Pengajian Misfalah-08: Memahami Penetapan Awal Bulan Ramadan dan Syawal
- Kepala OIF UMSU Jelaskan Penetapan PP Muhammadiyah Terkait KHGT
- Jamaah Misfalah-08 Medan Nikmati Fasilitas Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU
INFOMU.CO | Medan – Jamaah Misfalah-08 Medan menggelar pengajian dan penyambutan bulan Ramadan 1447 di Planetorium OIF UMSU, di Lantai- 7 Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai, Sabtu 5 Syakban 1447 / 24 Januari 2026 kemarin. Pengajian yang dihadiri 50 jamaah Misfalah, mendapatkan penjelasan terkait penetapan KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal) Muhammadiyah, Penetapan awal Ramadan dan Syawal 1447 serta peninjauan fasilitas OIF UMSU terkait dengan pengamatan benda-benda langit.
Jamaah Misfalah-08 adalah jamaah haji KBIH Muhammadiyah Kota Medan yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2014 atau 11 tahun lalu kemudian membentuk komunitas pengajian yang masih berlanjut sampai hari ini. Pengajian Misfalah selain melakukan kegiatan pengajian bulanan juga melakukan kegiatan sosial.
Pada periode pertama Jamaah Misfalah, Komunitas ini dipimpin Haji Ariadi dan sejak tahun 2025 lalu Misfalah-08 dipimpin oleh H.M. Tobing.
Pengajian dan Penyambutan Ramadan 1447 kali ini, menghadirkan Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar MA, alumni Mesir dan kini menjadi Ketua Majelis Tarjih PW Muhammadiyah Sumatera Utara.
Kegiatan pengajian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rihan Yuhyi (Mahasiswa Prodi Ilmu Falak UMSU), dilanjutkan dengan kata sambutan dari pembina Misfalah 08, dan kegiatan pengajian oleh Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar MA dengan tema kajian “Kenapa Muhammadiyah Menetapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)”


KHGT Terkait dengan Ibadah, Muamalah dan Identitas Islam
Pada ceramahnya Dr. Arwin menjelaskan, kehadiran Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) terkait dengan ibadah dan muamalah. Selain itu, KHGT terkait dengan identitas atau simbol peradaban Islam itu sendiri. ” Islam yang sudah 14 abad lebih hingga kini bekum memiliki kalender yang defenitif, unikatif dan global yang menyatukan,” jelas Arwin doktor di bidang Filologi-Astronomi lulusan Institute of Arab Research and Studines, Cairo Mesir.
Arwin Juli Rakhmadi Butar-buar juga menguraikan diskursus matlak, terutama matlak global dalam berbagai perspektif mahzab, literatur dan tokoh dengan menyampaikan rujukan dari sumber-sumber autentik-otoritatif. Kata Arwin, bahwa pandangan matlak global merupakan pandangan mayoritas ulama ( jumhur).
Kepada Jamaah Misfalah-08, Arwin menjelaskan bagaimana Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Kegiatan pengajian dipenuhi dengan antusias dan beragam pertanyaan dari para jamaah seputar kalender hijriah global tunggal.
Kemudian dilanjutkan penayangan video profil dari OIF UMSU, simulasi arah kiblat, film sejarah optik dan pengenalan instrumen OIF UMSU serta pengamatan Matahari secara langsung pakai Teleskop.
Ketua Misfalah-08 menyampaikan apresiasi kepada OIF UMSU yang telah memasilitasi pengajian Misfalah di planetarium OIF UMSU. (Syaifulh/Abdie)








