• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, April 30, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

    HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

    UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

    Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

    Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

    Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

    Media Barat dan Regional Akui AS-Israel Kalah di Timur Tengah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

      HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

      UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

      Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

      Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

      Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

      Media Barat dan Regional Akui AS-Israel Kalah di Timur Tengah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

          HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

          UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

          Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

          Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

          Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

          Media Barat dan Regional Akui AS-Israel Kalah di Timur Tengah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

            HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

            UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

            Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

            Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

            Habiskan Duit Rp434 T dalam Dua Bulan Perang, AS Diguncang Bencana Politik dan Ekonomi

            Media Barat dan Regional Akui AS-Israel Kalah di Timur Tengah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              “Menjaga Persatuan Umat di Tengah Perbedaan: Refleksi atas Talbis Iblis dalam Agama”

              by
              11/10/2024
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Ustadz Fathurrahman Kamal, Lc., M.A.

              Salah satu kesyukuran kita sebagai bangsa Indonesia adalah kenikmatan di dalam suasana kemajmukan, kenikmatan dalam suasana yang plural dan tidak tunggal. Dalam kehidupan yang majemuk, kita bisa membuktikan secara empirik kebenaran kalamullah Tabaraka wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an:

              WartaTerkait

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              “Inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja’alnakum syu’uban wa qaba’ila li ta’arafu”
              (“Kami ciptakan kalian,” kata Allah, “dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal.”)

              “Inna akramakum ‘indallahi atqakum”
              (“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”)

              Dalam keragaman ini, kita sebagai umat manusia, khususnya orang-orang beriman, diberikan satu predikat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

              “Wa kadzalika ja’alnakum ummatan wasathan litakunu syuhada’a ‘alannas wa yakuna rasulu ‘alaikum syahida”
              (“Demikianlah Kami jadikan kalian umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi bagi umat manusia, dan Rasul menjadi saksi atas kalian.”)

              Kita dijadikan oleh Allah sebagai umat yang wasath (pertengahan). Ada dua kata yang digunakan oleh Allah ketika menciptakan: Allah menggunakan diksi khalaqa untuk penciptaan yang murni dari-Nya, tetapi ketika sesuatu melibatkan proses sosial, politik, kebudayaan, dan ekonomi yang melibatkan manusia, Allah menggunakan kata ja’ala. Maka, umat Islam tidak hanya diberi secara kodrati dari langit, tetapi harus berpartisipasi aktif untuk mengambil posisi sebagai umat pertengahan, agar kita dapat menjadi saksi bagi umat manusia secara universal, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi saksi atas kita.

              Dalam konteks inilah kita menghadapi berbagai dinamika, terutama dalam kehidupan keagamaan kita dan pemahaman keagamaan. Khutbah ini saya sampaikan terkhusus bagi para da’i, para mubaligh, dan para penuntut ilmu yang sedang semangat berselancar di dunia ilmu, terutama di dunia maya. Poin pertama yang perlu disampaikan adalah bahwa para ulama kita telah mensinyalir adanya gejala kehilangan sikap adil dan proporsionalitas dalam berinteraksi dengan berbagai macam keragaman pandangan, termasuk berinteraksi dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita.

              Poin kedua, perbedaan pandangan saat ini, jika tidak diantisipasi dengan baik, dapat melahirkan disintegrasi umat Islam. Lebih jauh lagi, ini dapat mengancam integrasi bangsa. Perbedaan pandangan politik bisa diselesaikan di meja perundingan, namun jika perbedaan dibumbui dengan dalil agama, mungkin perpecahan itu akan berlangsung sampai akhir hayat, dan ini yang harus kita antisipasi.

              Poin ketiga, sekarang muncul budaya latah dalam mengatribusi istilah agama yang sangat berat, seperti mengkafirkan (takfir), menyesatkan (tadlil), atau membid’ahkan (tabdi’). Hanya karena orang lain berbeda pandangan atau keyakinan, begitu mudah seseorang mengeluarkan vonis yang seharusnya tidak diucapkan.

              Poin keempat, para ulama tidak selalu memiliki garansi kebenaran dalam setiap pendapatnya, karena tidak ada yang ma’shum kecuali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Namun, ini bukan berarti kita mempermudah sikap dalam menghadapi ketimpangan. Dalam batasan syariah, penting bagi kita untuk merenungkan hal ini. Saya terkesan dengan apa yang ditulis oleh Imam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmu’ Fatawa, jilid ketiga halaman 419-421, yang menyatakan:

              “Perpecahan di antara umat Islam, terutama di kalangan ulama dan tokoh-tokohnya, menjadi sebab utama mengapa musuh-musuh Islam begitu mudah mengeksploitasi umat ini. Mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Perintah Allah adalah, ‘Berpegang teguhlah kalian dengan ajaran Allah dan janganlah kalian berpecah-belah.’ Perselisihan bukan sesuatu yang tercela dalam Al-Qur’an, tetapi manakala perselisihan tersebut membawa kepada perpecahan, inilah yang dikatakan Imam Ibnu Taimiyah sebagai meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.”

              Ketika ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ditinggalkan, iblis akan meniupkan rasa permusuhan dan angkara murka di antara para ulama. Jika para ulama dan pembelajar agama rusak, umat ini akan binasa. Namun, jika mereka bersatu dalam perbedaan, saling menghormati dan bertoleransi, mereka akan mampu menguasai keadaan umat dan bangsa ini. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah, “Al-jama’ah rahmat, al-furqah ‘adzab” (“Persatuan adalah rahmat, perpecahan adalah siksa”).

              Namun, banyak pembelajar di dunia maya yang justru menikmati perpecahan tersebut, bahkan dengan latah mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan.

              Saudara sekalian yang saya muliakan, jika kita memperhatikan dalam ajaran Islam, ada tiga domain besar di mana orang bisa mengalami perbedaan pendapat. Yang pertama adalah dalam persoalan yang bersifat furu’ al-ijtihadiyyah — persoalan-persoalan yang memang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.

              Saudara yang saya muliakan, memang benar ada hadis Rasulullah, misalnya, yang mengatakan bahwa akan ada di umatku di kemudian hari orang-orang yang menghalalkan zina, khamar, sutra, dan alat musik. Namun, hadis ini tidak berdiri sendiri. Kalau kita lihat sejarah, misalnya, sutra tidak haram bagi perempuan. Begitu pula alat musik, yang dalam sejarah menunjukkan bahwa Rasulullah mengizinkan penggunaannya saat pernikahan, hari raya, dan bahkan di masjid Nabawi ketika alat musik dimainkan oleh orang-orang dari Habasyah.

              Problemnya muncul ketika kita harus menggabungkan dua hadis: satu yang berbunyi demikian, dan fakta sejarah yang menunjukkan hal berbeda. Para ulama berbeda pendapat bukan di ruang kosong. Ini adalah persoalan yang memang sering terjadi. Jika dikatakan bahwa ada ijma’ (kesepakatan), tidak mungkin ada para ulama besar seperti Imam Sukani, Imam Ghazali, atau Imam Ibnu Hazm yang berpendapat lain. Mereka adalah tokoh-tokoh besar dalam tradisi keilmuan Islam. Mengapa kita tidak mencoba memahami hadis-hadis ini secara menyeluruh sehingga bisa diambil kesimpulan yang tepat?

              Dalam peristiwa perang Uhud, ada contoh di mana Rasulullah menginstruksikan sahabat untuk tidak salat Asar kecuali di Bani Quraizah. Ketika waktu hampir habis, sebagian sahabat memahami secara tekstual dan menunda salat hingga Magrib. Sementara yang lain memahami bahwa maksud Rasulullah adalah agar mereka segera berangkat, sehingga mereka salat di perjalanan. Ketika bertemu Rasulullah keesokan harinya, beliau tidak menyalahkan salah satu pihak. Di sini kita memahami bahwa Rasulullah menghargai ijtihad, dan barang siapa yang ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua pahala, dan jika keliru, dia tetap mendapatkan satu pahala.

              Dalam masalah perbedaan pendapat, Imam al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani, yang mensyarah kitab Fathul Bari, menjelaskan bahwa menurut jumhur ulama, berdasarkan hadis tersebut, orang yang berijtihad tidak berdosa, sebab Rasulullah tidak mencela satu pun kelompok dalam peristiwa salat Asar tadi.

              Kita harus jujur dalam menghadapi perbedaan pendapat, jangan sampai kita terjebak dalam talbis iblis (penyesatan iblis). Imam Ibnu Jauzi menulis buku Talbisu Iblis, yang menggambarkan bagaimana iblis menyesatkan umat, termasuk para ulama dan ahli fikih. Dalam kitabnya, Ibnu Jauzi mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap tipu daya iblis.

              Pada persoalan lain, misalnya dalam hal isbal (menjulurkan pakaian), ada dua hadis yang berbicara tentang hal ini. Rasulullah mengatakan bahwa pakaian yang berada di bawah mata kaki ada di neraka, namun di hadis lain Rasulullah menegaskan bahwa orang yang menjulurkan pakaiannya karena sombong yang akan mendapatkan azab. Di sini, jumhur ulama menyatakan bahwa isbal yang dilarang adalah yang disertai kesombongan.

              Perbedaan pendapat juga terjadi dalam ranah dunia dan politik. Misalnya, ketika Rasulullah menghadapi perang Uhud dan Badar, beliau menerima masukan dari para sahabat tentang strategi perang. Dalam peristiwa politik, seperti Perang Jamal dan fitnah yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, kita harus memahami bahwa tidak ada celaan yang diarahkan kepada para sahabat. Bahkan, dalam pandangan ahlusunah waljamaah, kita tetap menghormati semua sahabat dengan mengatakan radhiallahu ta’ala anhum.

              Perbedaan dalam persoalan akidah, bagaimanapun, sudah selesai dengan jelas dalam Al-Quran, lakum dinukum waliya din (bagimu agamamu, bagiku agamaku). Namun, dalam konteks ini, kita harus jujur dan hati-hati dalam menyampaikan pandangan agama, karena talbis iblis sangat halus dan bisa memengaruhi cara berpikir kita.

              Imam Ibnu Taimiyah, dalam interaksinya dengan orang-orang yang sesat, menyatakan bahwa orang yang beriman, meskipun melakukan bid’ah, masih lebih baik daripada orang yang kufur terhadap ajaran Nabi Muhammad. Mereka yang melakukan bid’ah masih dalam koridor keimanan, sementara orang yang apriori terhadap eksistensi Tuhan, seperti ateis, lebih berbahaya.

              Saudara sekalian, mari kita jujur dalam berijtihad, jangan mengeksploitasi satu pandangan hanya untuk kepentingan pribadi. Terakhir, saya ingin mengutip nasihat Imam Ibnu Taimiyah, bahwa seorang yang beriman, meskipun keliru dalam sebagian ajarannya, tetap lebih baik daripada orang yang mengingkari ajaran Allah. Kita harus memahami ini dengan hati yang jernih dan penuh kejujuran.

              Khutbah Jumat 17 Mei 2024 Tema : “Talbis Iblis atas Agamawan” Khatib : Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I. (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah) ——————– Masjid Kampus UGM Instagram, Twitter, TikTok: @masjidkampusugm YouTube, Facebook, LinkedIn, Spotify: Masjid Kampus UGM

              The post “Menjaga Persatuan Umat di Tengah Perbedaan: Refleksi atas Talbis Iblis dalam Agama” appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Helena Lim

              Next Post

              Manuver Milter Setelah Perjanjian Hudaibiyah (Perang Ghabah Atau Dzu Qarad)

              InfoLain

              Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              26/04/2026
              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Next Post

              Korespondensi dengan Beberapa Raja dan Amir

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

                30/04/2026

                HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

                30/04/2026

                UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

                30/04/2026

                Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

                30/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,939)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,592)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

                30/04/2026

                HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

                30/04/2026

                UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

                30/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In