Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima kunjungan dari Taiwan Education Center Indonesia dalam rangka Promosi dan Seminar Beasiswa Studi dan Magang di Taiwan tahun ajaran 2023, di Ruang Theater FKK UMJ pada Kamis (22/2).
Taiwan Education Center (TEC) Indonesia merupakan organisasi non-profit dari Kementrian Pendidikan Taiwan yang menyediakan informasi studi di Taiwan dibawah naungan Divisi Pendidikan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia. TEC Indonesia memiliki tujuan untuk menyediakan informasi seputar pendidikan tinggi di Taiwan kepada para pelajar Indonesia.
Acara kunjungan promosi sekaligus seminar beasiswa studi dan magang di Taiwan dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Rini Fatma Kartika, S.Ag., MH., Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional Endang Zakaria, MH. Serta Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Sri Rahayu Obyekwati, S.Sos. serta sebanyak 93 mahasiswa UMJ yang telah mendaftar secara online melalui Google Form.
Rini dalam sambutannya mengatakan bahwa selain untuk mencari pengalaman magang atau studi lanjut ke luar negeri tentunya diharapkan mahasiswa mengetahui budaya kehidupan di Taiwan. Lebih lanjut, Rini mengungkapkan adanya beasiswa magang TEC yang memiliki rentang waktu satu semester ini diharapkan bisa bertambah durasi waktu agar lebih lama dengan cacatan dapat mengkomprehensif jumlah sks yang ada.
“Waktu magang yang saya dengar hanya satu semester pendek sekali ya, sedikit waktunya tapi kalau memang perlu eksten sehingga kegiatan magang itu bisa lebih panjang dengan bisa komprehensif program studi yang sekiranya bisa didapatkan akan kita sediakan,” ungkap Rini.
Tidak hanya itu, Rini berharap sebelum mahasiswa mengikuti program beasiswa magang tentunya memerlukan training bahasa mandarin untuk mempermudah komunikasi mahasiswa Indonesia yang ingin beajar di Taiwan.
Manajer TEC Kantor Regional Jakarta Tirta Amerta Effendi, M.Sc. mengatakan bahwa TEC sudah melakukan kunjungan dan seminar beasiswa ini sejak tahun 2020 yang saati itu dilaksanakan secara daring. Pada kesempatannya Tirta menjelaskan bahwa terdapat dua beasiswa yang dapat mahasiswa Indonesia ikuti yakni Taiwan Scholarship dan Huayu Enrichment Scholarship (HES) yang diberikan oleh Kemetrian Pendidikan Taiwan.
Tirta menjelaskan bahwa beasiswa Taiwan Scholarship diperuntukkan bagi pelajar yang ingin mengambil degree program (S1, S2, dan S3) di Taiwan, sedangkan HES ditunjukkan bagi pelajar yang ingin belajar Bahasa Mandarin di Taiwan. Pemerintah Taiwan mendorong banyak mahasiswa dan peneliti internasional untuk mengikuti program beasiswa yang telah disediakan.
Tersedia lebih dari 149 Institusi Perguruan Tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi internasional dan didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, 68 universitas komprehensif dan 81 universitas teknik. Tirta mengatakan 89% dosen di universitas negeri dan 72% dosen di universitas swasta mempunyai gelar Ph.D. yang merupakan alumni dari berbagai perguruan tinggi di dunia.
Biaya kuliah pun disampaikan oleh Tirta bahwa kuliah di universitas komprehensif berkisar NTD 58. 000 hingga 110.000 atau setara dengan 29 jt hingga 55 jt rupiah pertahun akademik, sedangkan biaya kuliah di universitas teknik berkisar NTD 49.000 hingga 99.000 setara dengan 24 jt hingga 49 jt. Biaya perguruan tinggi hanya menghabiskan 10-20% dari PDB per kapita nasional, sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya yang mencapai lebih dari 30%.
Standar hidup yang tinggi dengan biaya pendidikan rendah ini lah sehingga negara Taiwan terkenal sebagai negara dimana pelajar dapat menikmati kualitas pendidikan tinggi setara dengan Amerika dan Eropa. Serta gaya hidup modern dengan biaya rendah dan terjangkau.
Dihadapan puluhan mahasiswa Tirta menjelaskan 10 alasan mengapa pelajar Indonesia perlu studi di Taiwan. Berdasarkan survei oleh Foundation for International Cooperation in Higher Education of Taiwan (FICHET) terdapat 10 alasan yakni, Aman, Keragaman budaya, Sumber daya akademik yang produktif, tersedia banyak beasiswa, Lingkungan yang bersahabat dan liberal, Biaya pendidikan terjangkau, Tersedia layanan yang peduli dan mendukung mahasiswa internasional, Industri teknologi, Peluang karier berjangka panjang, dan Kesempatan belajar Bahasa Mandarin Tradisional.
Dalam acara kunjungan TEC ke UMJ ini Tirta menyampaikan ingin lebih diterima oleh civitas akademika UMJ dan mahasiswa yang berfokus pada promosi studi dan beasiswa ke Taiwan. “Pada dasarnya Taiwan Education Center ini dibawah Divisi Pendidikan TETO dan Kementrian Pendidikan Taiwan inginsupaya informasi ini bisa diterima oleh masyarakat khususnya civitas akademika umj dan mahasiswa yang berfokus untuk mempromosikan studi dan beasiswa ke Taiwan kepada pelajar Indonesia,” jelas Tirta.
Tirta berharap mahasiswa UMJ semakin banyak yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih beasiswa studi ke Taiwan. Adanya hubungan baik antara Muhammadiyah dan Taiwan membuat Tirta berharap akan banyak dari mahasiswa Muhammadiyah terutama mahasiswa UMJ yang ingin mengikuti program beasiswa TEC ini. (KH/KSU)
Artikel UMJ Terima Kunjungan Taiwan Education Center Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.



