MLH PWM Sumut Gelar Seminar dan Dialog Perhutanan Sosial, UMMAS jadi tuan rumah PTM ke-3
INFOMU.CO ! ASAHAN – Setelah sebelumnya melaksanakan seminar dan dialog perhutanan sosial di UMSU dan UMTS. Kali ini, Majelis Lingkungan Hidup PWM Sumut Menggelar Seminar dan Dialog Perhutanan Sosial di Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS). Pada sabtu-ahad, 7-8 Februari 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun kesadaran dan aksi pelestarian lingkungan melalui optimalisasi potensi hutan guna meraih manfaat ekonomi dan ekologi dan menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-49 Tahun 2027”. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini melibatkan para pelajar, mahasiswa, pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Asahan, Batubara, Tanjung Balai, Labura, Labuhan Batu, Simalungun, P. Siantar, dan Tebing Tinggi, serta masyarakat.
Dalam seminar kali ini, terasa lebih spesial dimana hadir langsung sebagai pemateri Dirjen Perhutanan Sosial Kementrian Kehutanan RI Catur Endah Prasetiani P,S.Si, MT. Turut hadir juga Ketua Majelis pemberdayaan wakaf PP Muhammadiyah Dr. Amirsyah Tambunan, MA, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung, SE., M.SI, Wakil Ketua PWM Sumut Drs. Mario Kasduri, MA., Ketua MLH PWM Sumut Ir. Hamdan Sukrawi, MT, Rektor Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS) Dr. Prianda Febri, M.Pd serta pemateri-pemateri yang kompeten terkait perhutanan social.
Pada hari pertama, Sabtu, 7 Februari 2026, acara dimulai pukul 09.00–13.00 WIB, dengan peserta dari pelajar Muhammadiyah dan mahasiswa UMMAS. Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Drs. Mario Kasduri, MA.
Beberapa materi yang dibahas meliputi:
- Pelestarian lingkungan hutan melalui Perhutanan Sosial di Sumatera Utara olehKepala Dinas LHK Provinsi Sumut,
- Kampus Hijau sebagai upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan umat oleh Rektor UMMAS Prianda Febri,
- Sinkronisasi regulasi dan keadilan ekologis dalam pengelolaan perhutanan sosial oleh Ir. Yahdi Khoir, MBA selaku Anggota DPRD Provinsi Sumut F-PAN,
- Upaya rehabilitasi DAS Asahan–Barumun melalui kegiatan menanam pohon oleh Ahmad Taufik Siregar, S.Hut. T, M.Si, selaku Kepala BPDAS Asahan Barumun.
Seminar ini menjadi sarana edukasi bagi peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
Dihari kedua, Ahad, 8 Februari 2026, Seminar kembali dilanjutkan. Kali ini, peserta berasal dari PD Muhammadiyah dan PD Aisyiyah Asahan, perwakilan dari kabupaten sekitar, MUI Asahan, serta masyarakat umum.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua MLH PW Muhammadiyah Sumut, Ir. Hamdan Sukrawi, MT, dan diawali dengan penanaman pohon di Klinik Siti Khadijah Kisaran yang melibatkan Dirjen Perhutanan Sosial, Sekjen MUI, Ketua MLH PW Muhammadiyah, serta Rektor UMMAS.
Acara dilanjutkan dengan Dialog Lingkungan Hidup menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga, antara lain :
- Catur Endah Prasetiani P., S.Si., M.T. (Dirjen Perhutanan Sosial) dengan materi Perhutanan Sosial sebagai Instrumen Kolaboratif Pemulihan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat;
- M. Azrul Tanjung, SE., M.Si & Djihadul Mubaroq, SE, MH (MLH PP Muhammadiyah) membahas Peran Muhammadiyah dalam Revitalisasi Lingkungan Pasca Bencana;
- Dr. Amirsyah Tambunan, MA (Majelis Pemberdayaan Wakaf PP Muhammadiyah) menjelaskan Inovasi Wakaf Produktif Melalui Wakaf Pohon untuk Keberlanjutan Lingkungan;
- Aripai Tambunan, DR. SE., M.Si (Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra) menyampaikan Akselerasi Regulasi untuk Pengelolaan Lingkungan Pasca Bencana di Sumatera Utara; serta
- Fadly Abdina, MP (Wakil Walikota Tanjung Balai) dengan materi Pengelolaan Lingkungan Bersih dan Normalisasi Saluran sebagai Mitigasi Banjir di Tanjung Balai.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga Muhammadiyah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Ketua MLH PW Muhammadiyah Sumut Ir. Hamdan Sukrawi, MT menyampaikan dalam wawancara bahwa setelah melaksanakan seminar dan dialog perhutanan nasional di 3 Perguruan tinggi Muhammadiyah di Sumatera Utara, MLH PWM Sumut memiliki berbagai program unggulan.
Program pertama adalah pengelolaan lahan dan pemberdayaan masyarakat bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, berlokasi di lahan milik Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan di Sipirok seluas 4 hektar, yang berlangsung selama tiga tahun dengan kegiatan penanaman, pengelolaan, dan pelatihan bagi warga.
Program kedua yakni mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah seperti UMSU, UMTS, dan UMMAS juga berperan aktif seperti terbentuknya Pusat Studi Lingkungan dan Konservasi Hutan, yang fokus pada riset, edukasi, dan konservasi lingkungan.
Selain itu, MLH Sumut mendorong perhutanan sosial dengan melibatkan partisipasi warga Muhammadiyah di beberapa kabupaten untuk menjaga kelestarian ekologi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi hijau.
Tak hanya itu, MLH PW Muhammadiyah Sumut juga memulai aktivitas Siaga Muktamar, termasuk inventarisasi flora dan fauna hutan milik Muhammadiyah, yang akan dipublikasikan dalam rangka Muktamar Muhammadiyah ke-49.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sumut Drs. Mario Kasduri, MA sangat mendukung terbentuknya pusat studi bahkan program studi terkait lingkungan dan hutan.
Ia menilai potensi yang sangat besar apabila pusat studi dan konservasi hutan ini bisa terbentuk di salah satu perguruan tinggi muhammadiyah yang ada di Sumatera Utara. (AH/bess)




