PWMJATENG.COM, BREBES – Ikhwanushoffa menghadiri dan mengisi kajian Safari Zakat yang digelar Lazismu Kabupaten Brebes di Masjid Al Mujahidin, Songgom, Ahad (22/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak jamaah memperkuat ketakwaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin.
Sejak awal kajian, Ikhwanushoffa menegaskan landasan ideologis Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membawa misi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid. Menurut dia, tajdid berarti menghidupkan kembali ajaran Al-Qur’an dalam praktik nyata. “Tajdid itu mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selanjutnya, ia mengutip Q.S. Al-Hasyr ayat 18. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),” bacanya di hadapan jamaah. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut memerintahkan setiap muslim untuk terus mengevaluasi diri. Menurutnya, evaluasi menjadi bekal penting untuk kehidupan akhirat.
Selain itu, Ikhwanushoffa menyoroti hasil riset Balitbang Pusat tentang praktik rukun Islam di Indonesia. Ia menyebut banyak umat Islam menempatkan zakat pada urutan terakhir setelah puasa, salat, dan haji. Padahal, lanjut dia, urutan rukun Islam menempatkan zakat setelah salat. Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama.
Kemudian, ia mengajak jamaah merenungkan Surah Al-Ma’un. Ia membacakan ayat pertama hingga ketiga yang menjelaskan ciri orang yang mendustakan agama. “Yaitu orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa ibadah ritual harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. “Salat rajin dan berjamaah saja tidak cukup jika masih melupakan anak yatim dan orang miskin,” katanya.
Dalam suasana hangat, ia juga menyampaikan candaan yang mengundang senyum jamaah. Ketika ada yang merasa belum mampu bersedekah, ia berkata, “Mumpung masih merasa miskin, mari dibiasakan bersedekah agar nanti ketika sudah kaya tidak terasa berat.”
Melalui program santunan anak yatim dan fakir miskin, Lazismu Kabupaten Brebes membuka ruang partisipasi masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah ikut berkontribusi secara rutin. Di akhir kajian, ia mengingatkan agar sedekah diberikan dalam kondisi terbaik. “Jangan memberi barang yang sudah rusak. Berikan yang baik dan layak,” pesannya.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy
The post Safari Zakat di Brebes, Ikhwanushoffa Tekankan Pentingnya Zakat dan Kepedulian Sosial appeared first on Muhammadiyah Jateng.



