Tantangan Fotografi Masa Depan di Mata Dosen UMSU
INFOMU.CO, Medan — Tantangan fotografi di masa depan bukan lagi soal kamera mahal, tetapi bagaimana sebuah foto dari handphone mampu bercerita dan menyampaikan pesan kuat kepada audiens.
Hal itu disampaikan Anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PW Muhammadiyah Sumatera Utara yang juga Dosen Fotografi FISIP UMSU, Dr. Muhammad Said Harahap, M.I.Kom saat mengisi materi pada Akademi Jurnalistik Muda Muhammadiyah (AJMM) Batch-2 yang diselenggarakan MPI PWM Sumut dan PW IPM Sumatera Utara, 24-25 Oktober 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut.
Pada sesi teori dan praktik fotografi jurnalistik mobile phone, Said Harahap yang memiliki pengalaman 21 tahun sebagai fotografer Desk Redaksi Foto Harian Analisa menekankan pentingnya komposisi, poin of interest, dan kekuatan pesan dalam sebuah foto berita.
“Seorang jurnalis muda harus mampu mencari dan memproses foto yang menarik dan dipahami audiens, cukup dengan handphone di tangan,” ujarnya.
Sebagai ilustrasi, ia mengaitkan dengan Muktamar Muhammadiyah ke-49 yang akan berlangsung tahun 2027 di Kota Medan. Menurutnya, banyak momen human interest yang bisa digali. Seperti memotret aktivitas peserta muktamar dari berbagai provinsi, mencari sosok peserta yang datang dari jauh, kesiapan panitia, hingga potret penggembira yang menginap di Amal Usaha Muhammadiyah, bahkan di rumah warga non-Muslim yang menunjukkan toleransi.
“Itu gambaran yang sangat menarik untuk menjadi foto berita,” kata Said.
Pada pelatihan tersebut, seluruh peserta diberi tugas praktik menghasilkan foto layak publikasi dan menulis berita singkat dengan kaidah 5W+1H untuk dipublikasikan di media sosial. Dalam penilaiannya, ada dua peserta terbaik yang dinilai paling memahami fotografi jurnalistik mobile phone.
Dr. Muhammad Said Harahap memberikan apresiasi tinggi kepada dua peserta tersebut dan berharap pelatihan jurnalistik untuk generasi penerus IPM ini terus berkelanjutan.
“Kader IPM adalah penerus dakwah persyarikatan. Kemampuan jurnalistik dan fotografi akan menjadi senjata dakwah di era digital,” tutupnya.






