• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

    Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

    FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

    Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 3 Gelar Juara Olimpiade IPA

    Gandeng BRIN, UMP Buka Akses Layanan Kepustakaan untuk Mahasiswa dan Dosen

    MUI Tak Setuju Wajib Halal Diundur, Ini Alasannya

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

      Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

      FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

      Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 3 Gelar Juara Olimpiade IPA

      Gandeng BRIN, UMP Buka Akses Layanan Kepustakaan untuk Mahasiswa dan Dosen

      MUI Tak Setuju Wajib Halal Diundur, Ini Alasannya

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

          Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

          FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

          Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 3 Gelar Juara Olimpiade IPA

          Gandeng BRIN, UMP Buka Akses Layanan Kepustakaan untuk Mahasiswa dan Dosen

          MUI Tak Setuju Wajib Halal Diundur, Ini Alasannya

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

            Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

            FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

            Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 3 Gelar Juara Olimpiade IPA

            Gandeng BRIN, UMP Buka Akses Layanan Kepustakaan untuk Mahasiswa dan Dosen

            MUI Tak Setuju Wajib Halal Diundur, Ini Alasannya

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Memasang Anting pada Anak Perempuan sebagai Upaya Menanamkan Feminitas dalam Pola Asuh Islami

              by
              07/10/2024
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Oleh: Dr. Hakimuddin Salim, Lc. MA.

              Alhamdulillah, pada kesempatan malam hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk kembali bermajelis, meskipun secara online, guna mentadabburi hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Pada malam ini, kita akan membahas tentang Tarbiyatul Aulad atau pendidikan anak.

              WartaTerkait

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yang telah memberikan teladan sempurna dalam bagaimana mendidik generasi. Salah satu teladan yang beliau tunjukkan adalah bagaimana mengasuh dan mendidik anak-anak. Sebagaimana sabda beliau yang telah kita sebutkan sebelumnya: “Asdaqul haditsi kitabullah wa khairul huda hudaa Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam,” yang artinya: “Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.”

              Petunjuk yang dimaksud di sini mencakup segala aspek kehidupan, termasuk bagaimana kita sebagai orang tua menjalankan amanah dari Allah untuk mendidik anak-anak kita, generasi penerus umat ini.

              Pada malam hari ini, kita akan membahas salah satu hadits yang berkaitan dengan pendidikan anak, yakni tentang melubangi telinga untuk dipasangkan anting. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Aisyah Radhiyallahu Anha, di mana beliau menceritakan sebuah majelis yang dihadiri oleh 11 perempuan, dan masing-masing perempuan tersebut menceritakan tentang suaminya.

              Salah satu kisah yang diceritakan dalam majelis tersebut adalah kisah Ummu Zar’in tentang bagaimana suaminya, Abu Zar’in, memberikan perhatian kepadanya, termasuk dengan memberikan anting yang dipasangkan di telinganya. Setelah Aisyah Radhiyallahu Anha menyampaikan kisah ini kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Aku kepadamu, wahai Aisyah, seperti Abu Zar’in kepada Ummu Zar’in.”

              Sekilas, hadits ini tampak sederhana, namun banyak ulama menjadikannya sebagai dalil tentang kebolehan perempuan melubangi telinga untuk dipasangkan anting. Ini diperkuat oleh hadits lain yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu, di mana para perempuan di Madinah pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersedekah dengan cincinnya, antingnya, dan harta lainnya.

              Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya Tuhfatul Maudud bil ahkamil maulud—sebuah kitab yang ditulis sebagai hadiah untuk anaknya yang baru saja memiliki anak—bahwa melubangi telinga bayi perempuan untuk dipasangkan anting adalah sesuatu yang diperbolehkan (jaiz). Ibnu Qayyim merujuk pada berbagai riwayat, termasuk apa yang ditegaskan oleh Imam Ahmad, serta hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha, yang mengandung taqrir (persetujuan) dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terhadap tindakan tersebut.

              Kitab Tuhfatul Maudud bil ahkamil maulud ini sangat penting untuk kita pelajari dalam kaitannya dengan pendidikan anak, karena di dalamnya dibahas berbagai aspek syariat terkait Tarbiyatul Aulad (pendidikan anak) dan nilai-nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana kita ketahui, sunnah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, baik itu perkataan, perbuatan, maupun taqrir (persetujuan) beliau terhadap apa yang dilakukan oleh para sahabat.

              Atau sesuatu yang berkaitan dengan sifat-sifat beliau, baik itu sifat fisik maupun sifat akhlak. Berdasarkan hadits ini, serta apa yang dilakukan oleh penduduk Madinah, khususnya para perempuan, ketika dimotivasi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk bersedekah, mereka berbondong-bondong memberikan emas, cincin, hingga anting-anting mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menerima sedekah tersebut tanpa ada penolakan, yang menunjukkan bahwa beliau tidak melarang pemakaian anting-anting bagi perempuan.

              Seandainya penggunaan anting-anting itu terlarang, tentu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan menerimanya. Hal ini menunjukkan bahwa mengenakan anting bagi perempuan adalah sebuah budaya yang sudah ada saat itu dan tidak dilarang oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bahkan, para sahabat perempuan pun memakainya.

              Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud bil ahkamil maulud menyebutkan bahwa Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhu juga pernah memasangkan anting pada bayi perempuan. Ini menjelaskan bahwa tindakan tersebut memiliki dasar dalam tradisi Islam. Terlepas dari apakah ini dapat dianggap sebagai sunnah taqririyah (ketetapan Nabi atas perbuatan sahabat) atau hanya sebagai sesuatu yang diperbolehkan, banyak ulama sepakat bahwa melubangi telinga bayi perempuan untuk dipakaikan anting adalah sesuatu yang jaiz (dibolehkan).

              Namun, ada sebagian ulama seperti Imam Al-Ghazali yang berpendapat bahwa melubangi telinga anak kecil bisa menimbulkan rasa sakit. Meskipun pendapat ini dibantah oleh ulama lain yang menyatakan bahwa bayi justru lebih cepat sembuh setelah telinganya dilubangi. Apalagi, dengan teknologi medis saat ini, proses pelubangan telinga menjadi lebih aman dan tidak menyakitkan. Penggunaan alat-alat modern seperti stapler khusus membuat prosesnya lebih mudah dan cepat sembuh.

              Para ulama dari kalangan Salaf dan Khalaf juga menjelaskan bahwa ketika bayi perempuan dilubangi telinganya, ini membantu mempercepat penyembuhan. Maka, penting untuk memahami bahwa hal ini memiliki dimensi tarbawiyah (pendidikan), terutama dalam konteks tarbiyah jinsiyah (pendidikan gender).

              Melubangi telinga bayi perempuan dan memakaikannya anting memiliki nilai pendidikan dalam menanamkan sifat-sifat feminitas sejak dini. Ini adalah bagian dari pendidikan yang menekankan perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan. Untuk bayi perempuan, hal ini menjadi penanda feminitas, sedangkan bayi laki-laki tidak diperkenankan memakai anting, apalagi emas.

              Sebagian ulama menekankan pentingnya menanamkan sifat-sifat feminin pada anak perempuan sejak bayi, salah satunya dengan mengenakan anting. Sebaliknya, untuk bayi laki-laki, ciri-ciri maskulinitas harus ditanamkan.

              Saya dulu, ketika menulis tesis tentang Tarbiyatul Aulad menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, mencoba memahami mengapa beliau membahas khusus tentang melubangi telinga bayi perempuan. Namun, setelah dikaruniai anak perempuan, saya semakin memahami betapa pentingnya hal ini. Ketika anak masih kecil, sering kali sulit membedakan antara bayi laki-laki dan perempuan, kecuali jika kita memakaikan pakaian yang mencirikan jenis kelamin mereka, seperti pakaian berwarna feminin atau dengan hiasan bunga. Namun, tanda-tanda ini bersifat sementara, tergantung pakaian yang dipakai.

              Ketika kita memasangkan anting pada bayi perempuan, tanda femininitas ini menjadi lebih jelas dan tetap, menjadikannya ciri khas yang membantu menegaskan identitas gender sejak dini.

              Sebagai seorang ayah, terkadang kita perlu membedakan cara berinteraksi dengan bayi laki-laki dan bayi perempuan. Biasanya, sifat lembut lebih cocok diterapkan pada bayi perempuan. Sementara itu, terhadap bayi laki-laki, kita cenderung lebih aktif, mungkin dengan menggoda atau mengajaknya bermain fisik seperti melempar-lempar secara ringan. Namun, kesadaran bahwa bayi kita adalah perempuan yang harus diperlakukan lebih lembut sering kali hilang ketika ciri-ciri keperempuanannya tidak tampak jelas. Misalnya, ketika bayi tidak memakai pakaian feminin atau rambutnya masih pendek.

              Sebagian bayi perempuan bahkan kadang tampak seperti bayi laki-laki, terutama ketika ciri-ciri fisiknya belum berkembang sempurna. Namun, ketika bayi perempuan sudah memakai anting, identitasnya sebagai perempuan menjadi lebih jelas dan tetap. Ini mengingatkan kita, sebagai ayah, untuk selalu memperlakukan mereka dengan kelembutan yang sesuai dengan fitrah mereka sebagai perempuan.

              Di antara manfaat dari kesadaran ini adalah terhindarnya anak-anak dari kebingungan identitas gender. Saat ini, kita melihat maraknya fenomena LGBT yang memprihatinkan. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah pola asuh yang tidak kuat dalam menanamkan ciri-ciri feminitas pada anak perempuan dan maskulinitas pada anak laki-laki. Islam sangat menekankan peran orang tua dalam mendidik anak-anak sesuai dengan fitrah mereka, termasuk dalam menanamkan ciri-ciri yang sesuai dengan gendernya sejak bayi.

              Sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa riwayat, serta yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, proses penanaman sifat-sifat gender ini bisa dimulai sejak bayi. Misalnya, melubangi telinga bayi perempuan untuk dipakaikan anting. Hal ini tidak hanya membantu orang tua dalam membedakan gender bayi, tetapi juga membantu orang lain yang berinteraksi dengan bayi tersebut untuk menyesuaikan perilaku mereka. Dengan adanya ciri-ciri fisik yang jelas, seperti anting, orang-orang akan menyadari bahwa bayi tersebut adalah perempuan dan akan memperlakukannya dengan lebih lembut.

              Poin penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah bahwa pola asuh yang tidak menanamkan dengan baik sifat-sifat feminitas pada anak perempuan atau maskulinitas pada anak laki-laki dapat menyebabkan disorientasi seksual, yang pada akhirnya bisa memicu fenomena seperti transgender dan orientasi seksual yang menyimpang. Hadits tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menerima emas, cincin, dan anting-anting sebagai sedekah dari para perempuan Madinah menjadi salah satu landasan bahwa pemakaian anting oleh perempuan, termasuk bayi perempuan, adalah sesuatu yang dibolehkan dalam Islam.

              Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Tuhfatul Maudud bil ahkamil maulud juga menegaskan bahwa tindakan ini memiliki faedah tarbawiyah (pendidikan), khususnya dalam kaitannya dengan menanamkan ciri-ciri keperempuanan pada bayi perempuan. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kapan waktu yang tepat untuk melubangi telinga bayi perempuan, terutama jika bayi tersebut sedang tidak sehat atau ada risiko lain, yang penting adalah bagaimana kita dapat menanamkan ciri-ciri dan sifat-sifat yang sesuai dengan gender anak kita sejak dini.

              Dengan demikian, penanaman ciri-ciri fisik dan sifat-sifat yang sesuai dengan gender ini adalah bagian penting dari pendidikan anak yang dapat dimulai sejak mereka masih bayi.

              Tulisan ini merupakan Kajian Parenting Nabawiyah Ustadz Hakimuddin Salim di channel IBASKA TV, 16 Agustus 2023

              The post Memasang Anting pada Anak Perempuan sebagai Upaya Menanamkan Feminitas dalam Pola Asuh Islami appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Kapolres Boyolali

              Next Post

              Munchen

              InfoLain

              Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              21/08/2026
              Hukum Islam

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              20/08/2026
              Hukum Islam

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              19/08/2026
              Next Post

              Munchen

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

                22/10/2026

                FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

                22/10/2026

                Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

                22/10/2026

                Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Borong 3 Gelar Juara Olimpiade IPA

                22/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,913)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,345)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pendidikan Profesi Ners UMPP Raih Prestasi Nasional Peringkat 3 UKNI 2026

                22/10/2026

                FEB UMS Perluas Jejaring Internasional, Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama College of Management NCKU Taiwan

                22/10/2026

                Rahasia Strategi SPMB Boyolali: Ketua FGM Ungkap Tips Gaet Siswa Baru di MIM Garangan

                22/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In