• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

    Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

    Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

    Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

    Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

    Resmi Bekerja Sama dengan BPJS, Klinik PKU Muhammadiyah Tanjung Sari Siap Layani Peserta JKN

    Peran Strategis IMM Dalam Membentuk Intelektual Progresif dan Arsitek Peradaban Masa Depan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

      Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

      Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

      Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

      Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

      Resmi Bekerja Sama dengan BPJS, Klinik PKU Muhammadiyah Tanjung Sari Siap Layani Peserta JKN

      Peran Strategis IMM Dalam Membentuk Intelektual Progresif dan Arsitek Peradaban Masa Depan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

          Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

          Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

          Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

          Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

          Resmi Bekerja Sama dengan BPJS, Klinik PKU Muhammadiyah Tanjung Sari Siap Layani Peserta JKN

          Peran Strategis IMM Dalam Membentuk Intelektual Progresif dan Arsitek Peradaban Masa Depan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

            Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

            Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

            Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

            Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

            Resmi Bekerja Sama dengan BPJS, Klinik PKU Muhammadiyah Tanjung Sari Siap Layani Peserta JKN

            Peran Strategis IMM Dalam Membentuk Intelektual Progresif dan Arsitek Peradaban Masa Depan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kaderisasi Muhammadiyah dalam Renungan

              admin by admin
              19/07/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              KADERISASI MUHAMMADIYAH DALAM RENUNGAN

              Oleh : Talkisman Tanjung – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mandailing Natal

              WartaTerkait

              Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

              Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

              Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

              Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

               

              “Siapa yang tidak memikirkan kaderisasi, dia sedang menyiapkan kehancuran organisasi.” (  Buya Syafii Maarif)

              Kader adalah Ujung Tombak Perjuangan Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, Muhammadiyah telah mengambil peran strategis
              sebagai gerakan Islam pembaru yang tidak hanya aktif dalam bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga dalam ranah sosial, kesehatan, bahkan politik kebangsaan. Di balik semua kontribusi besar itu, berdirilah sosok-sosok kader Muhammadiyah yang menjadi pelaku utama, penggerak
              roda organisasi, serta penyalur nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Namun, dalam suasana kontemplatif, perlu kiranya kita mengajukan sebuah pertanyaan mendalam: bagaimana kondisi kaderisasi Muhammadiyah hari ini? Sudahkah kita cukup siap mencetak generasi penerus yang tangguh secara ideologi, cerdas secara intelektual, dan ikhlas dalam berjuang?

              Kaderisasi adalah proses kunci dalam menjamin kesinambungan cita-cita perjuangan. Dalam Muhammadiyah, kader bukan hanya mereka yang mengisi struktur kepengurusan, tapi mereka yang menghidupkan nilai, menjaga ruh, dan meneruskan misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
              Di pundak para kaderlah masa depan Muhammadiyah digantungkan. Sebagaimana dikatakan Prof. Dr. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah: “Kader adalah investasi masa depan persyarikatan. Tanpa kaderisasi yang kuat, Muhammadiyah akan kehabisan energi dan semangat pembaharuannya akan padam.”

              Kaderisasi adalah denyut nadi organisasi. Tanpanya, Muhammadiyah hanya akan menjadi nama besar yang kian redup seiring waktu. Dalam Muhammadiyah, kaderisasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pelatihan formal, tetapi lebih sebagai upaya membentuk manusia paripurna yang
              beriman, berilmu, dan beramal. Kaderisasi di Muhammadiyah berakar pada misi utama: menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Maka, kader Muhammadiyah bukan hanya orang yang hafal Anggara  Dasar/Anggaran Rumah Tangga, tetapi juga mereka yang mampu menerjemahkan nilai Islam ke dalam realitas sosial secara progresif. Muhammadiyah dan Semangat Kaderisasi Sejak Awal Sejak awal berdirinya, K.H. Ahmad Dahlan telah menanamkan pentingnya kaderisasi. Ia tidak hanya mendirikan organisasi, tapi juga membentuk generasi. Langkah K.H. Ahmad Dahlan mengajarkan tafsir surah al-Ma’un kepada para pelajar bukan hanya sebagai bentuk pengajaran keislaman, tetapi sebagai cara mencetak kader berideologi praksis—yang tidak hanya paham agama, tetapi juga peduli terhadap penderitaan umat. “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” (K.H. Ahmad Dahlan)

               

              Kutipan legendaris ini menggambarkan bagaimana kader sejati harus menjiwai perjuangan, bukan sekadar mencari keuntungan atau panggung.
              Beragam Jalur Kaderisasi Muhammadiyah, dan realitas yang Terlihat. Seiring berjalannya waktu, Muhammadiyah tumbuh menjadi gerakan besar dengan berbagai instrumen yang menopang kaderisasi. Kader Muhammadiyah tidak lahir dari satu pintu, tapi melalui beragam jalur yang membentuk keberagaman kekuatan dan latar belakang kader.

              Diantara pintu masuknya kader di dalam Muhammadiyah adalah :

              1. Jalur Keluarga
              Banyak kader Muhammadiyah tumbuh dari rumah-rumah kader. Anak-anak yang sejak kecil diajak ke pengajian, dibacakan kisah para Nabi, disekolahkan di sekolah Muhammadiyah, dan dibiasakan hidup sederhana, secara perlahan menyerap nilai-nilai perjuangan. Keluarga menjadi
              “madrasah pertama” dalam mencetak kader ideologis. Namun, Buya Syafii Maarif mengingatkan bahwa kaderisasi keluarga tidak bisa hanya
              mengandalkan warisan nama: ” Anak kader belum tentu menjadi kader. Karena kader itu bukan jabatan turun-temurun, tapi kesadaran yang tumbuh dari jiwa perjuangan.”

              Maknanya adalah tidak semua anak kader otomatis menjadi kader. Kaderisasi keluarga bisa gagal bila tak ditopang keteladanan, dialog, dan pemahaman nilai. Sebaliknya, jika keluarga hanya menjadi simbol, kaderisasi justru bisa terasa kering dan menjemukan bagi anak-anaknya.

              2. Jalur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)
              Amal usaha seperti sekolah, rumah sakit, dan perguruan tinggi menjadi medan luas kaderisasi. Di AUM, kader dibentuk lewat sistem pendidikan yang menanamkan nilai Islam berkemajuan. Namun, tak semua yang mengenyam pendidikan atau bekerja di AUM otomatis menjadi kader. Maka diperlukan proses ideologisasi yang sistemik dan berkelanjutan. Prof. Dr. Haedar Nashir mengatakan: “Amal usaha Muhammadiyah harus menjadi pusat kaderisasi, bukan hanya pusat pelayanan.”

              Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (Sekolah, kampus, rumah sakit, panti asuhan, dan pesantren Muhammadiyah) menjadi medan subur lahirnya kader. Mereka yang menempuh pendidikan di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK, hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah banyak yang akhirnya menjadi kader karena tersentuh oleh nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamin, bersentuhan langsung dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan, dan mengalami pendidikan yang berwawasan tajdid. Namun di sisi lain, tak sedikit yang hanya menjadi “pengguna fasilitas Muhammadiyah”
              tanpa terikat ruh ideologisnya. Di sinilah pentingnya sinergi antara akademik dan ideologi, agar setiap AUM bukan hanya tempat bekerja dan belajar, tetapi juga ladang pembibitan kader yang utuh.

              3. Jalur Organisasi Otonom (Ortom)
              Ortom seperti IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, NA, Tapak Suci, dan HW adalah jalur formal pembinaan kader. Di sinilah para kader belajar ideologi, kepemimpinan, keorganisasian, dan spiritualitas gerakan. Ortom melatih kader untuk berpikir tajam, bertindak strategis, dan berakhlak sosial. Lewat program kerja Ortom secara bertahap dan berkesinambungan dilakukan pembinaan keorganisasian, dan terutama penanaman idiologisasi Muhammadiyah. Baik dengan program perkaderan formal, yang telah tersistem dalam system perkaderan ortom, maupun dengan berbagai program ril yang dilaksanakan masing-masing ortom. Dan hal ini sangat efektif, terbukti para Pimpinan Muhammadiyah hari ini banyak yang berasal dari kader-kader Ortom.

              Prof.Dien Syamsuddin misalnya, yang menjabat ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dua periode berasal dari Ortom, yaitu IMM dan Pemuda Muhammadiyah. Prof. Haedar Nashir, menjabat sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sampai periode ini juga berasal
              dari Ortom, mulai dari IPM, IMM dan Pemuda Muhammadiyah. Dan termasuk Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekarang Prof.Abdul Mu’ti (saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Merah Putih Republik Indonesia), juga mantan Ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

              Namun tantangan Ortom saat ini adalah mempertahankan militansi di tengah gempuran pragmatisme zaman. Seperti kata Buya Syafii Maarif:
              ” Kalau Muhammadiyah tidak berhasil mendidik anak mudanya menjadi kader ideologis, maka Muhammadiyah hanya akan besar karena masa lalu, bukan karena masa depan.”

              4. Jalur Simpatisan dan Intelektual
              Ada pula kader yang lahir dari simpati terhadap ide-ide Muhammadiyah. Mereka datang dari luar, belajar, lalu tertarik dan masuk dalam gerakan. Mereka bisa jadi bukan dari keluarga Muhammadiyah, bukan alumni AUM, tetapi punya semangat yang kuat dalam berkontribusi. Muhammadiyah perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin bergabung, seperti pesan Haedar Nashir: “Kita jangan eksklusif dalam membentuk kader. Muhammadiyah itu terbuka, inklusif, dan memberi ruang pada siapa pun yang ingin berjuang untuk Islam yang tercerahkan.”  Dan dijajaran kepemimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang dan sampai ke tingkat Ranting, sangat banyak unsur Pimpinannya yang berasal dan masuk kejalur kader melalui jalur simpatisan dan Intelektual ini. Dari berbagai profesi kehidupan banyak tokoh-tokoh di Negara Republik Indonesia ini yang secara intelektual tertarik bergabung dengan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang moderat dan berkemajuan ini.

              Dan ada juga yang hanya tertarik dengan gerakan berkemajuan ini saja, dengan melakukan gerakan infaq, wakaf dan hibah harta pribadinya kepada Persyarikatan Muhammadiyah, meskipun secara administrasi belum atau tidak mengurus keanggotaannya di Muhammadiyah.

              Tantangan Kaderisasi di Era Digital
              Kini kader Muhammadiyah hidup di era 5.0, generasi TikTok dan Instagram. Dunia mereka dipenuhi informasi, distraksi, dan gaya hidup instan. Kegiatan pengkaderan yang kaku, penuh ceramah, dan minim praktik bisa membuat generasi muda kehilangan gairah. Di sinilah pentingnya inovasi metode kaderisasi. Kita harus berani keluar dari zona nyaman, menciptakan kaderisasi yang menyenangkan, menarik, dan sesuai dengan zaman—tanpa kehilangan esensi ideologinya. Sebagaimana dikatakan oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah: “Kader Muhammadiyah itu harus punya tiga kekuatan: ideologis, intelektual, dan sosial. Jangan hanya pandai berceramah, tapi tidak bisa menjawab tantangan umat.”

              Refleksi: Apa yang Sudah Kita Wariskan?
              Sudahkah kita mencetak kader yang tangguh, jujur, berilmu, dan siap berjuang? Ataukah kita lebih sibuk dengan struktur, seremonial, dan laporan kegiatan yang kosong dari ruh perjuangan? Jika kaderisasi hanya menjadi beban administratif, maka kita sedang mempersiapkan kepunahan
              ruhul jihad Muhammadiyah. Namun jika kaderisasi kita maknai sebagai madrasah ideologis dan ladang perjuangan, maka kita sedang menyemai harapan besar untuk masa depan.

              Menjaga Nyala Gerakan
              Kaderisasi bukan soal cetak-mencetak, tapi soal membentuk dan membina manusia. Ia adalah proses panjang yang memerlukan kesabaran, ketulusan, dan konsistensi. Mari kita rawat proses kaderisasi dengan cinta, bukan dengan paksaan. Kita bimbing kader-kader muda bukan dengan arogansi senioritas, tapi dengan keteladanan dan kasih sayang. Kita buka ruang dialog, bukan sekadar ruang komando. Karena seperti yang pernah dikatakan oleh KH. Ahmad Dahlan: “Pendidikan itu menanamkan ide, bukan hanya menyampaikan ilmu.” Semoga dari proses kaderisasi yang reflektif dan menyeluruh ini, lahirlah generasi baru Muhammadiyah yang cerdas, ikhlas, militan, dan mencerahkan dunia dengan cahaya Islam berkemajuan. Artinya, seluruh bentuk Perkaderan formal yang dilakukan oleh Muhammadiyah, atau oleh Ortom, perlu dievaluasi, apakah sistem Perkaderan yang sudah ada dari beberapa waktu yang lalu itu masih relevankah atau perlu ada semacam perbaikan-perbaikan dan penyesuaian, terutama dengan perkembangan kader yang saat ini hidup di era 5.0, semua serba digitalisasi dan internet.

              Dan bagaimana metode sinkronisasi paham dan idiologi Muhammadiyah tersebut dengan kemajuan digitalisasi disemua sektor kehidupan ummat,
              termasuk banyaknya fasilitas-fasilitas umum yang tergusur oleh kemajuan teknologi ini. Pola dan gaya hidup masyarakat pun terjadi pergeseran yang signifikan, dan tentu akan berimplikasi pada adanya perubahan nilai-nilai kehidupan. Wallahu a’lam.

              Medio Juli 2025, Batahan.

              The post Kaderisasi Muhammadiyah dalam Renungan appeared first on Infomu.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Hukum Bekam dalam Islam, Bolehkah?

              Next Post

              Khutbah Jumat: Pentingnya Membiasakan Ibadah kepada Anak Sejak Dini

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

              17/05/2026
              Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX
              BeritaMu

              Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

              17/05/2026
              BeritaMu

              Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

              17/05/2026
              Next Post

              Khutbah Jumat: Pentingnya Membiasakan Ibadah kepada Anak Sejak Dini

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

                17/05/2026
                Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

                Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

                17/05/2026

                Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

                17/05/2026

                Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

                17/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,117)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,676)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: Srikandi Penjaga Arah Peradaban

                17/05/2026
                Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

                Hadirkan Pelajar Berkarakter dan Islami, SMPM-57 Lepas 133 Siswa Angkatan XX

                17/05/2026

                Kisah di Balik Tangis Hartati: Kehilangan Rumah di Aceh, Bertamu ke Rumah Allah

                17/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In