• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

    Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

    Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

    Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

    Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

    Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

      Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

      Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

      Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

      Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

      Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

          Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

          Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

          Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

          Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

          Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

            Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

            Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

            Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

            Berpikir Irfani Menuntun Manusia Menemukan Hikmah Kehidupan

            Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Mengapa Karya-karya Al Ghazali Luput Soal Perang Salib?

              by
              07/09/2022
              in BeritaMu
              0
              Mengapa Karya-karya Al Ghazali Luput Soal Perang Salib?
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Abu Hamid Al Ghazali (1111/505) sama sekali tidak menyinggung soal Perang Salib dalam karya-karyanya. Bahkan dalam kitab Ihya ‘Ulum al-Din sebagai magnum opus Hujjatul Islam, ia tidak menulis satu bab tersendiri tentang jihad. Padahal, Al Ghazali sempat berkunjung ke Damaskus, bahkan singgah Masjidil Aqsha di Yerussalem, tetapi mengapa ia tidak menyebut Perang Salib dalam tulisan-tulisannya?

              WartaTerkait

              Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

              Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

              Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

              Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

              Menurut Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat Rofiq Muzakkir, jawaban atas pertanyaan itu terdapat dua alasan: pertama, alasan kronologis. Saat Al Ghazali mengembara dari Baghdad menuju Syam pada tahun 1095-1096/488-490, kota Damaskus dan Yerussalem belum kedatangan tentara Salib, sehingga dua kota tersebut masih dikuasai umat Islam. Dua tahun setelah Al Ghazali kembali ke Baghdad dan Khurasan yakni pada tahun 1098/491, pasukan Salib merebut Yerussalem lewat jalur Antiokhia.

              “Jadi, Al Ghazali  tidak menjumpai Perang Salib ketika tinggal di Syam. Pada saat terjadi peristiwa jatuhnya Antiokhia ke tangan Faranj atau orang-orang Eropa, ia sudah kembali ke Baghdad dan Khurasan,” ucap Rofiq dalam kajian tentang Al Ghazali yang diselenggarakan PCIM Amerika Serikat dan Center for Integrative Science and Islamic Civilization (CISIC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (03/08).

              Latar kronologis ini juga turut menjelaskan mengapa kitab Ihya ‘Ulum al-Din karya Al Ghazali tidak memuat bahasan tentang Perang Salib. Sebab, sebelum Perang Salib tahap pertama meletus di wilayah Syam pada tahun 1096/490, kitab Ihya telah selesai ditulis. Kitab ini ditulis saat Al Ghazali mengembara dari Baghdad ke Damaskus, sehingga terbitnya kitab Ihya sebelum pasukan Salib menyerbu wilayah Islam di negeri Syam.

              Pada tahun 1096/490 atau beberapa bulan sebelum pasukan Salib memasuki wilayah Syam, Al Ghazali kembali ke Baghdad dan mengajar di Nizhamiyah. Selama enam bulan mengajar, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Thus, Khurasan sebagai seorang sufi. Pada masa ini Al Ghazali menulis beberapa kitab seperti Misykat al-Anwar, al Mustashfa min Ilmi al-Ushul, Al Tibr al Masbuk fi Nasihah al Muluk, dan Al Munqidz min al-Dhalal. Meski deretan kitab karya Al Ghazali ini ditulis setelah Yerussalem dikuasai orang-orang Eropa, namun ia tetap tidak memasukkan bahasan yang menyinggung soal Perang Salib. Mengapa?

              Menurut Rofiq, tantangan al-Ghazali juga tidak kalah serius, yaitu adanya gangguan stabilitas keamanan dari dalam negeri yang dilakukan oleh golongan Bathiniyyah. Kelompok yang disinyalir berdiri di belakang Penguasa Fathimiyah ini pengaruhnya amat kuat di kawasan sekitar Baghdad dan Khurasan. Mereka berusaha melemahkan bahkan menghancurkan Abbasiyah yang menganut paham sunni. Karena itu dapat dikatakan, isu besar yang sedang dihadapi al-Ghazali itu bukan pasukan Salib, melainkan propaganda Fatimiyah. Makanya wajar konsentrasi Al Ghazali terpecah sehingga tidak begitu memperhatikan meletusnya Perang Salib di beberapa wilayah Islam.

              “Al Ghazali juga melihat tantangan lain yang juga serius, yaitu dari Dinasti Fathimiyah yang berpaham Syiah Ismailiyah di Mesir. Mereka melakukan teror hingga beberapa Sultan terbunuh seperti Fakhr al Mulk,” terang Rofiq.

              Selain alasan kronologis, Rofiq juga mengajukan alasan epistemologis mengapa karya-karya Al Ghazali luput dari bahasan soal Perang Salib. Menurutnya, bagi Al Ghazali akar masalah dunia Islam itu bukan politik melainkan epistemologi. Makanya ia banyak sekali menelurkan kitab dari akhlak, tasawuf, politik, filsafat, hingga usul fikih. Karya-karyanya itu disiapkan untuk melakukan reformasi intelektual dan moral kaum Muslim yang pada saat itu banyak mengalami degradasi.

              Sebagai seorang intelektual sekaligus pemuka agama, Al Ghazali memikul tanggungjawab meluruskan akidah dan cara berpikir umat Islam. Kritik-kritiknya yang keras terhadap sejumlah aliran pemikiran juga menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah yang sedang dihadapi umat Islam. Sehingga menyelesaikan masalah keumatan tidak begitu saja dapat diselesaikan melalui jalur politik, tapi juga harus dilalui dengan solusi yang lebih mendasar yaitu reformasi intelektual dan moral.

              “Al Ghazali mungkin berpandangan yaa bagi-bagi tugas. Sebagai intelektual, ia punya tanggungjawab memberi tahu cara berpikir umat. Sebagai penguasa, mereka punya tanggungjawab untuk melawan dan mengangkat senjata,” terang alumni Arizona State University ini.

              Foto : Lukisan karya Charles Philippe Larivière dari Wikipedia

              The post Mengapa Karya-karya Al Ghazali Luput Soal Perang Salib? appeared first on Muhammadiyah.

              –Read More muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Bagaimana Doa Iftitah dan Al-Fatihah Ketika Menjadi Makmum?

              Next Post

              Peserta dan Penggembira yang datang ke Solo Wajib Booster (vaksin ketiga)

              InfoLain

              BeritaMu

              Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

              06/06/2026
              BeritaMu

              Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

              06/06/2026
              BeritaMu

              Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

              06/06/2026
              Next Post

              Peserta dan Penggembira yang datang ke Solo Wajib Booster (vaksin ketiga)

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

                06/06/2026

                Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

                06/06/2026

                Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

                06/06/2026

                Haedar Nashir: Saat Peradaban Barat Mengalami Kegelapan, Islam Hadir sebagai Jalan Kemajuan

                06/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,338)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,770)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Istidraj Perusahaan Listrik: Janji Menyala, Rakyat Tetap Gelap*

                06/06/2026

                Nobar Children of Heaven, Muhammadiyah dan LAZISMU Langkat Galang Gerakan “100 Sepatu Sekolah untuk Pejuang Masa Depan”

                06/06/2026

                Dari Banyumas Menembus Nusantara, Bu Dasilah Kembangkan Wedhang Rempah Banteng dengan Semangat UMKM Lokal

                06/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In