KUTACANE, Suara Muhammadiyah – Kabupaten Aceh Tenggara kembali dihantam banjir bandang hebat untuk kesekian kalinya. Banjir yang membawa material lumpur, batu, dan Kayu Gelondongan menerjang Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara pukul 22.00, Selasa (1/11/2022)
Badan Penanggulangan Bencana Daérah (BPBD) melaporkan akibat banjir tersebut 189 rumah terdampak dan merenggut 2 Penyintas Jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Nazmi Desky, mengatakan ” hujan intensitas tinggi menjadi penyebab banjir bandang ini, kurang lebih 47 Rumah Rusak Berat, 3 Rumah Rusak Sedang dan 139 Rumah Rusak Ringan, Tersebar di Lima Desa terdampak yaitu Desa Rambung Teldak, Desa Rambung Jaya, Desa Seri Muda, Desa Lawe Pinis dan Desa Makmur Jaya “.
Dalam kejadian itu tercatat 2 orang penyintas meninggal dunia di Desa Rambung Jaya (ibu dan anak) , mereka tidak sempat menyelamatkan diri dari dalam rumah saat Banjir bandang menerjang Rumah mereka yang berada di pinggir Aliran Sungai.
Jenazah Samine (55 tahun) dan Indah (15 tahun) baru ditemukan Rabu (2/11/2022) pagi, setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR, BPBD dan Masyarakat. Banjir ini juga telah memutus dua jembatan di Lawe Pinis . kata Nazmi Desky
Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Aceh Tenggara tak perlu waktu lama untuk bergerak bersama untuk meringankan Beban Penyintas Banjir Bandang.
Bersama bang Yani, salah seorang Sahabat Lazismu (juga Penyintas Bencana Banjir) , membagikan makan siang berupa Nasi dan lauk kepada para penyintas banjir bandang di Desa Rambung Teldak.
Wakil sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Rochmat Santoso mengatakan, “Bantuan dari Lazismu untuk para penyintas Bencana di hari awal bencana biasanya kami salurkan Makanan siap santap.
Untuk para penyintas bisa memulihkan kembali tenaga mereka, Insya Allah Untuk bantuan selanjutnya kami sesuaikan dengan kebutuhan para penyintas bencana”.
Yani selaku penyintas bencana banjir, mengucapkan terima kasih atas kepedulian LAZISMU dalam bencana ini. “Makanan dan minuman yang dibagikan tadi membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian menghadapi musibah ini, selain perhatian dari pemerintah daerah, ternyata ada pihak-pihak lain dari masyarakat yang membantu menguatkan kami.
“Terima Kasih LAZISMU dan juga Donatur, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalas dengan yang lebih baik,” tutupnya Yani. (Agusnaidi B/Riz)







