PWMJATENG.COM, Cilacap – Wakil Ketua Lazismu Wilayah, Ikhwanushoffa, menyoroti masih rendahnya kesadaran umat Islam dalam menunaikan zakat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Safari Zakat Ramadan yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026, di Masjid As-Salam, Kawunganten, Kabupaten Cilacap.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya mengaku beriman, tetapi juga membuktikannya melalui ketakwaan dan amal nyata. Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18, ia menyampaikan, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan pentingnya evaluasi diri. Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang beriman otomatis bertakwa. “Ternyata ada orang yang beriman, tetapi belum tentu bertakwa. Takwa itu mempraktikkan amalan, melakukan evaluasi agar hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena di Indonesia, di mana pelaksanaan rukun Islam dinilai belum berjalan secara utuh. Banyak umat Islam yang bersemangat menunaikan ibadah haji, namun belum optimal dalam menunaikan zakat. Padahal, zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum haji bagi yang telah memenuhi syarat.
Secara tidak langsung, ia menilai kurangnya dakwah tentang zakat serta minimnya pembiasaan sedekah sejak usia dini menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang menanamkan kebiasaan berbagi kepada anak-anak agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang dermawan.
Mengutip Surah Al-Ma’un dan Ali Imran ayat 133–134, ia menegaskan bahwa ciri orang bertakwa adalah gemar berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Ia juga mengkritisi budaya pengeluaran besar untuk kepentingan seremonial pribadi, sementara kewajiban sosial kerap terabaikan.
Sementara itu, Ketua PCM Kawunganten, H. Chadiro Wahid, menyampaikan dukungannya terhadap gerakan zakat tersebut. Ia berharap Safari Zakat Ramadan dapat meningkatkan kesadaran warga sekaligus membantu pencapaian target penghimpunan dana tahun ini.
Ikhwanushoffa pun menutup tausiyahnya dengan ajakan kepada jamaah untuk mengubah pola hidup menjadi lebih peduli terhadap sesama. “Mari kita menjadi kaum muttaqin, yang ringan tangan untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah,” pungkasnya.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy
The post Soroti Minimnya Kesadaran Zakat, Ikhwanushoffa Ajak Jamaah Evaluasi Iman dan Takwa appeared first on Muhammadiyah Jateng.



