Ketua MPW Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., menegaskan pentingnya sepuluh karakteristik yang mencerminkan Islam Wasathiyah dalam diri seorang muslim. Hal tersebut ia sampaikan pada sesi materi terakhir Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 1446 H.
Pengkajian ini diselenggarakan kedua kalinya di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, MA., Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (08/03/2025).
Amisryah menjelaskan sepuluh karakter utama dalam Islam Wasathiyah yaitu Tawassuth (Jalan Tengah), Tawazun (Seimbang), I’tidal (Lurus dan Tegas), Tasamuh (Toleransi), Musawah (egaliter dan tidak diskriminatif), Syura (Musyawarah), Islah ( Reformasi), Awlawiyah (mendahulukan yang prioritas), Tathawwur wa ibtikar (dinamis, kreatif, inovatif) dan Tadhabbur (berkeadaban). Ia menegaskan bahwa seorang Muslim yang tidak memiliki kesepuluh karakter ini belum sepenuhnya mencerminkan Islam Wasathiyah.
“Islam wasathiyah secara alami mengarah pada konsep Islam yang berkemajuan. Sebab, ajaran Islam menghendaki umatnya untuk senantiasa berkembang, baik dalam pola pikir maupun tindakan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman Islam harus diwujudkan dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari. Selain itu, pola pikir dan tindakan yang berkemajuan harus selalu berorientasi pada solusi, bukan sekadar berfokus pada masalah.
Muhammadiyah secara tegas mengakui bahwa Negara Pancasila adalah hasil konsensus nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Negara Pancasila berfungsi sebagai wadah bagi umat untuk meneguhkan komitmennya dalam membangun negeri yang aman, damai, maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat di bawah ridha Allah SWT.
Sebagai salah satu komponen strategis umat dan bangsa, Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk mengamalkan nilai-nilai fastabiqul khairat dan berperan sebagai kekuatan terdepan (leading force) dalam membangun serta memimpin Negara Pancasila menuju kehidupan kebangsaan yang lebih maju. Dengan demikian, Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara lain yang telah mencapai kemajuan dan peradaban tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah Dr. Imam Addaruqutni, M.Ag., menyampaikan tentang gagasan mengenai pemikiran politik Islam ini dapat ditelusuri sejak era Tabi’in, salah satunya melalui pemikiran Hasan al-Bashri.
Inti dari pemikirannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil berdasarkan musyawarah, pengakuan terhadap hak-hak rakyat, peran ulama sebagai pengawas moral dan hukum, serta supremasi hukum dalam tata kelola pemerintahan.
“Perkembangan Islam moderat merupakan isu yang saling berkaitan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti semangat keagamaan, dinamika politik, serta perkembangan intelektual yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun,” ujarnya.
Turut hadir narasumber lain Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.
Editor : Sofia Hasna
Artikel Amirsyah Tambunan: Pentingnya Sepuluh Karakter Utama dalam Islam Wasathiyah pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.



