• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

    Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

    Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

    Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

    Beramar Maruf Nahi Munkar di Media Sosial, Jangan Membuat Gaduh

    Wali Kota ajak Hyejeon University kenalkan produk UMKM dari Medan

    Muhammadiyah Harus Menguatkan dan Merawat Ekosistem Seni Budaya

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

      Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

      Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

      Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

      Beramar Maruf Nahi Munkar di Media Sosial, Jangan Membuat Gaduh

      Wali Kota ajak Hyejeon University kenalkan produk UMKM dari Medan

      Muhammadiyah Harus Menguatkan dan Merawat Ekosistem Seni Budaya

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Пин Ап казино – Официальный сайт Pin up играть онлайн | Зеркало и вход

        BassBet Vélemények – a mobil és asztali online kaszinó használatának összehasonlítása

        Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

        Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

        Pin Up Casino – Azərbaycanda onlayn kazino Pin-Up

        Lemon Casino – Online Casino Recenzje

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

          Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

          Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

          Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

          Beramar Maruf Nahi Munkar di Media Sosial, Jangan Membuat Gaduh

          Wali Kota ajak Hyejeon University kenalkan produk UMKM dari Medan

          Muhammadiyah Harus Menguatkan dan Merawat Ekosistem Seni Budaya

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

            Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

            Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

            Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

            Beramar Maruf Nahi Munkar di Media Sosial, Jangan Membuat Gaduh

            Wali Kota ajak Hyejeon University kenalkan produk UMKM dari Medan

            Muhammadiyah Harus Menguatkan dan Merawat Ekosistem Seni Budaya

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Пин Ап казино – Официальный сайт Pin up играть онлайн | Зеркало и вход

              BassBet Vélemények – a mobil és asztali online kaszinó használatának összehasonlítása

              Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

              Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

              Pin Up Casino – Azərbaycanda onlayn kazino Pin-Up

              Lemon Casino – Online Casino Recenzje

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Kabar PTMA

              Kehidupan Digital dan Reproduksi Sosial: Antara Kesempatan dan Kesenjangan

              admin by admin
              25/10/2025
              in Kabar PTMA
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Oleh Moh. Mudzakkir, Ph.D. | Pemimpin Redaksi Warta PTM – Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah

              Kehidupan di era kontemporer, manusia tidak lagi hanya berada di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Kita hidup di dua dunia sekaligus, dunia fisik dan dunia digital yang saling berkelindan membentuk pola baru dalam bekerja, belajar, berinteraksi, bahkan membangun identitas diri. Di ruang digital, kita menemukan peluang besar: belajar dari universitas dunia tanpa harus meninggalkan rumah, membuka usaha daring dengan jangkauan global, dan berpartisipasi dalam wacana publik secara terbuka. Namun, dibalik segala peluang itu, tersembunyi kesenjangan yang halus tetapi nyata. Tidak semua orang memiliki kemampuan, sumber daya, atau kesempatan yang sama untuk mengakses dan memanfaatkan dunia digital.

              WartaTerkait

              FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan​Peny Eriska

              Milad 109 PW Aisyiyah Sumut Digelar di UMSU Dimeriahkan Expo 50 UMKM Perempuan​Peny Eriska

              Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung Borong Prestasi Nasional di SILAT APIK PTMA 2026

              UM Palopo Hadirkan Praktisi Industri, Perkuat Wawasan Mahasiswa Teknik Pertambangan

              Teknologi yang Tidak Pernah Netral

              Sering kali kita berpikir bahwa teknologi bersifat netral, hanya alat yang bisa digunakan untuk tujuan baik atau buruk, tergantung pada siapa yang memegangnya. Namun, sosiologi masyarakat dan teknologi justru mengajarkan sebaliknya. Teknologi selalu lahir dari konteks sosial tertentu; ia memuat nilai, ideologi, bahkan kepentingan ekonomi dan politik yang melekat di dalam desainnya (Bijker & Pinch, 1987).

              Ambil contoh algoritma media sosial. Ia bukan sekadar mesin yang mengatur apa yang kita lihat di layar. Ia adalah sistem yang memprioritaskan konten berdasarkan “perhatian,” bukan “manfaat.” Akibatnya, mereka yang memiliki kemampuan teknis dan sumber daya besar, misalnya influencer dengan modal finansial dan jaringan luas, lebih mudah “terlihat” dan mendapatkan keuntungan ekonomi. Sementara itu, kelompok dengan literasi digital rendah atau perangkat terbatas menjadi sekadar konsumen pasif, yang waktu dan datanya dikonversi menjadi keuntungan bagi pihak lain.

              Fenomena ini mengingatkan kita pada konsep time–space distanciation yang dikemukakan Anthony Giddens (1990): teknologi memperluas jangkauan ruang dan waktu manusia, tetapi juga menciptakan jarak baru bagi mereka yang tidak punya akses. Dunia menjadi terhubung, namun tidak semua dapat ikut terlibat.

              Di Indonesia, ketimpangan digital tampak nyata. Menurut survei APJII (2024), penetrasi internet nasional mencapai 79,5 % atau sekitar 221 juta pengguna, tetapi kontribusi wilayah non-urban hanya 30,5 %. Artinya, penggunaan internet masih terpusat di kota besar dan kalangan menengah ke atas. Penelitian Bank Dunia (2023) juga menunjukkan bahwa keluarga dengan pendapatan dan pendidikan rendah memiliki kemungkinan jauh lebih kecil untuk mengakses internet atau memiliki perangkat digital yang memadai. Keadaan ini menandakan adanya jurang struktural dalam kesempatan digital.

              Modal Sosial di Era Digital: Membaca dengan Kacamata Bourdieu

              Pierre Bourdieu (1986) memberi kita kacamata tajam untuk membaca situasi ini. Menurutnya, dalam praktik kehidupan masyarakat tersusun oleh berbagai bentuk modal: ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik. Semua modal itu menentukan posisi seseorang dalam arena sosial, termasuk arena digital.

              Dalam dunia digital, modal ekonomi menentukan kemampuan seseorang untuk memiliki gawai canggih, koneksi internet cepat, dan perangkat lunak berbayar. Modal budaya berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengolah informasi digital secara kritis—yang sering kali diperoleh dari pendidikan dan lingkungan keluarga. Modal sosial tampak dalam jaringan relasi digital—berapa banyak koneksi profesional di LinkedIn, komunitas daring yang diikuti, atau dukungan sosial yang diperoleh di ruang digital. Sementara modal simbolik hadir dalam bentuk status, reputasi, dan pengakuan digital: siapa yang “diverifikasi,” siapa yang berpengaruh.

              Coba lihat di sekitar kita. Seorang mahasiswa kota dengan laptop dan koneksi stabil bisa membuat konten edukatif di YouTube atau bergabung dalam internasional online class. Namun di desa lain, masih ada siswa yang harus memanjat bukit mencari sinyal demi mengirim tugas sekolah. Kedua-duanya hidup di era digital, tapi peluang mereka berbeda. Dalam istilah Bourdieu, yang pertama memiliki modal digital berlapis, sementara yang kedua kekurangan modal dasar untuk bersaing.

              Penelitian di Indonesia (East-South Institute, 2023) menemukan bahwa kesenjangan akses teknologi dan keterampilan digital tidak hanya berdampak pada kemampuan ekonomi, tetapi juga pada integrasi sosial dan kepuasan hidup. Mereka yang tertinggal secara digital cenderung merasa terpinggirkan dalam pergaulan sosial maupun kesempatan kerja. Dengan kata lain, kekurangan modal digital berarti kehilangan ruang partisipasi dalam masyarakat modern.

              Reproduksi Sosial di Dunia yang Terkoneksi

              Ketimpangan ini bukan sekadar soal perangkat, melainkan juga soal reproduksi sosial. Bowles dan Gintis (1976) menjelaskan bahwa sistem pendidikan dan struktur sosial kerap mempertahankan ketimpangan kelas melalui mekanisme halus yang tampak “alami.” Di era digital, proses ini menemukan bentuk baru. Algoritma media sosial, sistem perekrutan daring, hingga ekonomi platform seperti ojek online atau freelancer digital memperkuat logika lama: yang punya modal lebih besar akan lebih mudah naik kelas.

              Bayangkan dua anak muda: satu dari keluarga menengah kota yang terbiasa dengan komputer sejak kecil, satu lagi dari keluarga buruh yang baru mengenal ponsel pintar di bangku SMA. Keduanya hidup di dunia yang sama, tapi ketika satu mampu membuka bisnis daring dan membangun personal branding, yang lain berjuang bertahan dalam pekerjaan digital berisiko tanpa jaminan sosial. Dunia digital, yang seharusnya menjanjikan mobilitas sosial baru, justru berpotensi memperkuat stratifikasi lama dalam wujud yang lebih halus dan algoritmis.

              Kajian sub-nasional di Indonesia menunjukkan bahwa wilayah dengan kapasitas ekonomi dan infrastruktur digital rendah, khususnya luar Jawa, tertinggal jauh dalam pengembangan teknologi rumah tangga maupun keterampilan digital individu (Kurniawati, Yap & Zhang, 2023). Hasil serupa juga ditemukan oleh Rajagukguk et al. (2024) yang menjelaskan bahwa lokasi geografis dan tingkat ekonomi rumah tangga sangat memengaruhi tingkat penggunaan internet dan literasi digital di Indonesia. Ketimpangan digital ini membuat reproduksi sosial tidak hanya terjadi di sekolah atau dunia kerja, tetapi juga di setiap klik dan koneksi internet.

              Akses Digital sebagai Agenda Publik dan Kebijakan

              Karena itu, akses digital tidak bisa hanya dianggap sebagai urusan teknis atau komersial. Ia adalah persoalan keadilan sosial. Dalam masyarakat informasi, hak atas internet dan literasi digital sama pentingnya dengan hak atas pendidikan. Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil harus melihat isu ini sebagai bagian dari agenda publik.

              Kebijakan digital inclusion harus melampaui pembangunan infrastruktur jaringan. Ia perlu menyentuh aspek literasi digital kritis, kemampuan memilah informasi, memahami etika berkomunikasi, hingga kesadaran tentang jejak digital dan keamanan data pribadi. Laporan UNICEF (2023) menunjukkan bahwa banyak negara, termasuk Indonesia, masih menitikberatkan pada penyediaan akses fisik ketimbang pemerataan kemampuan dan partisipasi digital yang bermakna. OECD (2023) menambahkan bahwa keadilan digital sejati harus berfokus pada “equitable outcomes,” bukan sekadar “equal access.”

              Di Indonesia, data Kementerian Kominfo (2023) memperlihatkan Indeks Literasi Digital Nasional masih berada di angka 3,54 (skala 1–5). Ini menunjukkan bahwa kemampuan kritis dan kesadaran etis masyarakat digital belum sepenuhnya matang. Sementara itu, UNDP (2024) menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan indeks inklusivitas digital yang kuat agar digitalisasi tidak justru memperlebar jurang sosial.

              Teknologi sebagai Sarana Emansipasi

              Kita hidup di masa ketika teknologi tampak semakin “cerdas,” tetapi seringkali justru membuat manusia kehilangan arah. Padahal, teknologi seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan penentu nasib. Dunia digital bisa menjadi ruang produksi sosial—tempat ide, inovasi, dan solidaritas lahir—jika kita menggunakannya untuk memperkuat kolaborasi dan kesetaraan.

              Pertanyaan mendasarnya bukan lagi “Seberapa cepat kita menyesuaikan diri dengan teknologi?”, melainkan “Seberapa adil teknologi bekerja bagi semua lapisan masyarakat?” Sebab kemajuan digital sejati tidak diukur dari seberapa canggih perangkat yang kita miliki, tetapi dari seberapa luas peluang yang kita buka bagi semua orang untuk tumbuh bersama.

              Masa depan digital Indonesia akan benar-benar cerah jika ia menjadi ruang inklusif—di mana setiap orang, apa pun latar belakang sosialnya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi. Dunia digital seharusnya menjadi jembatan kesetaraan, bukan tembok baru yang memisahkan yang punya dan yang tak punya. Itu harapannya, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Semoga.

              The post Kehidupan Digital dan Reproduksi Sosial: Antara Kesempatan dan Kesenjangan appeared first on Warta PTM.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Rektor UM Maluku Diskusi Strategis dengan Mendiktisaintek: Kampus Siap Jadi Motor Inovasi Kawasan Timur

              Next Post

              Pakar UMY Soroti Ketergantungan Ekonomi pada AS dan Cina

              admin

              admin

              InfoLain

              Kabar PTMA

              FKIK UMSU Yudisium Dokter Rektor AI Jadi Tantangan Dunia Kesehatan​Peny Eriska

              09/07/2026
              Kabar PTMA

              Milad 109 PW Aisyiyah Sumut Digelar di UMSU Dimeriahkan Expo 50 UMKM Perempuan​Peny Eriska

              09/07/2026
              Kabar PTMA

              Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung Borong Prestasi Nasional di SILAT APIK PTMA 2026

              09/07/2026
              Next Post

              Pakar UMY Soroti Ketergantungan Ekonomi pada AS dan Cina

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

                Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

                11/07/2026

                Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

                11/07/2026

                Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

                11/07/2026

                Beramar Maruf Nahi Munkar di Media Sosial, Jangan Membuat Gaduh

                11/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,685)
                • Hukum Islam (1,465)
                • Kabar PTMA (3,915)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

                Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

                11/07/2026

                Air Mata Tanwir, Monumen Peradaban Muhammadiyah

                11/07/2026

                Abdul Mu’ti Wakafkan Empat Bidang Tanah untuk Perkuat Dakwah Muhammadiyah

                11/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In