• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

    Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

    Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

    Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

    Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

    LAPK: PLN Wajib Memberikan Kompensasi atas Blackout Sumatera

    Jemaah Hari ini Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

      Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

      Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

      Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

      Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

      LAPK: PLN Wajib Memberikan Kompensasi atas Blackout Sumatera

      Jemaah Hari ini Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

          Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

          Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

          Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

          Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

          LAPK: PLN Wajib Memberikan Kompensasi atas Blackout Sumatera

          Jemaah Hari ini Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

            Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

            Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

            Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

            Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

            LAPK: PLN Wajib Memberikan Kompensasi atas Blackout Sumatera

            Jemaah Hari ini Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menghadapi Era Omong Kosong

              admin by admin
              28/07/2025
              in BeritaMu
              0
              Menghadapi Era Omong Kosong
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Ahmad Saleh

              Oleh: Ahmad Soleh (Sekretaris MPI PDM Kota Depok, Mahasiswa MPBI SPs Uhamka, dan Anggota APEBSKID Kom. DKI Jakarta)

              PWMU.CO- Saat ini, hampir setiap orang menggenggam ponsel pintar. Kecerdasan artifisial (AI) dan media sosial semakin melekat erat dengan kehidupan manusia. Teks, foto, dan video mengalir deras tanpa kita minta atau cari. Ratusan ribu informasi berseliweran melalui perangkat komunikasi kita setiap hari. Adakah orang yang bisa lepas dari gawai barang sehari saja? Rasanya sangat sulit. Takut ketinggalan informasi, takut dianggap kudet alias “kurang up to date”. Lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan ponsel pintar, agaknya menjadi fakta yang sulit dibantah.

              WartaTerkait

              Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

              Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

              Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

              Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

              Memang, manusia dan informasi adalah dua sisi mata uang. Sebagai makhluk sosial (Homo socius), manusia membutuhkan interaksi, komunikasi, dan berbaur dengan sesamanya. Aktivitas ini mengharuskan kita saling bertukar sesuatu yang berharga, yang kita sebut “informasi”. Entah dalam bentuk obrolan ringan, diskusi berat, atau sekadar bertukar cerita.
              Tanpa informasi, manusia bisa teralienasi dari pergaulan dan kehidupan sosial. Kebutuhan akan informasi inilah yang menuntut kehadiran media yang memudahkan manusia mendapatkan informasi, baik sebagai kebutuhan, gengsi, atau “alat tukar” dalam interaksi sosial. Dalam sudut pandang lain, informasi memiliki andil besar dalam membangun wacana dan percakapan publik.

              Saat Semua Merasa Ahli

              Di Indonesia, kita mengenal sejumlah media besar, seperti Kompas, Republika, Tempo, dan Jawa Pos, hingga media digital seperti Detik, Kumparan, dan Narasi. Media massa bukan hanya berperan sebagai penjual, tetapi juga sebagai produsen informasi. Media massa adalah produk jurnalistik yang prosesnya terikat oleh prinsip, semangat, dan kode etik yang ketat.

              Keterikatan ini menjadi pembeda utama antara media massa dan sumber informasi lainnya. Namun, di era digital ini, media massa menghadapi tantangan besar. Menurut Raman Narayanan, seorang redaktur media the AJC di AS (dikutip Masha, 2020), perubahan ini disebabkan preferensi anak muda yang lebih suka membaca berita lewat internet. Ini adalah masa transisi yang sulit, di mana banyak media harus menyetop produk cetak sebagai produk utama mereka. Namun, tantangan berat justru datang dari demokratisasi informasi.

              Demokratisasi informasi dipicu oleh kemunculan internet dan media baru (new media) seperti blog, forum, hingga media sosial. Keberadaan media sosial yang mudah diakses menjadikan semua orang memiliki ruang untuk memproduksi dan membagikan informasi secara luas dan tak terbatas. Seperti yang diungkapkan Walter Lippmann (dalam Ishwara, 2011), di era ini setiap orang bisa menjadi wartawan. Semua orang merasa berhak bersuara dan melontarkan pendapatnya. Semua merasa dirinya ahli yang perlu dan penting untuk didengarkan.

              Jika media massa menyaring narasumber berdasarkan keahlian, media sosial sangat demokratis, siapa pun bisa berbicara. Ironisnya, publik kini cenderung lebih percaya pada pendapat orang yang populer di media sosial daripada pendapat ahli. Fenomena ini secara gamblang digambarkan oleh Tom Nichols (2017) sebagai era matinya kepakaran (the death of expertise). Sebuah era di mana publik lebih percaya omong kosong dibandingkan pendapat pakar.

              Nichols berpendapat, “Ruang publik semakin didominasi orang kurang informasi, yang sebagian besar belajar sendiri dan memandang rendah pendidikan formal, serta merendahkan pengalaman.” Padahal, kita tahu tidak seorang pun ahli dalam segala hal. Demokratisasi informasi membuat semua orang merasa berhak berpendapat, bahkan banyak yang tersesat dalam anggapan bahwa “pendapat yang paling banyak disetujui warganet adalah pendapat yang benar”. Akibatnya, informasi menjadi bias, liar, dan menyesatkan.

              Omong Kosong Terus Diproduksi

              Di era digital, media sosial sebagai new media telah mengubah pola informasi di ruang publik. Algoritma dan viralitas menjadikannya memiliki daya ledak luar biasa. Demokratisasi yang seharusnya memberikan kebebasan justru menjebak kita dalam ruang digital yang “dikendalikan” oleh algoritma. Jika percakapan kita diatur oleh mesin, lantas di mana letak demokratisnya?

              Aktivitas kita di media sosial mengurung kita dalam ruang sempit yang disesaki informasi berdasarkan preferensi yang diukur oleh algoritma. Inilah yang kita kenal sebagai echo chamber dan filter bubble. Alih-alih mendapatkan informasi yang beragam, kita justru terperangkap dalam satu sudut pandang. Tak heran jika perdebatan di kolom komentar sering kali berakhir sebagai debat kusir, di mana tujuan utamanya adalah membuktikan “akulah yang benar”, bukan mencari kebenaran (truth) itu sendiri.

              Inilah gerbang kita memasuki era konten dan omong kosong. Produksi omong kosong di jagat digital kian masif ketika setiap orang merasa bisa menjadi terkenal dalam sekejap. Banyak konten yang viral bukanlah kualitasnya, melainkan konten berisi omong kosong, sensasi, dan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dengan daya literasi yang rendah, masyarakat kita mudah sekali diperdaya dengan konten semacam itu.

              Hoaks, misinformasi, disinformasi, dan malinformasi adalah varian dari omong kosong yang terus diproduksi. Bukan hanya karena ada yang memproduksinya, tetapi juga karena banyak warganet yang gemar mengonsumsinya. Kebiasaan mendapatkan informasi sesuai preferensi dan kesenangan pribadi dapat memperkuat bisnis semacam ini. Kerentanan masyarakat minim literasi terhadap omong kosong semakin besar ketika orang-orang licik menggunakan jasa buzzer untuk menyebarkannya.

              Menghadapi Omong Kosong

              Memang, sejak lama kita sudah hidup berdampingan dengan omong kosong. Sebagian dari kita bahkan meyakininya sebagai sebuah kebenaran. Ini adalah gerbang kita memasuki era post-truth, di mana kebenaran menjadi relatif, bergantung pada kepentingan, preferensi, dan keyakinan. Tidak ada lagi objektivitas. Validasi digunakan untuk pembenaran, sementara verifikasi tidak lagi berjalan semestinya.

              Tom Phillips dalam bukunya, Truth (2021), menegaskan bahwa dalam menghadapi omong kosong, kita perlu memeriksa diri sendiri. Apakah ada bias yang memengaruhi cara kita melihat kebenaran? Jujur terhadap diri sendiri terkadang sulit. Kita tidak ingin dibohongi, tetapi pada saat yang sama, kita kerap tertarik membeli barang karena iklan, hingga memilih pejabat politik karena tergiur janji-janji kampanye.

              Secara psikologis, kita juga kerap berbohong pada diri sendiri—membuat media sosial menjadi tempat kita membagikan momen yang sudah direkayasa sedemikian rupa, contohnya. Lars Svendsen dalam Filsafat Kebohongan (2025) mengatakan, berbohong membuat seseorang percaya apa yang diucapkannya sebagai kebenaran. Orang yang berbohong akan meyakinkan orang lain untuk percaya dengan kebohongannya. Itulah yang dilakukan pengiklan dan pejabat saat kampanye.

              Pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita semua. Apakah kita mau menjadi bagian dari produsen/konsumen omong kosong? Atau, bergerak menghentikan segala omong kosong itu sekarang juga? (*)

              Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

              The post Menghadapi Era Omong Kosong appeared first on PWMU.CO | Portal Berkemajuan.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Ujian di Era Kecerdasan Buatan (AI): Menggugat Metode Tradisional, Menuju Pendidikan yang Autentik

              Next Post

              SD Muhammadiyah Kota Blitar Gelar Kajian MSG, Bahas Bahaya Meremehkan Dosa Kecil

              admin

              admin

              InfoLain

              Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani
              BeritaMu

              Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

              25/05/2026
              BeritaMu

              Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

              25/05/2026
              BeritaMu

              Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

              25/05/2026
              Next Post
              SD Muhammadiyah Kota Blitar Gelar Kajian MSG, Bahas Bahaya Meremehkan Dosa Kecil

              SD Muhammadiyah Kota Blitar Gelar Kajian MSG, Bahas Bahaya Meremehkan Dosa Kecil

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

                Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

                25/05/2026

                Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

                25/05/2026

                Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

                25/05/2026

                Orkestra UMSU Meriahkan Penutupan UICC 2026 Pemenang Lomba Mendapat Tawaran Beasiswa

                25/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,208)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,731)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

                Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu Teguhkan Diri sebagai Pusat Lahirnya Generasi Qur’ani

                25/05/2026

                Camp Tahfidz SD Muhammadiyah, Program Perdana Belajar Qur’an di Alam Terbuka

                25/05/2026

                Ketua PP ‘Aisyiyah Apresiasi Generasi Penghafal Quran di MI-T Muhammadiyah Sumberejo

                25/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In