• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

    AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

    42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

    Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

    Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

      AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

      42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

      Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

      Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

      Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

        Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

        Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

          AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

          42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

          Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

          Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

          Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

            AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

            42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

            Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

            Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

            Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

              Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

              Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Sejarah Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah

              by
              07/12/2022
              in BeritaMu
              0
              Sejarah Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Nasyiatul Aisyiyah memiliki rekam jejak panjang sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan perempuan muda. Berbagai kontribusi di isu inklusi sosial dan gender, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi telah dilakukan Nasyiatul Aisyiyah. Seperti apa sejarah Nasyiatul Aisyiyah?

              WartaTerkait

              Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

              Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

              Bermula dari Siswa Praja Gagasan Pak Sumo

              Setelah Kiai Ahmad Dahlan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah dan lembaga pendidikan di dalamnya, minat masyarakat untuk bersekolah di sekolah-sekolah Muhammadiyah terus meningkat dari tahun ke tahun.

              Sebagai seorang yang mengabdikan diri di Muhammadiyah, Pak Sumo mendirikan SP dengan tujuan untuk mencetak dan membibit kader-kader penerus perjuangan Persyarikatan.

              Pak Sumo yakin bahwa perjuangan Muhammadiyah akan menjadi maju dengan adanya peningkatan mutu ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada para murid, baik dalam bidang spiritual, intelektual, maupun jasmani.

              Melihat banyaknya murid yang ada di sekolah Muhammadiyah, terbersitlah ide dari seorang Soemodirdjo (Pak Sumo), yaitu seorang kepala sekolah Standaard School Muhammadiyah Suronatan untuk membentuk semacam ekstrakulikuler.

              Maka pada tahun 1919, Pak Sumo atas bantuan dari murid Kiai Ahmad Dahlan yaitu Raden Hadjid mendirikan perkumpulan Siswa Praja (SP) Suronatan. Tujuan SP sendiri adalah menanamkan rasa persatuan, memperbaiki akhlak, dan memperdalam agama.

              Kegiatan SP antara lain seperti kursus agama, latihan berderma, latihan berkumpul (rapat), berpidato, menerbitkan majalah, dan lain-lain.

              Siswa Praja Mulai Dipisah Berdasarkan Jenis Kelamin

              Dibantu Raden Hadjid, gagasan SP Pak Sumo mulai disebar di sekolah-sekolah Muhammadiyah sehingga kegiatan SP tidak hanya ada di sekolah Muhammadiyah Suronatan, tetapi juga di sekolah Muhammadiyah yang ada di ranting seperti Karangkajen, Bausasran, dan Kotagede. Seminggu sekali anggota SP Pusat memberi tuntunan ke SP ranting-ranting.

              Karena semakin ramai peminat, dalam perkembangannya kegiatan dan keanggotaan SP setelah lima bulan berjalan mulai dipisah berdasarkan jenis kelamin. Maka lahirlah Siswa Praja Prija (SPP) dan Siswa Praja Wanita (SPW) demikian catat Tante We dalam Riwajat N.A (1940).

              Kegiatan SP Wanita dipusatkan di rumah Haji Irsyad (sekarang Musala ‘Aisyiyah Kauman). Kegiatan SP Wanita adalah pengajian, berpidato, jama’ah subuh, membunyikan kentongan untuk membangunkan umat Islam Kauman agar menjalankan kewajibannya yaitu salat subuh, mengadakan peringatan hari-hari besar Islam, dan kegiatan keputrian.

              Kegiatan SPW Mulai Tersegmentasi

              Dalam perkembangannya SP cukup pesat. Apalagi setelah SPW dalam kegiatannya banyak menggandeng organisasi sayap perempuan Persyarikatan yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah, yakni organisasi ‘Aisyiyah. SPW bahkan dimasukkan sebagai sub-struktur Madjelis Aisjijah yang tak lama kemudian berubah nama menjadi Nasjiatoel Aisjijah (Nasjiah). Kegiatan-kegiatan yang dilakukannya pun mulai tersegmentasi dan terklasifikasi dengan baik.

              Kegiatan-kegiatannya antara lain Thalabus Sa’adah (bermain-main) untuk anak-anak di atas umur 15 tahun, Tajmilul Akhlak (memperindah akhlak) untuk anak-anak berumur 10-15 tahun, Dirasatul Bannat (pendidikan anak) yaitu pengajian sesudah magrib bagi anak-anak kecil, Jam’iatul Athfal (perkumpulan anak-anak) selama seminggu dua kali untuk anak berumur 7-10 tahun, dan tamasya ke luar kota setiap satu bulan sekali.

              Melakukan Emansipasi Perempuan di Tengah Masyarakat Patriarkis

              Kegiatan SPW dianggap cukup berani, sebab apa yang dilakukan para perempuan untuk terjun berkhidmah di masyarakat saat itu dianggap tabu oleh jamaknya pemahaman awam. Lingkup kegiatan perempuan dianggap hanya boleh berkisar di antara kegiatan domestik yang diistilahkan sebagai “sumur, dapur, dan kasur”.

              Namun dengan munculnya SPW, kultur patriarki dan feodal mulai dipertanyakan. Sebab kehadiran SPW sangat dirasakan manfaatnya, SPW membekali wanita dan putri-putri Muhammadiyah dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan.

              Terintegrasi dengan ‘Aisyiyah

              Pada tahun 1923, SPW mulai diintegrasikan menjadi urusan ‘Aisyiyah. Sehingga pada perkembangan selanjutnya, SPW telah mampu mendirikan taman kanak-kanak Bustanul Athfal pada 1924.

              SPW juga menerbitkan buku nyanyian berbahasa Jawa dengan nama Pujian Siswa Praja. Pada tahun 1926, kegiatan SP Wanita sudah menjangkau cabang-cabang di luar Yogyakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Demikian dikisahkan Siti Badilah Zuber dalam Tarich Moehammadijah dan ‘Aisjijah (Soeara Aisjijah, 1940). 

              Perluasan cabang SPW semakin nyata setelah Konggres Muhammadiyah ke-18 tahun 1929, memutuskan bahwa semua cabang Muhammadiyah diharuskan mendirikan SP Wanita dengan sebutan ‘Aisyiyah Urusan Siswa Praja.

              Pergantian Nama SPW Menjadi Nasyiatul Aisyiyah

              Pada tahun 1931, Konggres Muhammadiyah ke-20 di Yogyakarta meminta semua nama gerakan dalam Muhammadiyah harus memakai bahasa Arab atau bahasa Indonesia. Pasalnya pertumbuhan cabang-cabang Muhammadiyah di luar Jawa sudah begitu banyak.

              Saat itu, tercatat ada lebih dari 400 cabang Muhammadiyah di luar Pulau Jawa. Dengan adanya keputusan itu, maka nama Siswa Praja Wanita diganti menjadi Nasyi’atul Aisyiyah (NA) yang masih di bawah koordinasi Aisyiyah.

              Tahun 1935, NA melaksanakan kegiatan yang semakin agresif. Mereka mengadakan salat Jumat bersama-sama, mengadakan tablig ke berbagai daerah, dan kursus administrasi. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan aktivitas yang tidak wajar dilaksanakan oleh para wanita di masa itu.

              Ditetapkan Sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

              Melalui keputusan Congres Muhammadiyah-Aisyiyah ke-20 tertanggal 16 Mei tahun 1931, Nasyiatul Aisyiyah resmi menjadi salah satu departemen dalam organisasi Aisyiyah (disebut Bahagian Aisjijah Oeroesan Nasjiah).  Nasyiatul Aisyiyah pun ditetapkan lahir pada tanggal tersebut di Kota Yogyakarta, 16 Mei 1931 Masehi atau bertepatan dengan 28 Zulhijah 1345 Hijriyah.

              Pada perkembangannya, logo dan lagu mars NA diputuskan menyusul. Tepatnya pada Konggres Muhammadiyah ke-26 tahun 1938 di Yogyakarta dengan diputuskannya Simbol Padi sebagai simbol NA, yang sekaligus juga menetapkan nyanyian Simbol Padi sebagai Mars NA.

              Perkembangan NA semakin pesat pada tahun 1939 dengan diselenggarakannya Taman ‘Aisyiyah yang mengakomodasikan potensi, minat, dan bakat putri-putri NA untuk dikembangkan. Selain itu, Taman ‘Aisyiyah juga menghimpun lagu-lagu yang digubah para komponis Muhammadiyah dan dibukukan dengan diberi nama Kumandang Nasyi’ah.

              Penulis: Afandi

              Editor: Fauzan AS

              Hits: 2

              The post Sejarah Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah appeared first on Muhammadiyah.

              –Read More muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              SMA Muhammadiyah 3 Genteng Terapkan Terus Manfaatkan Teknologi

              Next Post

              Turnamen Bola Voli Meriahkan Rangkaian Milad UMJ Ke-67

              InfoLain

              BeritaMu

              Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

              19/08/2026
              BeritaMu

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              19/08/2026
              BeritaMu

              42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

              19/08/2026
              Next Post

              Turnamen Bola Voli Meriahkan Rangkaian Milad UMJ Ke-67

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

                19/08/2026

                AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

                19/08/2026

                42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

                19/08/2026

                Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

                19/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,138)
                • Hukum Islam (1,631)
                • Kabar PTMA (4,107)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

                19/08/2026

                AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

                19/08/2026

                42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

                19/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In