mengalami kekeringan. Airnya tidak pernah habis meskipun dipergunakan oleh lebih dari jutaan umat manusia setiap tahunnya.
Pada sekitar tahun 1950an, seorang anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari, menjelaskan bahwa dalam sebuah uji pemompaan, sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11-18,5 liter per detik atau mencapai 660 liter per menit atau sekitar 40 ribu liter per jam. Pada tahun 1953, dibangun sebuah pompa air. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air dan diantaranya juga ke keran-keran yang ada di sekitar sumur Zamzam.
Pada saat dilakukan pengujian, pada pemompaan 8000 liter per detik selama 24 jam, air yang ada dalam sumur Zamzam mengalami penyusutan sedalam 3,23 meter. Dan ketika pemompaan dihentikan, hanya dalam waktu 11 menit kemudian permukaan sumur kembali ke asalnya. Pengujian ini membuktikan bahwa banyak air yang tersimpan dalam sumur Zamzam hasil dari rekahan (celah) bebatuan yang ada pada perbukitan di sekitar Makkah.
Disebutkan, banyak celah (rekahan) yang ada di sekitar tempat itu. Ada celah yang memanjang ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil ke arah Shafa dan Marwah.
Keterangan geometris lainnya menyebutkan, celah sumur di bawah tempat tawaf sekitar 1,56 meter, kedalaman total dari bibir sumur 30 meter, kedalaman air dari bibir sumur sekitar 4 meter dan kedalaman mata air 13 meter. Dari mata air sampai dasar sumur mencapai 17 meter dan diameter sumur berkisar antara 1,46-2,66 meter. Celah-celah inilah yang kemudian memasok air ke sumur Zamzam. Selain penjelasan ilmiah, hal ini jelas merupakan mukjizat dari Allah SWT. Banyak ahli geologi dan ilmuwan yang telah meneliti sumur ini, namun mereka belum dapat memberikan jawaban ilmiah yang memuaskan mengapa sumur ini tidak pernah kering selama lebih dari 4000 tahun.
The post Air Zam Zam dan Coffee Shop appeared first on Muhammadiyah Jateng.



