Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Cirendeu menggelar seminar nasional yang bertemakan ‘VUCA : Peran Mahasiswa dan Tantangan Global’ di Auditorium FIP UMJ yang diikuti oleh sekitar 80 peserta dari berbagai fakultas (21/12). Ketua Umum PC IMM Cabang Cirendeu Asyraf Al Faruqi Tuhulele, S.SOS., menyampaikan bahwa tema diambil karena perubahan dunia semakin cepat dan kita sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi, mengingat cita-cita bangsa yang ingin digapai saat ini yaitu Indonesia emas di tahun 2045. “Agar tidak menjadi angan-angan saja, hal ini dapat dimulai dari sekarang dengan diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Harapannya para mahasiswa dapat memahami dampak globalisasi, sehingga siap untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Asraf.
Seminar yang digelar dengan mengusung tema VUCA ini diperkenalkan pertama pada tahun 2002 oleh US Army War College yang diambil dari isu sosial yang mendeskripsikan situasi atau kondisi lingkungan yang tengah mengalami gejolak atau volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, serta ambiguitas.
Pada penyampaian materi pertama, Reza Ardi Perdana, S.H., CLA. (Legal Manager Bank BUMN) menyampaikan setidaknya ada enam hal yang harus dipersiapkan dalam era VUCA ini, diantaranya people agility, change agility, mental agility, result agility, learning agility, dan self-awareness agility. Selain daripada itu Reza menyampaikan sebuah quotes dari Bill Gates yakni “Success today requires the agility and drive to constantly rethink, reinvigorate, react and reinvent,” ujar Reza menutup materi.
Selanjutnya, Sultan Rivandi, SOS. Co Founder Centennialz menyampaikan peran mahasiswa harus lebih peduli dan gencar terhadap permasalahan pendidikan, politik, dan pelayanan publik. Walaupun saat ini teknologi sangat dimudahkan. “Mahasiswa harus tetap memberikan kontribusi terbaik dan memberikan pembaharuan, jangan jadi penikmat saja,” tutur Sultan. Permasalahan dari VUCA ini adalah diri sendiri, yaitu tentang mindset pemikiran. “Para mahasiswa harus bisa bermental kuat serta jujur, dan dapat mengalahkan sifat malu, takut dan/atau ragu dalam mengambil keputusan,” jelas Sultan.
Dr. Asep Setiawan, M.A (Dosen FISIP UMJ sekaligus Dewan Pers 2019-2022) juga menyampaikan peran pemuda dalam menghadapi VUCA adalah dengan ilmu dan mencari kebenaran. “Di dunia VUCA ini kita akan menemukan kompleksitas dan kerumitan, maka bisnis utama kampus (tempat mahasiswa) adalah mengungkapkan kebenaran,” ujar Asep. Asep juga menjelaskan peran-peran pemuda lainnya, antara lain shaping the future, lead to better word, dan act as a global citizen.
Dalam hal ini Asep berharap kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi masa depan semakin baik dan dapat menghadapi kondisi-kondisi global serta mampu mencari solusi. “Karena sudah mempelajari VUCA tadi, semoga mahasiswa sudah bisa memiliki mindset sekaligus memiliki keterampilan dalam menghadapi perubahan-perubahan,” jelas Asep. (RN/KSU)
Artikel Peran Mahasiswa dan Tantangan Global di Era VUCA pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




