• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, April 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

    Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

    Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

    Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

      Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

      Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

      Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

          Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

          Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

          Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

            Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

            Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

            Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Salafisme Muhammadiyah, Abduh atau Wahabi?

              by
              26/09/2022
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              TABLIGH.ID, YOGYAKARTA— Dalam bahasa Arab, “salaf” berarti “mutaqaddim” atau pendahulu. Istilah salaf kemudian dipahami kepada periode Rasulullah Saw, Sahabat, dan Tabiin. Berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, ketiga periode Islam awal ini merupakan generasi terbaik yang patut menjadi teladan. Terminologi ‘salaf’ kemudian digunakan sebagai simbol otentisitas dalam pemikiran hukum Islam dan mengubahnya menjadi sebuah doktrin utama dalam gerakan kaum pembaharu.

              Bendera Salafisme pada awalnya merupakan suatu doktrin yang dikampanyekan para pembaharu Islam yang hidup pada abad 19 dan 20, semisal Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Ketiga tokoh pembaharu ini sepakat perlunya reformasi Islam dengan cara meneladani generasi muslim awal yang saleh (al-salaf al-shalih). Sejumlah sarjana lain mengatribusikan paham Salafisme pada gagasan tekstual Ahmad bin Hambal dan ada pula yang mengaitkannya dengan gerakan purifikasi Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim.

              WartaTerkait

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Perbedaan Salafisme Wahab dan Abduh

              Menurut Muhammad Rofiq Muzakkir, di antara varian-varian salafisme di atas terdapat perbedaan konteks satu sama lain. Salafisme Abduh disebut sebagai respon intelektual atas kolonialisme Barat dan keterbelakangan dunia Islam di abad modern.

              Salafisme Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim adalah respon terhadap sinkretisme dan kejatuhan institusi kekhalifahan Islam pada abad pertengahan. Sedangkan salafisme Ahmad bin Hanbal adalah respon terhadap rasionalitas kalam Muktazilah pada era Abbasiyah (Muzakkir, 2013: 101).

              Meski secara eksplisit nomenklatur salafisme pertama kali digaungkan Muhammad Abduh, namun terma ini kemudian dikooptasi serta identik dengan gerakan yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab.

              Sebagai gerakan yang sama-sama menggunakan istilah salafisme, keduanya memiliki pandangan yang serupa, di antaranya: menggunakan slogan ‘kembali kepada al-Quran dan al-Sunah’, tidak berafiliasi mazhab tertentu, tidak melakukan praktek tasawuf, dan penekanan terhadap ajaran tauhid yang murni.

              Sebagai dua sosok ulama yang memiliki banyak pengikut, baik Abduh maupun Wahabi meninggalkan jejak pengaruh yang begitu luas, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di dunia Islam lain, termasuk Indonesia dan Asia Tenggara. Karenanya, menyingkap selubung perbedaan antara Abduh dan Wahabi memiliki relevansi dan signifikansinya dengan kondisi umat Islam Indonesia saat ini.

              Perbedaan Makna “Kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah”

              Muhammad ‘Abduh dilahirkan di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah, Mesir pada  1849 M dan wafat pada 1905 M. Pemikirannya banyak dipengaruhi aktivis pan-Islamisme Jamaludin al-Afghani. Sementara itu, Muhammad bin ‘Abdul Wahab dilahirkan pada tahun 1701 M di kampung ‘Uyainah (Najd), dan meninggal dunia pada 1793 M. Tidak sedikit yang menilai pemikiran Abdul Wahab ini banyak dipengaruhi Ahmad bin Hanbal.

              Sekalipun keduanya membawa bendera salafi yang sama, namun ada perbedaan substansial di antara keduanya. Dalam memaknai jargon ‘kembali kepada al-Quran dan al-Sunah’, misalnya, Abduh menekankan pentingnya akal dalam intepretasi teks keagamaan, akomodatif dengan perubahan zaman, dan cenderung mencari titik paling maslahat dalam suatu persoalan (istislah). Sementara Wahabi mempraktekkan intepretasi teks keagamaan secara literal, tidak adaptif dengan konteks zaman, dan cenderung memilih pendapat yang sulit dengan alasan kehati-hatian (ihtiyat).

              Meski keduanya digolongkan sebagai kaum pembaharu, namun mereka berbeda dalam hal penggunaan akal. Abduh meyakini ilmu pengetahuan dapat menjadi pendekatan dalam berijtihad. Alam semesta, kata Abduh, merupakan lembaran dan buku yang harus dibaca dan diteliti oleh akal, agar lebih mengenal Sang Pencipta. Sementara itu, semangat literalisme yang menjadi metode utama dalam memahami nash-nash, membuat Wahabi terkesan menolak premis-premis ilmu pengetahuan yang aksiomatik dan menginjak-injak logika sains yang valid.

              Dalam kaitannya dengan Mazhab, Abduh dan Wahabi sama-sama sepakat dengan doktrin orisinalitas ajaran Islam (al-ashalah al-Islamiyyah). Abduh menekankan agar umat Islam memutus ikatan dengan preseden intepretasi dari generasi masa lalu (ghair muqayyad bil-turats). Namun, proses yang Abduh tempuh adalah melakukan reintepretasi pendapat para ulama yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman, sehingga tidak terjadi apa yang disebut dengan keterputusan epistemik (epistemic rupture). Sementara Wahabi, mereka cenderung menutup mata dengan kekayaan tradisi diskursif Islam dan melebih-lebihkan peran teks suci dalam meregulasi kehidupan manusia.

              Mengapa Tidak Menganut Satu Mazhab?

              Hantaman Abduh terhadap formasi mazhab bukan sekadar melepaskan umat Islam dari bahaya taklid, melainkan juga untuk melepaskan segala ornamen yang menempel pada Islam itu sendiri karena pengaruh perbedaan teologi dan aliran fikih. Ketika Islam dilepaskan dari berbagai aliran, kata Abduh, niscaya tafsiran dan ajarannya sesuai dengan akal. Namun bagi Wahabi, menjauhkan Islam dari taklid seolah dimaknai dengan cara pandang yang anti rasionalitas, anti pluralitas, dan tidak akomodatif dengan produk zaman.

              Abduh menolak terikat dengan suatu Mazhab karena dianggap dapat mengurangi peran akal dan tidak relatable dengan kondisi zaman. Sedangkan kaum Wahabi menolak ikut serta dengan Mazhab semata-mata karena curiga dengan peran akal yang berlebihan di dalamnya. Perbedaan yang mencolok ini, pada akhirnya, membawa pada satu kesimpulan bahwa salafisme Abduh menggalakkan tafkir, salafisme Wahabi melancarkan takfir.

              Beberapa contoh kekeliruan Wahabi, misalnya, sampai saat ini mereka masih bersikukuh bahwa ilmu astronomi (hisab) tidak dapat digunakan untuk menentukan awal bulan hijriyah. Mereka juga cenderung melihat seni-budaya dengan kacamata curiga, yang membuat musik, fotografi, video, tarian, lukisan, dan lain-lain berstatus haram. Bagi Wahabi, agaknya Agama lebih dilihat sebagai koridor-koridor normatif yang serba membatasi, bukan sumber inspirasi dan motivasi untuk membuat suatu karya.

              Sebagai penutup dari uraian singkat ini, satu-satunya doktrin yang dapat mempertemukan Abduh dan Wahabi adalah penolakan mereka terhadap aliran tasawuf. Mereka sama-sama meyakini bahwa sufisme yang dipraktikkan pada zamannya sudah menyimpang jauh dari agama Islam yang autentik. Meski demikian, titik tolak keduanya berbeda: Abduh menolak tasawuf dengan pertimbangan memaksimalkan fungsi akal dalam kehidupan sehingga tidak ada ruang untuk hal-hal irasional, sementara Wahabi menolaknya karena dianggap tidak sesuai dengan sunah Nabi Saw.

              Salafisme Muhammadiyah, Abduh atau Wahab?

              Beberapa peneliti meragukan keterpengaruhan Abduh terhadap gerakan Muhammadiyah khususnya pemikiran Kiai Dahlan. Dalam sebuah artikel yang berjudul The Muhammadiyah, misalnya, Alfian berpendapat bahwa Dahlan dan Abduh berada dalam konteks sosial politik yang benar-benar berbeda. Menurutnya, Dahlan dilahirkan di dalam sebuah masyarakat dengan pengaruh Islam yang relatif tidak sebesar di Mesir (Alfian, 1966).

              Pendapat Alfian tidak sepenuhnya akurat. Muhammad Abduh merupakan pelopor gerakan pembaharu di dunia Islam dengan tujuan ganda sekaligus: memurnikan ajaran Islam dari bidah dan khurafat, dan melawan dominasi Barat. Walau pun Abduh menggunakan bendera Salafisme sebagai kampanye intelektualnya, namun jangan pula disamakan dengan gerakan salafi versi Wahabi, sebab salafisme yang dikomandoi Abduh merupakan respon intelektual atas kolonialisme Eropa dan keterbelakangan dunia Islam di abad modern.

              Di dalam buku Membendung Arus yang ditulis Alwi Shihab menerangkan bahwa pada abad ke 18 sebelum masuknya pembaharuan Islam di Indonesia, dua disiplin Islam yang mendominasi pusat-pusat pendidikan Islam di Nusantara adalah mistitisme dan fikih mazhab Syafi’i. Kedua disiplin Islam itu sama sekali tidak mampu membendung masuknya praktik budaya lokal ke dalam ajaran Islam, dan juga tidak mampu melawan dominasi kolonialisme Belanda di Indonesia.

              Munculnya pemikiran Abduh dalam wujud Ahmad Dahlan menandai jatuhnya posisi dominan aliran mistik seperti bidah dan khurafat dalam Islam di Indonesia, sekaligus perlawanan terhadap kolonial Belanda dengan cara non-konfrontatif seperti pengembangan mutu pendidikan. Sederhananya, Kiai Dahlan menganggap pemikiran Abduh merupakan obat paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh umat Islam Indonesia.

              Menurut Deliar Noer dalam The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942, masuknya gagasan Abduh ke dalam pemikiran Dahlan melalui majalah al-‘Urwah al-Wustqa dan al-Manar yang diselundupkan melalui pos-pos rahasia (Noer, 1973). Isi kedua majalah itu secara umum menjelaskan tentang pentingnya membersihkan ajaran Islam dari bidah dan khurafat, juga ajakan Abduh kepada masyarakat muslim agar tidak tertinggal dalam kompetisi mereka dengan masyarakat Barat. Intinya kedua majalah itu menjadi bukti kekaguman Dahlan terhadap tulisan-tulisan Abduh.

              Biarpun Kiai Dahlan sering dilekatkan dengan pembaharu lain, tetapi ada yang spesial dari Sang Pencerah yang tidak dimiliki Abduh maupun Abdul Wahab sekalipun. Menurut Haedar Nashir, ada dua hal yang membedakan Kiai Dahlan dari Abduh yaitu pertama, melahirkan pranata Islam modern seperti membangun sekolah dan madrasah, mendirikan rumah sakit, dan mengasihi anak yatim; kedua, mendirikan gerakan perempuan bernama Aisyiyah tahun 1917 bersama dengan istrinya Siti Walidah.

              sumber: muhammadiyah.or.id

               

              The post Salafisme Muhammadiyah, Abduh atau Wahabi? appeared first on tabligh.id.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Esteh Indonesia

              Next Post

              Tim PKM UMP Berikan Bantuan Mesin Oven dan Mesin Penepung

              InfoLain

              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              19/04/2026
              Next Post
              Tim PKM UMP Berikan Bantuan Mesin Oven dan Mesin Penepung

              Tim PKM UMP Berikan Bantuan Mesin Oven dan Mesin Penepung

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026

                Guru Besar Unmuh Jember Kembangkan Beton Bambu Berstandar Internasional untuk Konstruksi Berkelanjutan

                19/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,832)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,522)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In