MDMC–Lazismu Jalankan Program Masjid Tangguh Bencana di Tiga Provinsi
INFOMU.CO | Jakarta – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu menyiapkan program penguatan ketangguhan komunitas berbasis masjid di Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat. Program pendampingan ini berlangsung selama enam bulan, Mei hingga Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.
Langkah tersebut merespons tingginya dampak bencana terhadap fasilitas ibadah. Data dashboard Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang 2025 sebanyak 813 tempat ibadah rusak akibat banjir dan tanah longsor. Angka ini menjadi dasar perlunya penguatan kapasitas masyarakat dengan masjid sebagai simpul utama.
Melalui program Masjid Tangguh Bencana (Mastana), fungsi masjid diarahkan sebagai pusat mitigasi, evakuasi, dan edukasi kebencanaan bagi warga sekitar. Pendampingan dilakukan dengan membentuk komunitas tangguh bencana berbasis masjid serta pelatihan peningkatan kapasitas untuk mengenali risiko, menyusun langkah mitigasi, dan membangun kesiapsiagaan.
Pelaksanaan program melibatkan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Dukungan juga datang dari LPCR dan Majelis Tabligh Muhammadiyah agar penguatan berjalan terpadu di tingkat wilayah.
Program ini menggunakan pendekatan One Muhammadiyah One Response (OMOR), yang mengintegrasikan peran MDMC, Lazismu, majelis, lembaga, serta Amal Usaha Muhammadiyah dalam satu kerangka respons yang terukur.
Wakil Sekretaris MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Santoso, S.Psi., M.K.M., menyatakan pendampingan tersebut dirancang agar komunitas masjid mampu merespons potensi bencana secara mandiri. “Kami ingin komunitas masjid memiliki kemampuan mengenali risiko dan mengambil langkah cepat ketika bencana terjadi di wilayahnya,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Februari 2026.
Program ini menjadi bagian dari agenda penguatan ketangguhan masyarakat pada seluruh fase penanggulangan bencana, mulai dari pengurangan risiko dan kesiapsiagaan hingga respons saat keadaan darurat. (jakartamu)





