• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

    Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

    Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

    Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

    Talbiyah dalam Haji: Bolehkah Dilafalkan dengan Komando?

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

      Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

      Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

      Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

      Talbiyah dalam Haji: Bolehkah Dilafalkan dengan Komando?

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

        Unismuh Makassar Dampingi Sukamaju Kembangkan Agroekoeduwisata Buah Naga

        PKP2 PTMA di Unismuh Makassar: Ajang Penguatan Sinergi dan Budaya Prestasi Mahasiswa Muhammadiyah

        Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Begini Pesan Dosen Psikologi Unismuh

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

          Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

          Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

          Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

          Talbiyah dalam Haji: Bolehkah Dilafalkan dengan Komando?

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

            Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

            Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

            Tradisi Mengantar Jemaah Haji di Indonesia, Ini Sejarah dan Maknanya

            Talbiyah dalam Haji: Bolehkah Dilafalkan dengan Komando?

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

              Unismuh Makassar Dampingi Sukamaju Kembangkan Agroekoeduwisata Buah Naga

              PKP2 PTMA di Unismuh Makassar: Ajang Penguatan Sinergi dan Budaya Prestasi Mahasiswa Muhammadiyah

              Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Begini Pesan Dosen Psikologi Unismuh

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Khutbah Idul Fitri : Integrasi Hablun min-Allah dan Hablun min-Annaas dalam Membentuk Pribadi Utama

              by
              19/04/2023
              in BeritaMu
              0
              Khutbah Idul Fitri : Integrasi Hablun min-Allah dan Hablun min-Annaas dalam Membentuk Pribadi Utama
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Integrasi Hablun min-Allah dan Hablun min-Annaas dalam Membentuk Pribadi Utama

              WartaTerkait

              Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

              Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

              Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

              Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

              Oleh. Drs.H.Talkisman Tanjung, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mandailing Natal

              اَلْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
              أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله
              وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
              رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ
              بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟
              كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
              اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لآأِلهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ.اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ .اللهُ اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُاِللهِ
              كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةَوَّاَصِيْلً

              Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah.

              Di pagi yang penuh kebahagiaan dan keberkahan kita hadir dilapangan ini untuk
              memenuhi perintah Allah Swt, setelah satu bulan kita bersama dengan Ramadhan,
              maka kepada kita di Sunnahkan untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri sebagai
              perwujudan dari kemenangan yang diperoleh setelah berjuang satu bulan penuh di
              bulan Ramadhan. Dan hari ini sebagai hari kemenangan (faa-iziin) juga hari yang fitri
              (suci) menandakan kita semua berada dalam kesucian dan ketakwaan. Hari di mana
              takbir berkumandang, semua diliputi rasa bahagia dan senang, setelah satu bulan di
              madrasah Ramadhan kita berjuang. Berjuang menahan haus dan dahaga, mengekang
              hawa nafsu yang membara, dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Semua itu
              mampu kita lewati dengan penuh keikhlasan hati, untuk meraih ridha ilahi. Tentunya
              semua ini haruslah senantiasa kita syukuri sebagai hamba Allah yang tahu diri.

              اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

              Jamaah Shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.
              Ramadhan 1444 H telah pergi meninggalkan kita, dan kepada orang-orang beriman
              diperintahkan untuk berdo’a kepada Allah SWT agar diberikan umur yang panjang
              sehingga bisa bertemu kembali dengan Ramadhan ditahun yang akan datang.
              Perasaan bahagia yang terlihat diraut wajah orang beriman tetap saja tidak dapat
              menutupi kesedihan berpisah dengan Ramadhan, betapa tidak satu bulan penuh
              kebersamaan yang totalitas telah terjalin begitu indah dan romantis, tiba-tiba saja
              berakhir dan ramadhan segera pergi meninggalkan kita semua. Dan sa’at ini kita telah

              berada dibulan Syawal, hari raya ‘Iedul Fitri, dimana hari ini merupakan hari yang
              bersejarah dalam perjalanan hidup kita kedepan. Perjalanan hidup pribadi utama, yaitu
              insan muttaqiin yang menjadi sasaran utama disyari’atkannya puasa Ramadhan.
              Idul Fitri itu diibaratkan sebagai lembaran kertas putih. Tak ada kotoran atau noda
              yang menempel sehingga terlihat bersih. Seperti air dari sumber mata air yang mengalir
              jernih. Dan kesucian ini seharusnya kita jaga sekuat tenaga agar kertas dan air ini tak
              ternoda. Kita hindari perbuatan-perbuatan dosa yang akan menempelkan noda, baik itu
              dosa antar sesama terlebih dosa kepada Allah subhanahu wata’ala.
              Pada kesempatan ini, usaha yang harus kita lakukan adalah, berusaha untuk
              menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang merupakan tujuan utama
              sekaligus buah dari perintah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana ditegaskan
              dalam ayat Al-Qur’an tentang perintah puasa ini yakni:

              يٰٓاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
              Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
              sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-
              Baqarah:183).

              Sehingga bisa dikatakan bahwa hari ini, setelah kita melaksanakan ibadah puasa
              dengan iman dan kepasrahan kepada Allah, maka karakteristik ketaqwaan sudah
              seharusnya bersemayam dalam diri kita. Karakteristik itu di antaranya adalah
              keteguhan hati untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang
              dilarang-Nya. Ramadhan telah melahirkan kesadaran fitrah kita sebagai hamba untuk
              senantiasa mengabdi hanya kepada Allah SWT, dan itu merupakan implementasi
              firman Allah didalam Surat Adz-dzaariyat : 56, dimana Allah SWT menyampaikan
              statemen penciptaan manusia, bahwa tidaklah Allah ciptakan makhluk Jin dan
              manusia, kecuali hanya untuk mengabdi semata-mata kepada-Nya.

              Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah
              Momentum Idul Fitri kali ini juga menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk
              mengumandangkan takbir sebagai wujud mengagungkan Allah SWT. Allah lah dzat
              yang paling besar. Tidak ada yang lebih besar dari-Nya. Allah lah yang paling berhak
              atas segala apa yang terjadi di alam semesta, termasuk apapun yang terjadi pada diri
              kita. Kita adalah makhluk-Nya yang lemah tiada berdaya. Makhluk yang diciptakan dari
              tanah yang proses penciptaannya memberikan pelajaran mendalam bagi kesadaran
              tentang siapakah kita, di mana kita, dan akan kemana kita.
              Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’minun ayat 12:
              وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ

              Artinya, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari
              tanah.”   Kemudian dilanjutkan dengan ayat 13:
              ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ
              Artinya: “Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh
              (rahim).”
              Selanjutnya Allah SWT menjelaskan keagungan dan kekuasaan-Nya memproses
              terbentuknya jasad dan ruh kita dalam ayat 14:

              ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ
              اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ
              Artinya: “Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu,
              sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging
              itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan
              daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci
              Allah sebaik-baik pencipta.”
              اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

              Karena itu, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah
              Mari jadikan Idul Fitri kali ini sebagai ajang untuk merenung, berfikir dan sekaligus
              bermuhasabah, terutama tentang kebesaran Allah SWT, dan sekaligus bertekad untuk
              menjaga kesucian diri kita. Setelah melalui kawah candra dimuka perjuangan dan
              pendidikan di bulan Ramadhan, kita harus mampu menjadi pribadi utama yang
              paripurna sebagai hasil gemblengan puasa Ramadhan satu bulan penuh.
              Ketika kita berpuasa, kita berjuang menahan diri untuk tidak makan dan minum,
              setelah puasa kita telah terlatih untuk membatasi nafsu makan dan minum kita,
              sehingga kita berkomitmen untuk tidak memakan yang bukan hak kita. Ketika berpuasa
              kita telah terbiasa dengan bibir kering karena kehausan, mata sayu karena keletihan
              dan kurang tidur karena semalaman asyik bermunajat kepada Allah SWT dengan
              berbagai amalan-amalan yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, demikian juga perut
              kosong menahan lapar, semua itu haruslah menjadi performance kita kedepannya,
              potret sosok orang beriman yang bertaqwa, sehingga jangan sampai ke depan tangan-
              tangan kita kotor karena berbuat zalim dan mengambil hak orang lain, apalagi
              merupakan harta kekayaan bangsa dan Negara ini.

              Selama Ramadhan kita berusaha untuk bisa khusyuk dalam shalat, maka setelah
              Ramadhan jangan sampai kita juga khusyuk merampas hak orang lain,apalagi harta
              kekayaan bangsa dan Negara ini. Selama Ramadhan, kita terlatih membaca ayat-ayat
              Al-Qur’an,membaca yang tersurat dan yang tersirat untuk mendalami Kitab Pedoman
              Hidup kita, maka setelah selesai Ramadhan kita juga menjaga konsistensi membaca
              yang tersurat dan yang tersirat itu. Jika di Ramadhan kita dididik untuk tampil menjadi
              manusia yang jujur, maka setelah ramadhan jangan sampai kita menjadi orang yang
              menipu dan menyakiti hati orang lain, jujur terhadap diri sendiri, kepada sesama dan
              terutama kepada Allah SWT,  Sebagaimana doa yang sering kita lantunkan:

              اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
              Artinya, ’Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan
              kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai
              kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya. (HR Imam Ahmad).

              Maka, sudah saatnya kita istiqomah melakukan kebaikan dan amal sholeh kepada Allah
              Ta’ala. Sudah saatnya kita hijrah menuju jalan yang di ridhoinya, dan sudah saatnya
              kita memperbanyak istighfar serta mohon ampun kepada Allah Ta’la.

              Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
              Kita perlu ingat bahwa sesama Muslim adalah bersaudara dalam naungan ridha ilahi.
              Sudah semestinya harus saling berbuat baik kepada sesama dengan sepenuh hati.
              Persaudaraan itu seperti hubungan tangan kanan dan tangan kiri. Walau berbeda dan
              tidak sama, namun harus saling membantu, tak kenal iri dan dengki. Hubungan
              keduanya selalu harmonis dan saling berbagi sekaligus saling melengkapi. Tangan kiri
              tak akan menyakiti tangan kanan, begitupun sebaliknya. Perbedaan penetapan bulan
              baru, apakah itu awal ramadhan, atau awal Syawal bukan menjadi penyebab retaknya
              hubungan persaudaraan, dan bukan juga menjadi ajang olok-olokan yang
              menyebabkan akan lahir rasa sakit hati dan ketidaknyamanan dalam kehidupan
              beragama. Apalagi ada Pejabat publik yang tidak menghargai sama sekali perbedaan
              keyakinan dalam mengamalkan Agama Allah ini, sehingga mengeluarkan surat
              larangan atau tidak meberi izin menggunakan fasilitas-fasilitas umumyang akan
              digunakan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri bagi jama’ah yang berbeda
              keyakinannya dengan Pemerintah, ini adalah potret pejabat yang tidak toleran,tidak
              mengerti Agama, suka menjilat, menjunjung yang diatas dan menginjak yang
              dibawah.Semua itu merupakan cermin dari hasil puasa Ramadhannya yang jauh
              panggang dari api.

              Maka momentum bulan Syawal ini merupakan momen yang paling tepat bagi kita
              semua untuk saling memaafkan, menebar kasih sayang, menghidupkan rasa welas
              asih, dan membangun kebersamaan agar keberkahan dan kebahagiaan itu bisa
              didapatkan bersama. Jangan sampai dengan berbedanya keyakinan dan pemikiran,
              justru menjadikan permusuhan dan dendam yang mendalam.

              Pada momen syawal ini, mari kita hilangkan prasangka buruk kepada siapapun apalagi
              kepada Allah SWT, mari kita buang jauh-jauh sikap iri dan dengki yang menyebabkan
              terjadinya ketidakharmonisan dalam pergaulan sesama, dan mari hilangkan rasa
              egoisme didalam diri kita, perasaan benar sendiri atau merasa paling benar, sementara
              orang lain salah atau keliru, apalagi menuduh sesat atau bid’ah, dan sebagainya. Inilah
              saatnya kita saling memaafkan, saling menolong, saling kasih sayang terhadap sesama
              dan saling menebar manfaat bagi sesama dan alam semesta . Sebagaimana yang
              digambarkan dalam Qs. Ali Imron; 103. Allah SWT Berfirman;
              وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ
              بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ
              Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan
              janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu
              dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga
              dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara.”

              Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.
              Didalam kitab Riyadhush-Shaalihiin ada sebuah hadits yang semestinya menjadi alarm
              dalam hidup dan kehidupan kita, yaitu potret tentang kondisi seorang mukmin yang baik
              dan ta’at dalam berhubungan dan beribadah kepada Allah, namun berantakan
              hubungannya dengan sesama manusia.
              Dalam hadist shohih itu dikisahkan bahwa dihari kiamat nanti akan datang seorang
              hamba dengan membawa pahala-pahala kebaikannya yang telah diperjuangkan
              dengan maksimal selama hidup diatas dunia, namun oleh Rasulullah malah disebut
              sebagai orang yang bangkrut :
              Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya:
              أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ
              Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?”
              قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ
              Para sahabat menjawab; ‘Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah
              orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.
              فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ

              Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang
              pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat.
              وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا
              tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh
              dan menyakiti orang lain.
              فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ
              Maka pahala kebaikannya, pahala sholatnya, pahala puasanya, pahala zakatnya,
              pahala hajinya dan pahala amal ibadahnya Allah berikan kepada orang yang dulu
              mereka sakiti dan mereka dholimi.
              Dan andaikan pahala kebaikan tersebut habis??
              فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ
              Maka dosa dosa dari orang yang mereka pernah sakiti tersebut, Allah berikan kepada
              orang yang pernah menyakiti dan mendholimi.
              فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
              hingga akhirnya, orang yang mencaci, orang yang mendholimi, orang yang pernah
              makan harta orang lain, dan orang yang membunuh tadi. Allah lemparkan mereka
              kedalam neraka (HR. Muslim, No. 4678).

              Maka, pada momentum idul fitri ini, mari kita bersama saling memaafkan, meminta
              maaf kepada mereka yang pernah kita sakiti dan memberikan maaf kepada orang yang
              pernah menyakiti kita. Mengapa maaf menjadi penting? Karena dosa seseorang yang
              dilakukan kepada sesama manusia tidak akan diampuni oleh Allah tanpa pemberian
              maaf dari orang yang pernah disakiti.

              Jika kita pernah berbuat dosa kepada Allah, pernah berbuat kemaksiatan kepada Allah,
              pernah meninggalkan kewajiban dalam ibadah kita kepada Allah. Jika ada kesadaran
              untuk mohon ampun kepada allah dan bertaubat, maka insyaallah Allah akan ampuni
              dosa kita.

              Tetapi, jika kita pernah berbuat zholim, pernah mencaci, pernah memfitnah, pernah
              melakukan kejahatan yang kita lakukan kepada sesama manusia dengan menyakiti
              mereka, maka jalan yang terbaik adalah meminta maaf kepada yang bersangkutan dan
              mengembalikan haknya yang telah kita ambil dan bertaubat kepada Allah. Yang
              menjadi persoalan cukup rumit adalah ketika harta kekayaan milik bangsa dan Negara

              ini yang diambil, dikorupsi, dan digelapkan, tentu disamping harus dikembalikan kepada
              Negara sebagai pemilik kekayaan itu, namun secara bersamaan harus meminta ma’af
              kepada seluruh anak bangsa ini. Betapa mengerikan dan menakutkan. Tindakan pamer
              kekayaan, pamer barang-barang mewah dihadapan publik, telah menyakiti hati seluruh
              masyarakat, terutama yang berada dalam posisi kelompok yang tidak beruntung, maka
              konsekwensinya adalah meminta ma’aflah kepada masyarakat yang tersinggung
              tersebut, apalagi yang dipamerkan itu malah hasil korupsi, hasil mark up anggaran,
              atau hasil dari penipuan dan manipulasi. Jika kasusnya seperti ini solusinya adalah
              bertaubat, dengan taubatan nashuha.

              Imam An-Nawawi dalam kitabnya “Riyadus Shalihin”. memaparkan bahwa pertaubatan
              untuk perbuatan maksiat yang terjadi sesama manusia, dilakukan dengan empat
              tahapan.

              Pertama, bertaubat dan berhenti dari perbuatan tersebut. Kedua, menghadirkan
              penyesalan dalam diri atas kesalahan dan kemaksiatan yang pernah dilakukannya.
              Ketiga, berniat sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dan
              keempat yang terakhir adalah mengembalikan tanggungan atau hak-hak yang telah kita
              ambil dari orang yang telah kita sakiti. Dalam kitabnya, Imam An Nawawi juga
              memaparkan sebagai berikut:
              وأَنْ يَبْرَأَ مِنْ حَقِّ صَاحِبِهَا، فَإِنْ كَانَتْ مَالاً أَوْ نَحْوَهُ رَدُّهُ إِلَيْهِ،
              Jika tanggungan itu berupa harta atau sejenisnya, maka wajib mengembalikan harta itu
              kepada yang berhak
              وَإِنْ كَانَتْ حَدَّ قَذْفٍ وَنَحْوَهُ مَكَّنَهُ مِنْهُ أَوْ طَلَبَ عَفْوَهُ،
              Jika berupa tuduhan, berupa berita bohong dan berupa fitnah, maka hendaklah
              mencabut tuduhannya tadi serta klarifikasi bahwa itu adalah fitnah / kabar bohong. Lalu
              meminta maaf kepada yang bersangkutan
              وَإِنْ كَانَتْ غِيْبَةً اِسْتَحَلَّهُ مِنْهَا
              Dan jika berupa pengumpatan, cacian, hinaan dan ghibah. maka hendaklah meminta
              maaf kepadanya.
              Itulah penjelasan Imam An-Nawawi tentang pertaubatan atas maksiat seorang hamba
              yang menyakiti sesama manusia.
              Hadirin yang dirahmati Allah,
              Pengabdian seorang hamba akan menjadi sempurna apabila hablun min-Allah
              terintegrasi dengan hablun min-Annaas, dan itu dididik, dibina, dan dilatihkan kepada

              orang beriman selama bulan Ramadhan. Sehingga seluruh bentuk ritual ibadah yang
              disyari’atkan Allah SWT kepada orang beriman akan dapat mencapai dua target besar
              yaitu ; Keshalehan Individual dan Keshalehan Sosial. Apabila seseorang hanya mampu
              menjadi orang yang shalkeh secara individual, maka inilah orang-orang yang disebut
              Rasulullah SAW sebagai orang yang bangkrut itu.

              Semoga, dengan selesainya kita menjalani aktivitas amaliah di Ramadhan
              kemaren,Kita dibina, ditempa dan detraining secara total, hendaknya kita dapat
              menjadi pribadi yang lebih baik dalam beribadah kepada Allah, dan membawa kebaikan
              sosial yang lebih bermanfa’at dalam kehidupan kita. Amin.Jadilah kita menjadi orang
              yang menang, tetapi sekaligus jangan menjadi pemenang yang lupa diri, sehingga
              menyebabkan keperibadian kita akan kembali ke titik nol.

              Mengakhiri khutbah ini, marilah kita  tingkatkan ketaqwaan  kepada Allah dan bermohon
              hanya kepada Allah SWT, dan yakinlah bahwa hanya Allahlah yang bisa mengabulkan
              permohonan hamba-hambaNya.
              اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ
              إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ
              وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا،
              وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ
              زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا
              الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
              اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
              الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْن وَسَلَامٌ عَلَى
              المُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
              Wassalaamu ’alaikum wr wb.

              The post Khutbah Idul Fitri : Integrasi Hablun min-Allah dan Hablun min-Annaas dalam Membentuk Pribadi Utama appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Abdul Mu’ti: Perbedaan Idul Fitri Bukan antara Muhammadiyah dan NU

              Next Post

              Muhammadiyah Kota Medan dan Kota Binjai Selenggarakan Shalat Idul Fitri Jumat 21 April 2023

              InfoLain

              Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan
              BeritaMu

              Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

              18/04/2026
              BeritaMu

              Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

              18/04/2026
              BeritaMu

              Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

              18/04/2026
              Next Post

              Insidious 5

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025
                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                16/04/2023

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

                Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

                18/04/2026

                Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

                18/04/2026

                Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

                18/04/2026

                Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

                18/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,829)
                • Hukum Islam (1,412)
                • Kabar PTMA (3,515)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

                Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

                18/04/2026

                Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

                18/04/2026

                Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

                18/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In